Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun
- tvOneNews
Semarang, tvOnenews.com - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng), KH Abdul Ghaffar Rozin menyoroti kasus pencabulan Kiai Ashari terhadap 50 santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Tlogosari, Tlogowungu, Pati.
Gus Rozin sapaan akrabnya menyampaikan penegasan terkait Ponpes Ndholo Kusumo Pati milik Kiai Ashari. Dari hasil penelusuran, pesantren tersebut bukan bagian dari NU.
Ia membantah Ponpes Ndholo Kusumo merupakan bagian dari Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU). Baginya, RMI NU merupakan salah satu lembaga yang dijaga ketat oleh NU.
Gus Rozin bahkan menyebut sosok pelaku kekerasan seksual terhadap para santriwati bukan seorang kiai. PWNU Jateng menelusuri bahwa Kiai Ashari adalah sosok dukun.
"Hasil penelusuran PWNU Jateng diperoleh informasi bahwa sosok Ashari sebenarnya adalah seorang tabib atau dukun," ujar Gus Rozin melalui laman resmi NU Jateng dikutip, Kamis (14/5/2026).
Kenapa Ketua PWNU Jateng Sebut Kiai Ashari Dukun?
- Istimewa
Ia menjelaskan, dari hasil penelusuran tersebut, Ashari tak menunjukkan dirinya sebagai kiai. Pengasuh Ponpes Tahfidzul Quran Ndholo Kusumo kerap membuka praktik ritual.
Ia menilai siasat licik yang kerap dilakukan oleh Ashari. AS, nama inisial kiai tersebut menawarkan ritual penyembuhan untuk pasiennya.
"Dan kemudian mendirikan lembaga pendidikan," lanjutnya.
Menyikapi hal ini, ia harus menyampaikan klarifikasi. Sebab, banyak informasi yang merebak terkait sosok Kiai Ashari.
Berdasarkan pemberitaan di media sosial, Ashari sebagai sosok tersangka kasus tindak pelecehan seksual disebut sebagai kiai. Ironisnya, banyak yang mempercayai terkait kepercayaan diri diperlihatkan oleh Ashari.
Ashari selalu merasa percaya diri. Tak ayal, pengasuh Ponpes di Pati tersebut menganggap dirinya kebal hukum dengan dalih mempunyai banyak jaringan klien.
Adapun jaringan klien berdasarkan pengakuan dari Ashari berasal dari berbagai kalangan. Bahkan, ada yang menyebut klien membuat Ashari kebal hukum diduga dari unsur aparat.
Dampak dari itu membuat Ashari percaya diri. Karena label paham agama, tak sedikit masyarakat rela datang jauh-jauh untuk mendatangi pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo tersebut hanya guna meminta doa hingga mengikuti ritual pengobatan tak masuk akal.
Load more