Mandor Proyek Keringat Dingin, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Tahu Teknis Bangunan saat Tinjau Sekolah Rakyat
- Tangkapan layar Instagram @s_tjo
tvOnenews.com – Media sosial tengah dihebohkan dengan aksi "sat-set" Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek Sekolah Rakyat di Halmahera Barat, Sabtu (2/5/2026).
Bukannya sekadar datang dan berfoto, Sherly justru memperlihatkan pemahaman teknis pembangunan yang membuat netizen hingga mandor proyek terkesima.
Dalam kunjungan tersebut, Sherly terlihat sangat mendetail saat mengecek progres bangunan. Ia tak ragu melontarkan pertanyaan teknis yang biasanya hanya dipahami oleh orang lapangan atau lulusan Teknik Sipil.
"Ini kapan buka cor? Berarti dua minggu lagi bahan ME-nya (Mekanikal Elektrikal) sudah siap? Instalasi listrik? Flooring? Pakai apa, HT (Homogeneous Tile)?," tanya Sherly dengan lugas kepada tim di lapangan.
- Tangkapan layar Instagram @s_tjo
Tak hanya soal struktur, Sherly juga meminta penambahan fasilitas agar gedung tersebut multifungsi.
"Ini nggak ada tribunnya? Tolong kasih tribun biar kalau ada lomba-lomba bisa dipakai ada yang nonton," pintanya.
Sebagaimana diketahui proyek Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Tujuannya mulia yakni meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan inklusif bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang masuk kategori desil 1 dan 2.
Di Maluku Utara fasilitas ini dibangun di Halmahera Barat dan Halmahera Utara dengan konsep boarding school terpadu (SD, SMP, SMA). Sherly pun memasang target ambisius agar proyek ini rampung tepat waktu.
"Doakan supaya proyek pembangunan Sekolah Rakyat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Dua puluh Juni 2026, all the best," tulis Sherly melalui akun Instagram pribadinya @s_tjo.
- Tangkapan layar Instagram @s_tjo
Aksi "menyala" sang Gubernur ini langsung dibanjiri komentar positif dari warga net yang kagum dengan cara kerjanya yang sangat detail dan memahami seluk-beluk pertukangan.
Load more