Putra Nurlaela, Korban Meninggal Tabrakan KRL-KA Argo Bromo Diangkat Anak Dedi Mulyadi: Sampai Sukses Ya
- Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi melayat ke rumah duka korban kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek, Nurlaela dan bertemu putra semata wayang.
Tragedi maut yang melibatkan KRL dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek meninggalkan duka mendalam.
Kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.50 WIB ini menelan banyak korban.
Salah satu yang menjadi korban meninggal dunia yaitu Nurlaela, seorang guru SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur.
Duka menyelimuti keluarga Nurlaela saat mengetahui guru tersebut menjadi korban dalam kecelakaan maut ini.
Nurlaela meninggalkan seorang suami serta putra semata wayang dan kedua orang tuanya yang tinggal di wilayah Cikarang Timur.
Kang Dedi Mulyadi (KDM) mendatangi rumah duka serta bertemu dengan keluarga besar almarhumah.
“Saya sudah menengok salah satu korban meninggal kecelakaan KRL di Kota Bekasi. Salah satu korbannya ibu guru bernama Nurlaela. Ngajarnya di SD Pulogebang Jakarta,” ungkap Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi pada tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
- Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dedi menjelaskan ibu Nurlaela seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berangkat kerja dari subuh hingga pulang di sore hari.
Namun, karena pekerjaannya saat ini sedang sibuk pergantian semester, maka ia menyelesaikan tugasnya hingga malam hari.
Takdir berkata lain, Nurlaela meninggal karena terlibat dalam kecelakaan KRL-KA Argo Bromo Anggrek pada Senin malam (27/4/2026).
“Kita doakan semoga Almarhumah diterima Iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Kini putra semata wayang Nurlaela telah diangkat oleh Dedi Mulyadi untuk menjamin sekolahnya hingga besar.
Awalnya KDM menawarkan kepada sang anak untuk menjadi anak asuhnya. Kemudian putra Nurlaela menjawab mau dijadikan sebagai anak asuh.
“Kamu mau nggak jadi anak asuh saya?” tanya KDM.
“Mau,” jawab anak tersebut.
“Yaudah nanti sekolah dan segala macamnya oleh saya ya. Sampai gede, sampai jadi orang hebat ya,” jelas Dedi Mulyadi.
“Ini anak bu gurunya sekarang menjadi anak saya. Nanti sekolahnya ikut dalam program pendidikan saya,” pungkasnya.
Nurlaela menjadi satu dari 16 korban meninggal dunia dalam tragedi maut kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Hingga kini, pihak kepolisian dan PT Kereta Api Indonesia masih menelusuri penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.
(kmr)
Load more