Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah
- Youtube MPRGOID
tvOnenews.com - Pihak SMAN 1 Sambas menuntut dipulihkannya nama baik sekolah hingga tolak berpartisipasi dalam pertandingan ulang final LCC MPR RI Kalbar.
Hal ini terjadi setelah polemik yang melibatkan SMAN 1 Pontianak dengan keputusan dewan juri hingga menyeret nama SMAN 1 Sambas yang keluar sebagai pemenang.
Satu pekan terakhir publik dihebohkan dengan keputusan dewan juri yakni Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Situasi kian gaduh ketika MC Shindy Lutfiana malah membuat pernyataan yang seolah tidak memberikan jalan keluar saat siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Alexandra protes.
Alhasil, kedua dewan juri serta MC tidak lagi diikutsertakan dalam acara LCC. Tidak hanya itu, peserta seperti SMAN 1 Sambas ternyata juga terkena imbasnya.
SMAN 1 Sambas yang keluar sebagai pemenang di LCC MPR RI Kalbar ikut terseret hujatan publik. Hal inilah yang buat pihak sekolah merilis pernyataan resmi.
Kontroversi LCC MPR RI Kalbar
- Youtube MPRGOID
Ada satu pernyataan yang lugas dijawab oleh Regu C dari SMAN 1 Pontianak. Bentuk soalnya “DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?“
Tapi yang terjadi adalah dewan juri menganggap jawaban dari Regu C itu salah sehingga dikurangi 5 poin. Kesempatan kini ada di tim lain.
Regu B dari SMAN 1 Sambas lalu mengambil alih dan ternyata isi jawaban dari mereka sama persis dengan Regu C dari SMAN 1 Pontianak. Anehnya, hal ini disahkan juri.
Keputusan tersebut langsung diprotes oleh Regu C karena merasa telah memberikan jawaban yang sama sebelum diucapkan peserta dari Regu B.
“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” intrupsi peserta Regu C, Josepha Alexandra.
SMAN 1 Sambas Buka Suara Terkait Polemik LCC MPR RI Kalbar
Hampir satu pekan setelah kejadian, sejumlah elemen yang terlibat dalam acara tersebut jadi pembahasan nasional. Dewan juri sampai MC dibekukan MPR RI.
Begitupula dengan SMAN 1 Sambas, sang pemenang LCC MPR RI Kalbar yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam perlombaan di Jakarta.
Tidak sedikit dari netizen yang melayangkan hujatan kepada SMAN 1 Sambas karena dianggap mengambil jawaban SMAN 1 Pontianak.
Menyikapi hal itu, SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolahnya merilis pernyataan sikap pada Jumat (15/5) yang terdiri dari 8 poin dengan sejumlah tuntutan.
Beberapa poin penting yang bisa dikutip ialah SMAN 1 Sambas telah mengikuti aturan lomba. Mereka juga mengecam tuduhan yang merembet kepada keluarga terkait.
Adapun SMAN 1 Sambas membantah isu nepotisme serta menolak tegas pertandingan ulang final LCC MPR RI Kalbar yang sebelumnya digagas pejabat terkait.
Yang paling utama adalah memulihkan kembali nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terkait kondisi psikis murid sebelum mewakili Kalbar di LCC 4 MPR RI di tingkat nasional.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas
Berdasarkan komitmen bersama dewan guru beserta staf TU SMAN 1 Sambas dan peserta LCC 4 Pilar MPR RI 2026 beserta orangtua mereka untuk menjaga marwah pendidikan dan kesehatan mental / psikis murid dalam lingkungan yang sehat dan bermartabat, kami menyampaikan sikap sebagai berikut:
1. Menghormati setiap keputusan resmi yang telah ditetapkan sebagai bagian dari mekanisme penyelenggaraan lomba.
2. Meyakini bahwa peserta LCC 4 Pilar dari SMAN 1 Sambas telah berkompetisi sesuai tata tertib yang telah ditetapkan panitia dan disepakati seluruh peserta lomba.
3. Mengapresiasi usaha MPR RI sebagai penyelenggara untuk mengatasi polemik yang muncul pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026. Namun menyayangkan abainya penyelenggara dalam meluruskan informasi terkait polemik ini sehingga SMAN 1 Sambas terus-menerus terpojok.
4. Mengecam munculnya berbagai bentuk opini, narasi, tuduhan maupun tindakan di media sosial yang menyerang sekolah, dewan guru beserta staf TU, murid dan bahkan sampai ke alumni. Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana.
5. Membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, tindak nepotisme, dan prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada SMAN 1 Sambas.
6. SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
7. Kami mendesak pihak penyelenggara untuk memulihkan kembali nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terkait kondisi psikis murid SEBELUM kami mewakili KALBAR pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026 di tingkat Nasional.
8. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri, menghormati proses yang sedang berlangsung, dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana, objektif, serta berkeadilan.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga suasana pendidikan yang sehat, kondusif, dan bermartabat.
Sambas, 15 Mei 2026
Tertanda
Kepala SMAN 1 Sambas
Load more