Di Hadapan KDM, Guru BK Ngaku Menyesal Cukur Rambut Paksa Sebabkan Siswi SMKN 2 Garut Trauma: Saya Berdosa
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Bandung, tvOnenews.com - Guru BK SMKN 2 Garut, Ai Nursaidah mengaku salah telah memotong rambut belasan siswi. Ia mengungkapkan hal ini di hadapan oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pasalnya, KDM langsung turun tangan menyikapi polemik terjadi di SMKN 2 Garut. Video rambut berwarna 18 siswi saat dipotong paksa oleh guru BK viral di media sosial.
Peristiwa pemotongan rambut belasan siswi SMKN 2 Garut oleh guru BK juga menuai reaksi keras dari publik. Maka dari itu, KDM mengundang guru BK dan perwakilan siswi yang menjadi korban.
Di momen ini, Ai Nursaidah menyesal atas tindakannya kepada belasan siswi. Dengan suara bergetar, ia meminta maaf sudah membuat kegaduhan akibat mencukur rambut secara paksa.
"Saya minta maaf ke anak-anak. Saya sekarang psikologisnya lagi enggak baik," ungkap Ai Nursaidah dilansir tvOnenews.com dari Lembur Pakuan Channel, Kamis (7/5/2026).
Ia menyadari tindakannya terhadap belasan siswi sangat berlebihan. Peristiwa ini hanya membuat 18 siswi jurusan Broadcasting trauma berat.
"Pada akhirnya, saya sadar dan menyadari saya salah, saya bersalah, saya merasa berdosa sama anak-anak," ucapnya.
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Dedi Mulyadi langsung menimpali ungkapan tersebut. Menurutnya, Ai tidak melakukan kesalahan sepenuhnya.
Gubernur Jabar itu melihat ada niat tulus dari Ai. Ia memahami tindakan mencukur rambut secara paksa bagian dari upaya membentuk karakter dan pendidikan siswa.
Hanya saja tindakan guru membentuk karakter pendidikan terhadap siswa sekolah memiliki batasan. Hal ini guna menghindari polemik hingga trauma bagi para murid.
"Menurut saya enggak. Niat ibu dalam hati tujuannya untuk memperbaiki, tujuannya karena rasa sayang, bukan karena rasa benci, bukan karena rasa ketidaksukaan," tutur KDM.
Dedi Mulyadi menjelaskan tindakan dari guru sebagai teguran untuk para siswi. Menurutnya, peristiwa ini menggambarkan tanda ekspresi AI menyayangi anak didiknya terutama dari jurusan Broadcasting.
"Artinya, bahwa ekspresi ibu memukul seperti saya sering dipukul ibu saya, itu menjadi pukulan yang indah," terang KDM.
Load more