Klarifikasi Dedi Mulyadi soal Sekolah Maung saat Tahu Siswa SMAN 5 Bandung Salah Paham: Itu Istilah
- tvOnenews.com Edit / Instagram @dedimulyadi71
tvOnenews.com - Nama “Sekolah Maung” mendadak ramai diperbincangkan setelah sejumlah siswa SMAN 5 Bandung mengaku keberatan jika nama sekolah mereka benar-benar diubah. Reaksi para siswa itu bahkan sampai menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang langsung memberikan klarifikasi lewat media sosial pribadinya.
Polemik bermula usai beredar unggahan TikTok dari akun @pikiranrakyat dengan keterangan, “Siswa SMAN 5 Bandung Keberatan nama sekolah diubah jadi ‘Sekolah Maung’.” Dalam video tersebut, beberapa siswa menyampaikan keresahan mereka terkait wacana tersebut.
Dafa, salah satu siswa SMAN 5 Bandung, mengaku kurang setuju apabila nama sekolahnya diubah.
“Kalau itu sih om, kalau nama sekolah diubah jadi Sekolah Maung, aku kurang sependapat, karena kan dari dulu juga udah ikonik SMAN 5 Bandung,” ucap Dafa.
Hal senada juga disampaikan siswa lainnya bernama Satria. Ia menilai penyebutan nama sekolah baru itu terdengar aneh.
“Aneh pas nyebut aja sih. Jadi misalkan, ‘dari SMA mana? Maung 5,’ gitu kan jadi aneh,” kata Satria.
Sementara itu, Azam mengaku khawatir perubahan nama justru menghilangkan sejarah panjang sekolah yang sudah melekat di masyarakat.
“Dari saya sendiri, perubahan nama yang tiba-tiba mendadak dari SMAN 5 ke Sekolah Maung rasa gimana gitu ya. Memang bagus jadi kayak Maung, tapi menghilangkan sejarah SMAN 5 yang sudah kental gitu,” ujar Azam.
Melihat ramainya respons para siswa, Dedi Mulyadi akhirnya memberikan penjelasan melalui unggahan Instagram pada 17 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa istilah “Maung” bukanlah nama baru sekolah, melainkan singkatan dari Manusia Unggul.
“Dan buat adikku yang ganteng-ganteng yang pinter-pinter, SMA Maung itu istilah, bukan jadi penamaan,” jelas Dedi Mulyadi sambil tersenyum.
Ia kemudian menjelaskan bahwa istilah tersebut dipakai untuk menggantikan sebutan sekolah favorit.
“Maung itu manusia unggul, artinya pengganti dari kalimat favorite,” tegas Dedi Mulyadi.
Program Sekolah Maung sendiri diketahui merupakan gagasan baru Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kata “Maung” merupakan akronim resmi dari Manusia Unggul.
Menurut Dedi Mulyadi, konsep manusia unggul tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga bakat non-akademik seperti olahraga, seni, hingga industri kreatif.
“Yang merekrut siswa berdasarkan jalur akademik, dan jalur prestasi lainnya di bidang seni, olahraga, industri kreatif, banyak lah,” ujar Dedi Mulyadi.
“Karena manusia unggul itu bukan akademik saja, non-akademik juga merupakan keunggulan. Dia menjadi pemain sepak bola handal itu juga unggul. Manusia unggul itu,” lanjutnya.
Ia pun memastikan nama sekolah-sekolah di Jawa Barat tidak akan berubah meski program Sekolah Maung dijalankan.
“Jadi sekolahnya tetap SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung itu, dan nanti di tempat lain mungkin kan ada SMA Negeri 1 Purwakarta, SMA Negeri 1 Subang, SMA Negeri 1 Indramayu, biasanya begitu,” kata Dedi Mulyadi.
Sambil tertawa, ia juga menepis anggapan bahwa nantinya akan ada nama baru seperti “SMA 5 Maung Bandung”.
“Nanti tidak ada perubahan istilah SMA 3 Maung Bandung,” ucap Dedi Mulyadi sambil tertawa.
“‘SMA 5 Maung Bandung’, enggak ada istilah begitu. Sekolahnya tetap seperti dulu di seluruh Provinsi Jawa Barat sama namanya ya,” jelasnya lagi.
Di akhir penjelasannya, Dedi Mulyadi berharap masyarakat tidak salah memahami istilah Sekolah Maung. Ia menekankan bahwa setiap sekolah tetap bisa melahirkan manusia unggul, tak hanya sekolah yang selama ini dianggap favorit.
“Tidak ada perubahan, kalimat Maung itu cuma istilah. Itu disebutnya sekolah-sekolah unggul, manusia unggul,” kata Dedi Mulyadi.
“Jadilah manusia-manusia unggul. Dan tentunya manusia unggul bukan hanya berkumpul pada sekolah yang dianggap favorite, sekolah yang tidak dianggap favorite pun akan melahirkan manusia-manusia unggul, sesuai dengan klasifikasinya. Terima kasih,” tutupnya.
(anf)
Load more