Modus “Pengobatan” Kiai Ashari Terungkap: Dalih Penyakit Batin hingga Ajak Santriwati Tidur Bareng
- Kolase tvOnenews.com / ChatGPT AI / X @neVerAl0nely___
tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS (51) di Kabupaten Pati terus menyita perhatian publik.
Sejumlah korban mulai berani angkat bicara dan mengungkap modus yang diduga digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya terhadap para santriwati.
Dugaan pencabulan terhadap puluhan santri di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, mencuat setelah diungkap dalam podcast Curhat Bang milik Denny Sumargo. Pengakuan korban membuka modus yang dilakukan pelaku dengan dalih pengobatan dan penerawangan.
Salah satu pengakuan datang dari mantan santriwati berinisial Tari (nama samaran), yang menceritakan pengalamannya dalam podcast Denny Sumargo.
- kolase tvOnenews.com/Youtube FHI Multimedia/ X @neVerAl0nely___
Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkap bahwa tindakan yang dilakukan Kiai Ashari terjadi secara bertahap.
"Kronologinya bertahap, nggak langsung separah itu, nggak, awal mulanya disuruh mijetin, terus dicium, kalau selesai (pijit) pamitan, terus dicium," ujarnya sambil menunjuk pipinya.
Pengakuan tersebut membuat Denny Sumargo terkejut, terlebih ketika Tari menyebut bahwa perlakuan itu dianggap hal biasa di lingkungan pondok.
"Kalau sama Kiai itu sudah biasa, tapi kalau santri biasa cuma salam tangan," tuturnya.
Seiring waktu, Tari mengaku kerap diajak mengikuti berbagai kegiatan oleh Kiai Ashari, seperti ziarah dan sholawatan, baik secara berdua maupun bersama rombongan.
"Sering juga diajak Ziarah, sering juga diajak sholawatan, biasanya berdua, atau rame-rame," ungkapnya.
- Youtube FHI Multimedia
Ketika ditanya apakah dirinya sempat merasa curiga, Tari mengaku tidak merasakan hal tersebut karena sebagai santri ia dituntut untuk selalu bersikap patuh.
"Tidak ada, soalnya santri kan melekatnya itu harus tawadhu gitu kan, sebisa mungkin," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa setelah kegiatan tersebut, dirinya kerap diminta untuk menemani sang kiai tidur dalam satu kamar.
"Kalau habis ziarah, habis sholawatan, biasanya langsung diajak nemenin tidur itu, nggak sampai berhubungan," katanya.
Menanggapi hal itu, Denny Sumargo mempertanyakan dasar dari tindakan tersebut.
"Itu tidur satu kamar aja, dalilnya apa?" tanyanya.
Tari kemudian menjelaskan bahwa tindakan tersebut diklaim sebagai bagian dari ritual pengobatan yang disebut-sebut berasal dari arahan pihak tertentu di lingkungan pondok.
"Kesannya itu, di pondok sana kan ada guru thoriqoh, terus bilangnya disuruh guru thoriqoh itu," ungkapnya.
Disebutkan pula bahwa santriwati tersebut diyakini memiliki berbagai “penyakit” berdasarkan penerawangan Kiai Ashari.
"Saya banyak sifat iri, saya banyak penyakit dalam lah, semacam iri, dengki, banyak fitnah begitu," tuturnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa salah satu cara yang disebut sebagai “pengobatan” adalah dengan tidur bersama.
"Obatnya tidur bareng, salah satunya," pungkasnya.
Load more