Belum Juga Kuliah, Siswi SMAN 1 Pontianak Langsung Dapat Jaminan Kerja usai Jawabannya Dianggap Salah oleh Juri LCC MPR
- Kolase
tvOnenews.com - Siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, mendapat tawaran tak terduga usai viral jawabannya dianggap salah oleh dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI.
Tawaran tersebut datang dari Alumni SMAN 1 Pontianak, sekaligus Anggota DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda.
Beberapa hari ini media sosial dihebohkan dengan kontroversi yang terjadi dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di tingkat Kalimantan Barat.
Di dalam acara tersebut, terdapat kejadian tak terduga ketika jawaban seorang siswi dari SMAN 1 Pontianak terkait mekanisme pemilihan anggota BPK dianggap salah oleh dewan juri.
Padahal jawaban tersebut sama persis dengan jawaban regu lain yang kemudian dibenarkan dewan juri dan mendapat poin.
Kejadian ini langsung mendapat perhatian dari Rifqinizamy Karsayuda, Ketua Komisi II DPR RI yang juga merupakan alumni SMAN 1 Pontianak.
Melalui akun Instagram pribadinya, Rifqinizamy Karsayuda memberikan pernyataan tegas dan menyampaikan 3 tuntutan kepada pihak penyelenggara LCC tersebut.
Tuntutan yang pertama, Rifqinizamy Karsayuda menuntut agar Biro Persidangan MPR RI sebagai penanggung jawab kegiatan tersebut untuk meminta maaf dan memberikan klarifikasi.
Kemudian tuntutan yang kedua, Rifqinizamy Karsayuda juga meminta dewan juri meminta maaf.
Pada tuntutan yang ketiga, Rifqinizamy Karsayuda meminta agar pihak penyelenggara mem-blacklist dewan juri dalam kegiatan serupa.
Tidak hanya itu, Rifqinizamy Karsayuda juga mendesak MPR RI untuk memberikan penghargaan untuk siswi SMAN 1 Pontianak yang diketahui bernama Josepha Alexandra.
"Saya kira institusi MPR haru memberikan reward atau penghargaan yang pantas kepada dia," tegas Rifqinizamy Karsayuda, seperti dilansir tvOnenews.com.
Rifqinizamy Karsayuda mengusulkan agar Josepha Alexandra dijadikan Duta Empat Pilar MPR RI.
![]()
"Dan dia harus dijadikan duta empat pilar kebangsaaan tingkat SLTA, setidaknya di tingkat Kalimantan Barat," saran Rifqinizamy Karsayuda.
"Mudah-mudahan ikhtiar kita ini segera mendapatkan hasil karena bagaimana pun kita harus akui bahwa ada kesalahan yang dilakukan dan karena itu harus ada segera perbaikan," lanjutnya.
Pihak MPR RI sendiri sudah menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi melalui akun Instagram resminya.
Rifqinizamy Karsayuda sendiri telah menunjukkan keseriusannya dalam kasus ini dengan menghubungi langsung Josepha Alexandra.
Ketua Komisi II DPR RI tersebut langsung menawarkan Josepha Alexandra beasiswa untuk berkuliah di China.
Menariknya, Rifqinizamy Karsayuda juga memberikan jaminan pekerjaan langsung di perusahaan multinasioanl setelah Josepha Alexandra lulus kuliah dari China.
Rifqinizamy Karsayuda tetap memberikan kesempatan bagi Josepha Alexandra untuk mempertimbangkan pilihan tersebut bersama orang tua dan gurunya.
"Nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China," ujar Rifqinizamy Karsayuda.
"Ini Abang berikan, tapi kesempatannya silakan Josepha rembukkan dengan orang tua dan guru ya," lanjutnya.
Sebuah kesempatan emas untuk masa depan pendidikan serta karier Josepha Alexandra.
(far)
Load more