Di Hadapan KDM, Guru BK Ngaku Menyesal Cukur Rambut Paksa Sebabkan Siswi SMKN 2 Garut Trauma: Saya Berdosa
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Mantan Bupati Purwakarta ini mengambil contoh saat dirinya ditempa membentuk karakter yang lebih baik. Ia mengaku di semasa kecil sering didik sangat keras oleh orang tuanya.
Namun begitu, hal itu sangat berarti karena berhasil membentuk kepribadiannya semakin baik. KDM mengaku pendidikan keras dari orang tua membawa dirinya menjadi orang sukses.
Namun begitu, Ai masih merasa dirinya telah berdosa. Ia telah mengakibatkan psikologi belasan anak didiknya terganggu dan mengalami trauma hebat.
Ai Nursaidah Ungkap Alasan Potong Rambut Siswi SMKN 2 Garut kepada KDM
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Dalam kesempatan yang sama, Ai ditanya mengenai alasan dirinya merazia hingga memotong rambut siswi SMKN 2 Garut. Tak ayal, ia melakukan hal itu karena sesuai tugasnya menjadi guru BK.
Sementara, belasan siswi tersebut selalu bersemangat saat menimba ilmu. Bahkan, mereka tidak pernah bolos dan rajin secara akademis pendidikannya.
Ai Nursaidah menjelaskan kasus pemotongan rambut secara paksa berangkat dari keresahannya. Ia menilai penampilan belasan siswi sangat berlebihan.
"Yang meresahkan kami baru-baru ini tentang penampilan siswa. Mereka berkerudung cuma dalam hal badan, komestiknya berlebihan," terang guru BK SMKN 2 Garut itu.
Ai menuturkan siswa laki-laki SMKN 2 Garut sering mengeluh. Kata Ai, mereka sangat resah terhadap penampilan rambut berwarna siswi di sekolah.
Ia menjelaskan, tak sedikit siswi memperlihatkan rambut berwarnanya. Hal itu terjadi saat di dalam maupun luar area sekolah.
"Ke luar gerbang dibuka kerudungnya, masih pakai seragam, akumulasi dari sana dari sini," bebernya.
Pemandangan tersebut, kata dia, hal ini juga menimbulkan spekulasi negatif dari masyarakat sekitar. Ironisnya, persoalan ini membuat siswi jurusan Broadcasting menjadi sasaran tuduhan mereka.
"Yang disalahkan biasanya anak-anak Broadcasting aja. Itu anak bimbingan saya, saya sakit hati anak-anak saya digituin, 'Bu, ada yang colek-colek anak ibu dari sopir angkot'. Itu yang membuat saya resah," tutur Ai.
Load more