Jay Idzes Bandingkan Suporter Timnas Indonesia dan Italia, hingga Pelatih Hyundai Hillstate Blak-blakan No Mega No Party
- Instagram/jayidzes
Ucapan itu langsung ramai diperbincangkan karena dianggap menggambarkan betapa besarnya pengaruh Megawati di kompetisi voli Korea.
Dalam siaran YouTube Negawassup!!!, Kang Sung Hyun mengaku performa Megawati selama dua musim terakhir benar-benar luar biasa.
Opposite hitter asal Indonesia itu dinilai bukan hanya tajam dalam mencetak poin, tetapi juga mampu menghidupkan atmosfer pertandingan.
Selama membela Red Sparks, Megawati mencetak lebih dari 1.500 poin dengan efektivitas serangan tinggi.
Tak hanya itu, pertandingan yang melibatkan Megawati disebut selalu menghadirkan antusiasme besar dari penonton dan media.
Baca selengkapnya:Â Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung Hyun Blak-blakan Soal Megatron: No Mega No Party, No Mega No Fun, No Mega No Voli!
3. Gaji Megawati di Liga Korea Bisa Tembus Rp4,8 Miliar
- Red Sparks
Di tengah rumor kepindahannya ke Hyundai Hillstate, publik juga dibuat penasaran dengan potensi bayaran Megawati jika kembali bermain di V-League Korea musim depan.
Berdasarkan regulasi federasi voli Korea (KOVO), pemain kuota Asia memiliki kisaran gaji sekitar USD150 ribu hingga USD170 ribu per musim atau setara Rp2,5–2,8 miliar.
Namun jika Megawati memilih jalur pemain asing non-Asia, nilainya bisa melonjak drastis hingga USD300 ribu atau sekitar Rp4,8 miliar per musim.
Seleksi pemain asing V-League sendiri dijadwalkan berlangsung di Praha, Republik Ceko pada 7–10 Mei 2026.
Menariknya, Hyundai Hillstate saat ini menjadi satu-satunya klub yang belum mengumumkan pemain kuota Asia mereka. Situasi itu membuat peluang Megawati kembali ke Korea semakin terbuka.
Selain karena kualitasnya sudah terbukti, Megawati juga dinilai mampu beradaptasi cepat dengan atmosfer kompetisi Korea yang terkenal ketat dan kompetitif.
Baca selengkapnya:Â Berapa Gaji Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate? Segini Perkiraan Bayaran Mega jika Kembali ke V-League 2026
(asl)
Load more