Dewi Perssik Murka Aldi Taher Klaim Status Jadi Ayah dari Anaknya di Ruang Publik: Dia Bukan Bahan Pencitraan!
- Kolase Instagram/@alditaher.official/@dewiperssik9
Jakarta, tvOnenews.com - Penyanyi dangdut Dewi Perssik geram terhadap aktor sekaligus musisi, Aldi Taher. Amarah tersebut bentuk menyikapi pernyataan mantan suaminya.
Dewi Perssik menegur keras Aldi Taher. Mantan suami menggunakan status anaknya, Felice Gabriel di ruang publik.
Dewi Perssik mengetahui Aldi Taher sempat menyebut status Felice Gabriel sebagai anak kandungnya. Aldi mengabarkan kepada publik bahwa dirinya mengklaim sebagai ayahnya.
Depe sapaan akrabnya memahami maksud mantan suaminya. Aldi Taher menunjukkan hal itu kepada publik karena sayang kepada Felice Gabriel.
"Aku menghargai kalau kamu sayang pada Gabriel, Mas Aldi Taher, tapi jangan membuat pernyataan di publik seolah kamu hadir dan berperan sebagai ayah selama ini karena itu tidak sesuai kenyataan," tulis Dewi Perssik dalam unggahan Instagram pribadinya, Jumat (15/5/2026).
Peringatan Keras Dewi Perssik untuk Aldi Taher
- Kolase Instagram/@dewiperssik9/@alditaher.official
Pelatun Indah Pada Waktunya itu menegaskan pernyataan yang dibuat Aldi Taher tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Ia mengingatkan mantan suaminya agar tidak menyebut hal-hal aneh.
Ia tidak habis pikir maksud dari Aldi Taher. Anaknya dibawa-bawa hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi sehingga harus disebut di ruang publik.
Depe selaku ibu Gabriel tentu tidak terima. Ia berharap anaknya tidak dijadikan bahan kebutuhan menaikkan popularitas yang rentan membuat pernyataan tersebut viral di media sosial.
"Anak bukan bahan pencitraan atau konsumsi sosial media. Akhirnya pada asumsi yang tidak-tidak atas pernyataan potongan video kamu yang FYP di TikTok," sentil dia.
Lebih lanjut, Dewi Perssik merasa tak nyaman. Kehebohan status anaknya bermula saat dibicarakan oleh Aldi Taher di ruang obrolan orang dewasa.
Menurutnya, langkah yang diambil Aldi Taher tidak hanya menyinggung dirinya, tetapi dapat menyakiti perasaan Gabriel. Terlebih, status Gabriel bukan notabene sebagai publik figur.
"Tidak semua hal tentang anak saya pantas dijadikan komentar. Kalau tidak bisa menjaga perasaan anak orang, jangan membuat asumsi tentang hidupnya," jelasnya.
Ia bertanya-tanya kenapa Aldi Taher bisa melakukan hal itu dengan membawa status anaknya terbuka di ruang publik. Ia melihat narasi tersebut tidak menunjukkan empati kepada orang lain.
"Dipakai hatinya sebelum bicara anak orang, kecuali memang manusia yang tidak punya hati, Naudzubillah. Berbicara tentang hubungan orang dewasa tidak perlu bawa-bawa ke status anak saya. Anak saya bukan bahan narasi untuk siapapun. Empat itu penting apalagi menyangkut anak," bebernya.
Soal Status Anak Adopsi atau Anak Angkat
Ia memahami Felice Gabriel bukanlah anak kandungnya. Ia mengadopsi anak angkatnya sejak berusia dua minggu, tepatnya pada 2007.
Depe memang tidak memiliki darah daging dengan Gabriel. Kendati demikian, kasih sayangnya sebagai seorang ibu tanpa batas membuat dirinya mendidik Gabriel dengan sepenuh hati.
Si Goyang Gergaji ini tidak menyangka Aldi menyatakan tentang status Gabriel. Ia sendiri tak pernah membahas persoalan ini karena didasari sayang dengan anaknya.
"Saya aja ibunya yang merawat dari anak saya tahu dunia tidak pernah bilang anak adopsi atau angkat, ini mulut manusia yang katanya dewasa dan beriman kok kayak orang tidak berpendidikan dan tidak berempati," geram Depe.
Lanjut, Depe memberikan klaim hanya dirinya yang mempunyai hak untuk membicarakan tentang status Felice Gabriel. Tak ayal, klaim tersebut tak lepas lantaran ia adalah ibunya.
Depe selaku ibunya melakukan hal ini guna menjaga mental anaknya. Sebab, Gabriel tengah menjalani pendidikan sebagai taruna di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.
"Mengetik tanpa bersalah dan ikut campur privasi orang, saya yang punya hak sebagai orang tua untuk membicarakan ranah privasi untuk anak saya, bukan orang lain yang membuka ruang komentar sembarangan dengan mengintimidasi. Ataghfirullah," ucapnya.
Dalam penutupnya, ia meminta kepada publik. Ia berharap tidak ada penilaian terkait hubungan dan peran seseorang dalam kehidupan anaknya cuma dari satu pandangan.
"Ada proses dan kenyataan yang tidak perlu diumbar demi menjaga psikologis anak saya," tukasnya.
(hap)
Load more