Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelanggaraan LCC
- Facebook/SMA Negeri 1 Sambas
Sementara, SMAN 1 Sambas sebagai peserta sekolah yang menjadi juara I. Hal ini membawa nama sekolah akan berduel kecerdasan dengan sekolah dari seluruh wilayah Indonesia.
"Menghormati setiap keputusan resmi yang telah ditetapkan sebagai bagian dari mekanisme penyelenggaraan lomba," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas.
Soal Tata Tertib
Kemudian, SMAN 1 Sambas berbicara tentang tata tertib. Pihak sekolah tidak menyangka tak sedikit publik memberikan kritik terhadap SMAN 1 Sambas.
Peserta dari Regu B yang mewakili SMAN 1 Sambas tak melanggar aturan. Mereka telah mengikuti sesuai tata tertib sebagaimana dalam mekanisme penyelenggaraan final LCC.
Tata tertib tersebut berdasarkan dari hasil keputusan bersama. Terkait polemik jawaban, pihaknya telah mengikuti ketentuan yang berlaku.
Dalam video yang beredar, muridnya dari Regu B menjawab seusai menekan tombol membawa Regu B mendapatkan tambahan 10 poin.
"Meyakini bahwa peserta LCC 4 Pilar dari SMAN 1 Sambas telah berkompetisi sesuai tata tertib yang telah ditetapkan panitia dan disepakati seluruh peserta lomba," tegas SMAN 1 Sambas.
SMAN 1 Sambas mengapresiasi MPR RI, terutama dalam urusan menyelesaikan kontroversi hasil kegiatan LCC tingkat Kalbar. Namun, pihak sekolah menyayangkan pihak penyelenggaran telat menuntaskan polemik tersebut.
Akibatnya, SMAN 1 Sambas menjadi sasaran amukan publik. Salah satu faktor hujatan yang menghantam citra sekolah akibat unggahan merayakan kemenangan di tengah kontroversi ajang ini.
Kepala sekolah menyesali dampak dari kontroversi ini. Untuk mempertahankan marwah pendidikan, sekolah mengecam tindakan hingga opini yang dapat merusak citra sekolah, dewan guru, staf TU, murid hingga alumni.
"Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana," katanya.
SMAN 1 Sambas juga menolak keras terkait tuduhan adanya dugaan unsur kecurangan. Pasalnya, opini liar ini muncul akibat kontroversi dari keputusan dewan juri.
Pihak sekolah juga menepis tuduhan penyuapan, tindak nepotisme hingga prasangka bahwa SMAN 1 Sambas sudah diatur menjadi pihak yang layak mewakili Kalbar ke tingkat nasional.
"SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat," tukas Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas.
Load more