Mengaku Kerja Nonstop di Mesir, Hilfa Justru Ditegur Pedas Dedi Mulyadi Soal Status TKI Ilegal
- Kolase tvOnenews.com / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Saat ditanya alasan ingin pulang, Hilfa mengaku tak kuat dengan pekerjaan yang dijalaninya, “Enggak betah sama kerjaannya yang berat.”
Ia mengungkap bahwa dirinya menggunakan visa liburan, tetapi harus bekerja penuh sebagai ART dengan gaji sekitar 300 dolar atau setara Rp4,8 juta per bulan.
“Kemudian ketika pakai visa berlibur, kamu dapat gaji berapa?” tanya Dedi.
Menurut Dedi, angka tersebut bahkan setara atau lebih rendah dari upah minimum di beberapa daerah di Indonesia.
“Itu kan setara dengan UMK di kita, bahkan lebih rendah kalau di Karawang, Bekasi,” jelasnya.
Hilfa pun menggambarkan beratnya pekerjaan yang harus dijalani setiap hari tanpa jeda, “Karena menurut aku gajinya enggak sesuai sama yang aku kerjain di rumah itu. Kita tuh nonstop kerja.”
Ia harus mencuci, menyetrika, memasak, hingga melayani empat orang dalam satu rumah.
Dedi kembali mempertanyakan keputusan Hilfa yang memilih bekerja di luar negeri sebagai ART.
“Ngapain juga kalau menjadi ART harus pergi ke luar negeri? Di Indonesia juga sekarang lagi susah cari ART. Sekarang sudah mulai spesialisasi,” ujarnya.
Dari percakapan itu, terungkap alasan pribadi yang selama ini dipendam Hilfa.
“Iya Pak, awalnya karena pengen ngindar dari masalah. Karena ada masalah di rumah,” katanya.
“Masalah di rumah dengan siapa?” tanya Dedi.
“Dengan suami,” jawab Hilfa.
Masalah tersebut ternyata berkaitan dengan kondisi rumah tangga dan beban ekonomi. Hilfa mengaku terlilit utang hingga Rp50 juta akibat penipuan arisan dan kewajiban lainnya.
Selama bekerja di Mesir, sebagian besar penghasilannya habis untuk membayar utang dan kebutuhan anak. Namun, ia hanya mampu bertahan sembilan bulan sebelum akhirnya pulang dengan sisa utang sekitar Rp20 juta.
Meski di awal memberikan teguran pedas, Dedi pada akhirnya tetap menunjukkan kepeduliannya.
Ia menawarkan solusi berupa akses pinjaman lunak melalui bank daerah dengan skema kredit mikro sekitar Rp25 juta.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Hilfa melunasi utang sekaligus memulai kembali kehidupannya dengan beban yang lebih ringan.
(anf)
Load more