Curhatan Kades Hoho kepada Dedi Mulyadi, Sebut Tekanan Datang setelah Seleksi Perangkat Desa Ditolak
- tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
“Dari tanggal 18 Februari berarti udah hampir sebulan, 26 hari,” kata Kades Hoho.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi sempat terkejut sekaligus mencoba mencairkan suasana dengan candaan khasnya.
“Itu padahal kalau ayam sudah 30 kali bertelur itu,” ujar Dedi Mulyadi sambil tertawa.
Candaan itu langsung disambut Kades Hoho.
“Iya, udah dapat Rp55 juta,” jawabnya.
Meski obrolan berlangsung santai, Dedi Mulyadi tetap mengingatkan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur hukum dan birokrasi, bukan tekanan massa.
“Bapak mah tempuh saja jalur prosedur hukum karena bapak adalah kepala desa, kekuatannya adalah kekuatan di birokrasi. Standarnya ya standar birokrasi saja. Jangan ada standar pengerahan masalah lagi,” kata Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, keputusan tetap bisa dijalankan apabila proses seleksi memang diyakini telah sesuai aturan.
“Kalau misalnya seleksi itu diyakini memang sudah sesuai prosedur, kemudian adil, transparan, terbuka, akuntabel, ya putuskan,” lanjut Dedi Mulyadi.
Namun ia juga mengingatkan bahwa perubahan tetap bisa dilakukan apabila ditemukan bukti pelanggaran yang jelas.
“Tetapi kalau merasa seleksi itu tidak terbuka, kemudian terindikasi tindak kecurangan, ya orang boleh dong melakukan perubahan tetapi perubahannya dilakukan setelah ada fakta-fakta dan bukti-bukti yang akurat,” ujar Dedi Mulyadi.
Di akhir perbincangan, Dedi Mulyadi menutupnya dengan kalimat yang membuat suasana kembali cair.
“Kasihan orang sudah paling bener pinter,” tutup Dedi Mulyadi.
(anf)
Load more