Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak
- Kolase Instagram/s_tjo - YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL - YouTube/MPRGOID
tvOnenews.com - Kabar mengenai Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, hingga polemik Lomba Cerdas Cermat MPR menjadi topik terpopuler di tvOnenews.com kemarin, 17 Mei 2026.
Berikut ringkasan dari tiga artikel terpopuler tersebut:
Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi untuk Masyarakat Malut
- Instagram @t_jo
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyiapkan sejumlah program untuk membantu masyarakat menjelang Idul Adha 2026.
Salah satu program utamanya yakni distribusi 100 ekor sapi kurban ke seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan di daerah.
Selain pembagian sapi kurban, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga akan rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 10 kabupaten/kota untuk komoditas seperti beras, bawang, cabai, dan tomat.
Sherly juga mengungkapkan bahwa Maluku Utara masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, termasuk beras, ayam potong, dan telur.
Karena itu, Pemprov Malut tengah menjajaki kerja sama investasi peternakan agar daerah bisa memiliki produksi mandiri pada 2026.
Di sisi lain, Sherly mengapresiasi kerja sama dengan Bank Indonesia dan berbagai pihak karena berhasil menekan inflasi Maluku Utara menjadi 2,03 persen per Mei 2026, lebih rendah dari standar nasional.
Baca berita selengkapnya: Kabar Bahagia untuk Warga Maluku, Sherly Tjoanda Bakal Kirim 100 ekor Sapi dan laksanakan Gerakan Pangan Murah
Dedi Mulyadi Minta Situs Sejarah Sunda Tak Lagi Dikaitkan dengan Klenik
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel - AI ChatGPT
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap situs dan benda peninggalan sejarah Sunda.
Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, peninggalan sejarah seharusnya dipahami dari sisi akademik dan peradaban, bukan dikaitkan dengan hal mistis atau pemujaan.
Hal tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri diskusi kecagarbudayaan bertajuk “Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake” di Museum Pajajaran Batutulis.
KDM menilai benda bersejarah seperti Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih menjadi bukti kemajuan peradaban Sunda pada masa lalu.
Karena itu, ia mendorong adanya kajian ilmiah terkait sejarah, material, hingga makna filosofis dari peninggalan tersebut.
Menurutnya, situs sejarah harus difungsikan kembali sebagai tempat konservasi, pendidikan, dan pengembangan budaya, bukan untuk praktik klenik.
Sebagai bentuk komitmen pelestarian budaya Sunda, Pemprov Jabar juga menyiapkan anggaran Rp9 miliar untuk perbaikan museum serta penataan kawasan di sekitar rute Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor.
Baca berita selengkapnya: Soal Adanya Pemujaan dan Klenik, Dedi Mulyadi Minta Masyarakat Ubah Cara Pandang ke Situs Peninggalan Sejarah Sunda
Reaksi Warganet soal Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang LCC MPR
- Instagram @windyprihastari
SMAN 1 Pontianak resmi menolak mengikuti lomba ulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR Kalbar 2026.
Sikap tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi sekolah yang berisi delapan poin tanggapan atas polemik yang sempat viral di media sosial.
Dari seluruh poin yang disampaikan, publik paling banyak menyoroti poin kelima dan keenam.
Dalam poin tersebut, SMAN 1 Pontianak menyatakan tetap menghormati hasil lomba serta mendukung penuh SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Sekolah juga menegaskan tidak akan mengikuti lomba ulang yang direncanakan MPR RI.
Mereka menyebut langkah yang dilakukan sejak awal hanya untuk meminta klarifikasi atas penilaian yang dianggap janggal, bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu.
Sikap tersebut langsung menuai banyak pujian dari warganet. Banyak yang menilai keputusan SMAN 1 Pontianak menunjukkan sikap dewasa dan berjiwa besar di tengah polemik yang memanas.
“Respect untuk poin 5 dan 6, mental anak-anak harus dijaga,” tulis salah satu warganet di media sosial.
Warganet lain juga menilai keputusan menolak lomba ulang justru menjadi langkah terbaik agar polemik tidak semakin melebar.
Baca berita selengkapnya: Reaksi Warganet atas Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Final LCC MPR: Respek untuk Poin 5 dan 6
(klw/amr/gwn)
Load more