Dedi Mulyadi Kebingungan Didatangi Akademisi dan Pendeta dari Papua: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri
- tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Kediaman Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang, mendadak kedatangan tamu spesial dari Papua. Bukan pejabat biasa, rombongan tersebut terdiri dari akademisi hingga pendeta yang sengaja datang jauh-jauh dari Jayapura untuk berdiskusi langsung soal pembangunan berbasis budaya dan lingkungan.
Momen itu langsung mencuri perhatian karena Dedi Mulyadi sendiri terlihat kebingungan saat mengetahui dirinya didatangi oleh komunitas strategis dari Papua. Dengan gaya santainya, ia bahkan sempat melontarkan candaan yang membuat suasana pecah.
“Apa ini datang ke saya, saya gubernur Jabar, bukan menteri saya, apa ini?” tanya Dedi Mulyadi sambil tersenyum.
![]()
Dedi Mulyadi Didatangi Pendeta Akademisi dari Papua. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Pertemuan tersebut terekam dalam tayangan terbaru YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada 17 Mei 2026. Dalam video itu, hadir perwakilan komunitas Analisis Papua Strategis (APS), termasuk akademisi sekaligus dosen Fakultas Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, Laus Rumayom.
“Saya Laus Rumayom, ketua Analisis Papua Strategis. Saya bekerja sebagai dosen di Fakultas Hubungan Internasional, Universitas Cenderawasih,” ujar Laus Rumayom.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung menanggapi dengan gaya khasnya yang santai.
“Weh, bahasa Inggrisnya pasti aktif, saya kalah. Oh, ngajar di sana, ASN?” kata Dedi Mulyadi.
Laus Rumayom kemudian menjelaskan bahwa APS merupakan komunitas sukarela yang menghimpun para profesional untuk membantu percepatan pembangunan di Papua. Menurutnya, Papua kini telah terbagi menjadi enam provinsi dengan tantangan pembangunan yang sangat besar.
“Iya, benar. Tapi kami volunteer untuk menghimpun semua para profesional untuk bisa terlibat membantu Papua yang sangat luas. Sekarang ada enam provinsi. SDM-nya juga butuh penguatan untuk strategi pembangunan Papua,” ujar Laus Rumayom.
Ia menjelaskan, APS selama ini bergerak sebagai think tank yang fokus mencari strategi pembangunan Papua berbasis kebutuhan lokal masyarakat.
“Jadi visi kami adalah membangun Papua berbasis jembatan peradaban. Jadi kami lebih bekerja sebagai think tank. Setiap tahun kami melakukan annual conference dengan tema besar Papua Development Strategy, strategi pembangunan Papua,” katanya.
Load more