Ternyata Taksi Green SM Jauh-jauh Hari Sudah Populer Disebut sebagai Taksi "Anomali" pernah Nyungsep sampai Tabrak Restoran
- dok.kolase tvOnenews.com/ akun medsos @ragunan bus lovers/ @fidelsih
Jakarta, tvonenews.com- Taksi online, Green SM saat ini menjadi perhatian publik. Bahkan viral, setelah peristiwa kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL pada Senin (27/4).
Mobil Green SM yang berwarna hijau tosca (hijau cyan) tersebut, sempat ditabrak Commuter line atau KRL sebelum kecelakaan maut itu terjadi.
Ternyata jauh sebelum kecelakaan kemarin, taksi Green SM pun dinilai warganet sebagai "taksi anomali" videonya pun berseliweran di media sosial, dengan tayangan berbagai kejadian.
Salah satu unggahan yang membahas taksi online ini dari akun infojakarta.co.id yang perlihatkan adanya mobil green SM menabrak pembatas jalan, dan ada yang nyungsep masuk selokan.
Kemudian juga, adanya mobil hijau itu menabrak restoran ayam goreng juga viral pada Januari 2026. Dari semua kejadian banyak akun mengedit untuk menyatukan semua video tersebut.
- dok.kolase tvOnenews.com/ akun medsos @ragunan bus lovers/ @fidelsih
Kejadian dari taksi asal Vietnam itu ditabrak KRL di wilayah Stasiun Bekasi Timur, kian menambah citra buruk dari taksi online ini.
Istilah anomali dan problematik mengarah pada taksi online ini disampaikan netizen. "ternyata seproblematika itu," ucap akun hiaku.
"emang ni taxi bikin gua emosi mulu di jalan," timpal lainnya kata akun dvdih.
"TAKSI ANOMALI=INVASI PASAR, Gua perhatiin nih ya brand taksi hijau ini sebagai anomali terviral di jalanan Indonesia saat ini. Mereka viral bukan cuma karena layanannya, tapi karena rentetan kejadian "ajaib" yang bikin netizen geleng-geleng kepala," ucap akun fidelsih.
Pernyataan Resmi Green SM
Sehubungan dengan kejadian yang baru terjadi kemarin, pihak Green SM indonesia sudah menyampaikan pernyataan resminya.
Dalam keterangannya, ia mendukung segala proses investigasi, setelah terjadi kecelakaan yang menewaskan 15 orang penumpang KRL itu.
"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban," bunyi keterangan resmi Green SM Indonesia diakun instagramnya @id.greensm, Selasa (28/4).
Lebih lanjut juga. pihaknya mengatakan turut berduka cita atas kejadian yang terjadi kemarin. Sehingga mengharapkan agar korban yang terdampak bisa segera pulih.
"Kami menaruh perhatian atas insiden ini, dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta dalam kondisi aman," jelasnya
"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak-pihak berwenang," pesan Green SM.
- X @TMCPoldaMetro
Data Kepolisian Korban Kecelakaan
Menurut Polda Metro Jaya jumlah korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, berjumlah 15 orang.
"10 jenazah di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, satu jenazah di RS Mitra Keluarga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dikutip dari antara.
Sementara untuk korban luka-luka sebanyak 76 orang. Sayangnya pihak polisi belum menyampaikan seperti kondisi atau apa yang para korban.
Disampaikan, sudah ada tujuh keluarga korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur telah melapor ke posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Hingga saat ini, sudah ada tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko sebelum kematian (ante mortem)," kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa.(klw)
Load more