News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rambut 18 Siswi SMKN 2 Garut Dipotong Paksa Viral, Gubernur Dedi Mulyadi Heran Alasan Guru BK Tak Masuk Akal

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) mendengar alasan guru BK merazia dan memotong rambut berwarna 18 siswi SMKN 2 Garut sehingga viral di medsos.
Kamis, 7 Mei 2026 - 03:41 WIB
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) undang guru BK yang potong rambut 18 siswi SMKN 2 Garut
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel

Garut, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti sebuah video viral. Rekaman itu memperlihatkan seorang oknum guru BK memaksa potong rambut berwarna 18 siswi SMKN 2 Garut.

Dedi Mulyadi langsung menyikapi polemik melibatkan 18 siswi SMKN Garut. Pasalnya, video peristiwa ini viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dedi Mulyadi menghadirkan oknum guru BK SMKN 2 Garut. Ia juga mendatangkan sejumlah siswi untuk dimintai keterangannya.

KDM sapaan akrabnya langsung bertanya kepada guru BK tersebut. Ia ingin mengetahui alasan razia berujung pemotongan rambut secara paksa sehingga menimbulkan trauma dan enggan bersekolah.

"Apakah anak-anak ini pernah bolos? Rajin masuk? Yang jadi problem apa?," tanya Dedi Mulyadi dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Lembur Pakuan Channel, Kamis (7/5/2026).

Alasan Guru BK Potong Rambut 18 Siswi SMKN 2 Garut

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) undang guru BK, jajaran sekolah, dan siswi SMKN 2 Garut
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) undang guru BK, jajaran sekolah, dan siswi SMKN 2 Garut
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel

Guru BK tersebut menjawab pertanyaan dari Dedi Mulyadi. Dengan suara bergetar, ia memberikan alasan utamanya karena didasari dengan keresahan dirinya.

Ia tidak membantah bahwa para siswi yang menjadi korban berprilaku baik. Secara akademis, mereka tidak mengalami hambatan apa pun.

Selain itu, 18 siswi SMKN 2 Garut tersebut rajin masuk sekolah. Di balik itu, guru BK justru mempersoalkan penampilan mereka dinilai berlebihan.

"Yang meresahkan kami baru-baru ini tentang penampilan siswa. Mereka berkerudung cuma dalam hal badan, komestiknya berlebihan," ungkap guru BK.

Selain itu, ia mempersoalkan rambut berwarna yang diperlihatkan oleh belasan siswi tersebut. Mereka selalu melakukan hal tersebut saat keluar dari area sekolah.

Guru BK itu menyatakan tindakan seperti itu membuat dirinya resah. Bahkan, rambut berwarna belasan siswi tersebut menimbulkan keluhan dari para siswa laki-laki.

"Keresahan kami tentang penampilan siswi. Anak-anak laki-laki merasa resah karena rambut siswi-siswinya berwarna. Ke luar gerbang dibuka kerudungnya, padahal masih pakai seragam, akumulasi dari sana dari sini," terangnya.

Reaksi Dedi Mulyadi Sikapi Alasan Guru BK SMKN 2 Garut

Dedi Mulyadi merasa heran dengan alasan tersebut. Menurutnya, penampilan menggunakan kosmetik hingga rambut berwarna adalah hak siswi.

Ia mengambil perspektif dari polemik ini. Penggunaan kosmetik sebagai tanda perekonomian orang tua mereka dinilai mampu.

"Mungkin orang tuanya kaya sehingga punya bedak lebih daripada uangnya dibuang kan lebih baik dibeliin bedak, daripada lipstiknya dibuang lebih baik pakai lipstik daripada skincare murah," terang Dedi Mulyadi.

Guru BK tersebut menjelaskan tindakannya bentuk kepedulian terhadap mereka. Ia sangat menyayangi seluruh siswa SMKN 2 Garut.

Namun, KDM tidak melihat dari perspektif tersebut. Ia menginginkan adanya alasan yang jelas agar tidak mencoreng citra tenaga pengajar di lingkungan pendidikan sekolah.

Menurut KDM, alasan menyikapi tentang penampilan secara berlebihan adalah hal wajar. Namun ada batasan saat guru melakukan tindakan terhadap murid.

"Penampilan terlalu menor itu wajar. Kan tinggal diingatkan," ucap KDM.

Guru BK tersebut menegaskan pihak sekolah sudah mengingatkan para siswi, terutama dari segi penampilan agar tidak terlalu berlebihan.

Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan oleh belasan siswi. Ia pilih merazia dan memotong rambut mereka secara paksa.

Mantan Bupati Purwakarta ini menilai alasan tersebut tidak masuk akal. Seharusnya pihak sekolah melakukan pengiriman surat tertulis terlebih dahulu kepada orang tua mereka.

"Ada pernah aturan surat tertulis ditujukan pada orang tuanya?," tanya Dedi Mulyadi.

Guru BK itu membela bahwa pihak sekolah sudah menginformasikan perihal tata tertib. Meski demikian, KDM menegaskan soal teguran seharusnya juga menghadirkan orang tua.

Ia menambahkan, minimal sekolah memberikan surat tertulis. Hal ini sebagai langkah awal menyikapi penampilan anak-anaknya di sekolah.

"Biasakan guru untuk memberikan surat kepada orang tuanya, minimal 'bahwa anak ibu bernama ini berpenampilan terlalu menor. Mohon kepada ibu untuk segera datang ke sekolah membicarakannya'," tuturnya.

Gubernur Jabar itu selalu berada di posisi membela guru. Akan tetapi, ia juga harus proposional saat menyikapi polemik antara guru dan murid.

Ia memahami salah satu aspek penilaian yakni penampilan. Namun ia juga harus melihat persoalan ini berkaitan dengan karakter murid sekolah.

Terlebih lagi, belasan siswi tersebut merupakan siswa dari jurusan Broadcasting. KDM menilai karakter mereka tidak lepas dari dunia hiburan.

"Apakah mungkin bahwa karakter itu juga dipengaruhi oleh kejuruan? Misalnya anak ini rambutnya gondrong banget tapi memang dia pelukis. Di salah satu di daerah, ada yang ke sekolahnya pakai sendal jepit, bajunya bebas, anaknya gondrong, merdeka, tapi hasil anak-anaknya orang-orang kreatif," jelasnya.

"Kecuali anaknya dengan penampilan itu enggak masuk kelas, tidak berprestasi, baru itu yang saya maksud. Ini pendapat, bisa jadi pendapat saya bertentangan," lanjutnya dengan tegas.

Guru BK tersebut pun mengaku salah. Ia tidak menyangka tindakannya mengganggu psikologis anak didiknya.

Dalam akhir percakapan itu, Dedi bertanya kepada siswi yang hadir. Ia ingin mengetahui alasan penggunaan kosmetik secara berlebihan hingga mewarnai rambut.

"Biar cantik, Pak," kata salah satu siswi.

Ia pun menyimpulkan permasalahan ini harus diselesaikan minimal dengan cara dialog. Ia juga meminta para siswi tidak dendam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nanti gurunya, urusan etik guru, saya tidak bisa memberikan A sampai D apa etiknya, nanti suruh dari kepegawaian saja, nanti bu guru diperiksa oleh kepegawawian, tidak masalah kalau tindakan itu dianggap salah, saya objektif orangnya," tukasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Selandia Baru Angkat Koper! Ini Daftar Lengkap 12 Tim yang Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Selandia Baru Angkat Koper! Ini Daftar Lengkap 12 Tim yang Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Daftar tim yang gagal melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026 kembali bertambah. Kali ini, Selandia Baru dipastikan harus angkat koper lebih cepat.
Sejumlah Provokator Menyusup di Demo Depan Gedung Grahadi Surabaya, Aksi Damai Mendadak Mencekam

Sejumlah Provokator Menyusup di Demo Depan Gedung Grahadi Surabaya, Aksi Damai Mendadak Mencekam

Aksi unjuk rasa bertajuk gerakan #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berakhir dengan bentrokan hebat pada Jumat malam (26/6/2026).
Tergiur Barang Mewah, ART Angel Lelga Ditangkap Usai Diduga Curi Kaus Kaki Gucci hingga Vitamin

Tergiur Barang Mewah, ART Angel Lelga Ditangkap Usai Diduga Curi Kaus Kaki Gucci hingga Vitamin

Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial EW kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan pencurian di kediaman artis Angel Lelga.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Topan Mekkhala Ancam Jepang, 2 Juta Warga Dievakuasi usai Higos Picu Hujan Ekstrem

Topan Mekkhala Ancam Jepang, 2 Juta Warga Dievakuasi usai Higos Picu Hujan Ekstrem

Jepang masih berada dalam status siaga tinggi pada Sabtu (27/6/2026) setelah Topan Mekkhala bergerak mendekati pesisir timur negara tersebut.
Total 5 Calon Manager Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan Ungkap Alasan harus Ada Latihan Militer

Total 5 Calon Manager Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan Ungkap Alasan harus Ada Latihan Militer

Menurutnya, ragam kemampuan itu, harus dimiliki para calon manajer KDKMP dan KNMP karena nantinya mereka akan menjadi mengelola perputaran uang rakyat melalui koperasi.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT