Di Balik Gebrakan Sherly Tjoanda, Ada Janji untuk Mendiang Suami yang Ingin Diwujudkan
- Created by Farhan Erlangga from ChatGPT
tvOnenews.com - Nama Sherly Tjoanda belakangan ini terus menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai kebijakannya yang dinilai cepat, tegas, dan “sat set”, ternyata ada kisah emosional yang jarang diketahui banyak orang. Di balik semua gebrakan itu, Sherly Tjoanda ternyata sedang berusaha menuntaskan sebuah janji terakhir untuk mendiang suaminya.
Sebagai Sherly Tjoanda, dirinya sukses mencuri perhatian sepanjang 2026 lewat sejumlah program yang dianggap menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari pengembangan Sekolah Jarak Jauh (SJJ), reformasi birokrasi berbasis kompetensi, promosi wisata, hingga peningkatan rumah tidak layak huni (RTLH).
Tak hanya itu, nama sherly tjoanda kembali viral di media sosial usai menginstruksikan pelaksanaan nikah massal gratis di Pengadilan Agama pada Mei 2026. Program tersebut ditujukan bagi masyarakat pesisir dan nelayan yang selama ini menikah siri namun belum memiliki dokumen resmi negara.
![]()
Gubernur Sherly Tjoanda dan Warga Pedalaman Maluku Utara. (Sumber: Instagram @s_tjo)
Kebijakan itu pun menuai banyak pujian dari warganet karena dinilai sangat membantu masyarakat kecil, terutama dalam pengurusan administrasi seperti KUR hingga akta kelahiran anak.
Namun, siapa sangka di balik citranya sebagai pemimpin perempuan yang tegas dan penuh gebrakan, Sherly Tjoanda ternyata menyimpan alasan yang begitu personal saat memutuskan maju menjadi gubernur.
Dalam podcast milik Denny Sumargo, Sherly mengungkap bahwa dirinya sebenarnya tidak pernah memiliki cita-cita menjadi gubernur. Keputusan itu diambil demi melanjutkan amanah mendiang suaminya, Benny Laos.
Benny Laos diketahui merupakan politikus sekaligus pengusaha sukses yang pernah menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai periode 2017–2022.
Setelah kepergiannya, Sherly Tjoanda akhirnya didaftarkan oleh koalisi delapan partai politik untuk menggantikan posisi sang suami dalam Pilgub Maluku Utara 2024 hingga akhirnya terpilih menjadi gubernur.
Dalam pengakuannya, Sherly Tjoanda menyebut bahwa langkahnya maju ke dunia politik bukan didasari ambisi pribadi, melainkan demi menyelesaikan janji politik mendiang suaminya kepada masyarakat Maluku Utara.
![]()
Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara. (Sumber: YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo)
“Saya itu pengin menyelesaikan janji politik almarhum suami saya. Saya membutuhkan good closure untuk janji almarhum ke masyarakat Maluku Utara. Lima tahun ini saya harus melanjutkan, saya harus mewujudkan. Itu menurut saya ending saya dengan almarhum tuh seperti itu,” ujar Sherly Tjoanda.
Ia juga mengaku kehidupannya sebelum menjadi gubernur sebenarnya sudah sangat nyaman. Namun, semua kenyamanan itu harus dikorbankan demi menjalankan amanah yang ia yakini.
“Percayalah kehidupan saya sebelum menjadi gubernur ini sangat nyaman... saya punya kebebasan yang tidak saya miliki lagi hari ini,” ungkapnya.
Tak berhenti di situ, Sherly bahkan menyebut perjalanan politiknya sebagai bagian dari proses berduka atas kepergian sang suami.
“Sebenarnya ini saya lakukan untuk proses grieving saya. Dan output-nya adalah masyarakat Maluku Utara,” katanya.
Kini, seluruh kerja keras sherly tjoanda mulai mendapat perhatian luas. Namanya bahkan menempati posisi teratas survei Muda Bicara ID periode Kuartal I 2026 sebagai salah satu pemimpin daerah paling inspiratif di Indonesia.
(anf)
Load more