Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Dengar Pengakuan Ibu yang Ingin Kabur dari Suami, Langsung Beri Bantuan
- ChatGPT.com
tvOnenews.com - Sosok Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik setelah kisah lamanya saat membantu seorang ibu muda viral di media sosial.
Dalam sebuah momen, KDM dibuat syok ketika seorang ibu bernama Eka mengaku ingin kabur dari suaminya karena merasa tidak kuat menjalani kehidupan rumah tangganya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar dua tahun lalu ketika Dedi Mulyadi masih aktif berkeliling menemui warga secara langsung.
Gaya kepemimpinannya yang dekat dengan masyarakat memang sudah lama dikenal luas.
Ia kerap turun ke lapangan untuk mendengar keluhan warga, membantu kebutuhan mendesak, hingga memberikan solusi secara langsung.
Saat itu, Dedi bertemu dengan seorang ibu asal Pekanbaru yang tengah menggendong bayi kecilnya di tengah cuaca panas.
Perhatian KDM langsung tertuju pada wanita tersebut karena terus menangis sambil memeluk bayinya erat-erat.
Belakangan diketahui, bayi itu merupakan anak keempat Eka.
Sang suami diketahui berasal dari Purwakarta, Jawa Barat.
Tangisan Eka ternyata bukan hanya karena kondisi hidup yang sulit, tetapi juga karena rasa harunya bisa bertemu langsung dengan tokoh yang selama ini ia kagumi.
Melihat kondisi bayi yang digendong, Dedi Mulyadi kemudian meminta izin untuk menggendong sang bayi.
Dari percakapan singkat, ia mengetahui bahwa bayi tersebut lahir secara sesar dan tidak mendapatkan ASI sehingga harus mengonsumsi susu formula setiap hari.
Mendengar kondisi itu, Dedi langsung memberikan bantuan uang tunai.
“Ini bu untuk membeli susu,” ucap Dedi Mulyadi.
Ia juga sempat menjelaskan kebiasaan masyarakat Sunda saat bertemu bayi kecil.
“Orang Sunda tuh punya tradisi kalau ke bayi itu ngasih uang atau ngasih ayam, tradisi orang Sunda,” jelas Dedi Mulyadi.
Setelah membantu kebutuhan bayi, Dedi mengajak keluarga tersebut berfoto bersama.
Namun ia menyadari Eka masih terus menangis dan tampak menyimpan beban berat dalam hidupnya.
“Iya ibu yang sehat, sudah ketemu, jangan sedih lagi ya. Biar anaknya sehat, ibu jadi orang hebat. Rezekinya banyak, suaminya makin sayang sama ibu,” kata Dedi.
Karena kondisi cuaca cukup terik, Dedi bahkan menyarankan agar keluarga tersebut menunda perjalanan pulang hingga sore hari.
Ia juga menawarkan mobil pribadinya untuk mengantar ibu dan bayi tersebut agar lebih nyaman selama perjalanan.
Namun suasana berubah ketika percakapan mulai mengarah pada kehidupan pribadi Eka.
Dedi mengetahui bahwa perempuan tersebut sebenarnya ingin pulang ke Pekanbaru.
“Ibu pulang ke Pekanbaru?” tanya Dedi.
Eka hanya mengangguk sambil menangis.
“Pengennya. Masalahnya apa enggak bisa pulang ke Pekanbaru?” tanya Dedi lagi.
“Nunggu kabar dari anak,” jawab Eka lirih.
“Maksudnya nunggu kabar dari anak gimana? Urusan tiket?” tanya Dedi Mulyadi.
“Nunggu anak gajian,” jawab Eka.
Gubernur Jawa Barat itu kemudian mencoba memastikan keinginan sebenarnya dari ibu muda tersebut.
“Tapi sebetulnya ibu sebenarnya sudah pengen pulang?” tanya Dedi.
Eka kembali mengangguk sambil menyeka air mata.
“Kalau ibu pulang suaminya ikut lagi?” tanya Dedi.
“Enggak dibawa,” jawab Eka.
“Kenapa enggak dibawa?” lanjut Dedi.
Tak lama kemudian, pengakuan mengejutkan itu akhirnya keluar.
“Saya mau kabur,” ujar Eka.
Mendengar pengakuan tersebut, Dedi Mulyadi tampak terkejut.
Ia lalu mencoba menggali alasan di balik keinginan Eka meninggalkan rumah tangganya.
Setelah mendengar seluruh cerita, Dedi memilih memberikan nasihat agar Eka tidak mengambil keputusan secara emosional.
“Ibu jangan mikir kabur-kabur lagi, sayang sama suami kan, suaminya baik kan, ya udah ngapain lagi ya,” ujar Dedi Mulyadi.
“Kalau urusan hidup susah, banyak orang yang lebih susah dari kita. Orang nasibnya lebih tragis, suami galak suka mukulin, sama perempuan lain. Suami ibu enggak kan? Yaudah ibunya yang sabar,” lanjutnya.
Tak hanya memberikan wejangan, Dedi juga memastikan kebutuhan bayi tersebut tetap aman.
Ia bahkan berjanji membantu menyediakan susu dan popok selama dua bulan penuh agar Eka tidak lagi terbebani kebutuhan sehari-hari.
“Tinggal di sini apa adanya, karena ini ada anak kecil yang harus dilindungi, nanti saya urusin, kan ibu enggak perlu mikirin lagi susu sekarang, saya siapin susunya untuk dua bulan,” kata Dedi.
“Ibu enggak usah pusing lagi, karena ini anak Indonesia harus dilindungi,” tambahnya.
Di akhir pertemuan, Dedi kembali mengingatkan pentingnya keteguhan seorang ibu dalam menjaga keluarga dan anak-anaknya.
“Intinya jangan sedih lagi. Saya titip pesan sama ibu ya. Sayangi anak ibu dengan cara ibunya berpikir enggak boleh pergi lagi. Yang penting dapat makan dulu, dengan ibu sabar, ibu menerima, ibu doa, maka hidup ibu akan tenang. Toh rezeki ada saja kan, sekarang dapat rezeki dari saya,” tutup Dedi Mulyadi.
Kisah tersebut kembali ramai diperbincangkan publik karena dinilai menunjukkan sisi humanis Dedi Mulyadi yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat kecil.
Selain aktif di dunia politik, Dedi memang kerap turun langsung membantu warga yang mengalami kesulitan ekonomi maupun persoalan keluarga.
Banyak warga Jawa Barat mengenalnya sebagai pemimpin yang lebih memilih hadir langsung di tengah masyarakat dibanding hanya bekerja dari balik meja kantor.
(anf/tsy)
Load more