Babak Baru Polemik Sertifikat Mualaf Richard Lee, Koh Hanny Bantah Tudingan Pencabutan Karena Dasar Emosi
- Tangkapan Layar YouTube dr Richard Lee
tvOnenews.com - Klarifikasi terbaru dari Koh Hanny Kristianto membuat polemik pencabutan sertifikat mualaf milik dr Richard Lee kembali jadi sorotan.
Pengurus Mualaf Center Indonesia (MCI) itu akhirnya angkat bicara setelah namanya ramai disorot terkait isu pencabutan sertifikat dan permintaan pengembalian Al-Quran.
Koh Hanny menegaskan bahwa keputusan yang diambilnya bukan didasari emosi ataupun rasa kecewa pribadi seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
- Kolase YouTube/The Sungkars - Instagram/dr.richard_lee
Ia bahkan membantah keras narasi yang disampaikan pihak tim Richard Lee terkait kronologi persoalan tersebut.
Sebelumnya, perwakilan tim dr Richard Lee, Donny Ramadhan, menjelaskan bahwa polemik bermula dari rencana pertemuan yang tidak berjalan sesuai harapan.
Saat itu, kondisi kesehatan Richard Lee disebut sedang kurang baik sehingga tidak memungkinkan menerima tamu.
Komunikasi kemudian berlanjut terkait rencana penitipan Al-Quran. Namun situasi disebut menjadi kurang kondusif hingga akhirnya memicu kesalahpahaman antara kedua pihak.
- Tangkapan layar Youtube Richard Lee / Instagram/hannykristiantonew
“Karena kecewa, di situ sempat terjadi ketegangan dalam komunikasi. Termasuk adanya permintaan untuk mengembalikan Al-Quran yang tadinya mau dikasih,” ujar Donny.
Menurut Donny, inti persoalan sebenarnya hanya soal komunikasi yang tidak berjalan lancar sehingga memunculkan persepsi berbeda.
Namun penjelasan tersebut langsung dibantah Koh Hanny. Ia merasa narasi yang berkembang justru mengarah pada fitnah terhadap dirinya.
“Mas Donny kan bikin konten, jadi kayak fitnah, Mas,” kata Koh Hanny, di unggahan Instagram pribadinya.
- Youtube Reyben Entertainment
Ia juga memberikan klarifikasi terkait permintaan pengembalian Al-Quran yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, keputusan itu memiliki alasan pribadi dan bukan karena amarah.
“Kenapa Al-Quran saya bawa pulang, saya minta, itulah sebabnya Al-Quran saya minta balik,” ujarnya.
Koh Hanny kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mencampuri urusan ibadah pribadi Richard Lee.
Baginya, hubungan seseorang dengan agama merupakan tanggung jawab masing-masing individu kepada Tuhan.
“Itu karena Allah, shalat nggak dia, tapi itu bukan urusan saya, urusan dia sama Allah,” lanjutnya.
- Instagram @dr.richard_lee
"Saya sudah sering ngajak shalat juga, saya gak pernah minta ketemu Richard Lee, Richard Lee yang minta ketemu, saya gak mau ini berantem jadi tambah panjang," tegas Koh Hanny.
Tak hanya itu, Koh Hanny juga menepis tudingan bahwa pencabutan sertifikat mualaf dilakukan secara emosional.
Ia mempertanyakan alasan dirinya baru mengambil keputusan tersebut sekarang jika memang motifnya hanya karena marah.
“Kalau karena saya marah, kenapa saya cabut bulan Mei, kenapa nggak saya cabut dari kemarin-kemarin? Gampang saja kalau saya mau,” tegasnya.
Dalam penjelasannya, Koh Hanny juga meminta agar dirinya tidak dikaitkan dengan konflik yang lebih luas di kalangan umat muslim.
Ia mengaku tidak ingin polemik ini berkembang menjadi pertikaian berkepanjangan.
“Saya benar-benar gak mau, jangan pernah libatkan saya dalam pertikaian sesama muslim. Jangan kita sampai jadi ribut,” katanya.
Hingga kini polemik sertifikat mualaf dr Richard Lee masih terus menjadi perhatian publik.
Perbedaan penjelasan dari kedua pihak membuat perdebatan di media sosial semakin ramai, sementara banyak warganet menunggu apakah persoalan tersebut akan berakhir damai atau justru semakin melebar. (asl)
Load more