Tegas Tolak Buka Kembali Tambang Bogor, Dedi Mulyadi Bela Warga Parung Panjang, KDM: Kalau Dibuka, Mau Lewat Mana?
- jabarprov.go.id
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) akhir-akhir ini mendapat desakan terus-menerus untuk membuka kembali tambang di Bogor yang sebelumnya telah ditutup.
Bahkan Kantor Pemerintah Kabupaten Bogor beberapa hari lalu didatangi warga yang menuntut agar Dedi Mulyadi membuka kembali tambang.
Meski menghadapi tekanan yang begitu besar, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya tak akan serta merta mengizinkan tambang di Bogor beroperasi kembali.
Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa dalam kasus tambang ini tidak hanya berbicara soal nasib pekerja di sektor tambang.
Hal lain yang harus menjadi pertimbangan adalah warga Parung Panjang yang setiap hari merasakan dampak negatif karena jalan rayanya dilewati oleh truk-truk tambang.
"Kan yang harus dipikirkan bukan yang hanya pekerja pada sektor tambang," tegas Dedi Mulyadi pada Rabu (6/5/2026), seperti dilansir tvOnenews.com.
"Yang dipikirkan adalah jalur Parung Panjang yang dilewati itu adalah masyarakat kita juga yang harus dilindungi," lanjutnya.
![]()
Keberadaan truk tambang yang melintas di jalan raya Parung Panjang sebelumnya telah menjadi masalah yang berlarut-larut.
Namun dengan ditutupnya tambang Bogor, maka masyarakat di Parung Panjang bisa lebih nyaman menjalankan aktivitasnya sehari-hari.
"Agar nyaman ketika sekolah, agar nyaman bepergian ke kantor, agar nyaman ketika pergi ke rumah sakit, agar nyaman berdagang, kan itu jumlahnya juga puluhan ribu," ujar Dedi Mulyadi.
Selama truk tambang melintas di jalan raya Parung Panjang, maka warga di sana akan merasakan dampak buruk yang begitu besar.
"Dulu kan mengalami penderitaannya sangat panjang, mereka banyak yang kerjanya di Jakarta, kalau pulang nyampe ke rumah harus jam 11 malam baru nyampe, subuh harus berangkat lagi, mengalami depresi, yang meninggal udah berapa," kata Dedi Mulyadi.
"Seluruhnya kan sudah ditangani oleh Gubernur, yang meninggal kita santuni, yang sakit kita obati, infrastrukturnya sekarang sudah kita bangun tamat sampai Banten," lanjutnya.
Dedi Mulyadi kemudian mempertanyakan jika tambang dibuka kembali, maka truk-truk besar mau diarahkan ke mana karena tentunya tidak boleh melewati Parung Panjang.
"Nah pertimbangannya kalau dibuka, jalannya mau lewat mana," tegas Dedi Mulyadi.
"Mau tidak mau harus lewat Parung Panjang lagi," lanjutnya.
KDM berupaya melindungi warga Parung Panjang agar tidak lagi dirugikan oleh aktivitas truk tambang yang melintas.
"Kalau lewat Parung Panjang lagi, begitu dibuka nanti protes lagi yang Parung Panjang, demo lagi," kata Dedi Mulyadi.Â
Oleh karena itulah Dedi Mulyadi mencoba menawarkan jalan tengah yang tidak merugikan kedua belah pihak.
"Kan ini kan harus diambil jalan tengah bagaimana kedua-duanya berjalan," ujar Dedi Mulyadi.
Gubernur Jabar tersebut sudah menawarkan agar para pekerja tambang Bogor dipekerjakan sebagai tenaga kebersihan Pemprov Jawa Barat.
Namun menurut Dedi Mulyadi, hingga kini dirinya belum menerima daftar nama pekerja dari pihak tambang.
(far)
Â
Load more