News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kades Hoho Bongkar Pengakuan Peserta Seleksi Kadus Purwasaba, Sebut Diancam hingga Dipaksa Mengaku Curang

Kades Hoho bongkar pengakuan peserta seleksi Kadus Purwasaba yang mengaku diancam hingga dipaksa mengaku curang. Simak pernyataan selengkapnya berikut ini!
Senin, 18 Mei 2026 - 13:39 WIB
Kades Hoho Alkaf
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / Instagram @hoho_alkaff

tvOnenews.com - Polemik seleksi perangkat desa di Purwasaba, Banjarnegara, kembali memanas. Setelah sempat diterpa demonstrasi hingga dugaan pengeroyokan, kini Kades Hoho mengunggah sebuah video pengakuan peserta seleksi Kadus yang mengaku mendapat tekanan saat proses pemeriksaan berlangsung.

Video tersebut langsung menyita perhatian publik karena berisi pengakuan mengejutkan dari seorang peserta seleksi yang mengklaim dirinya sempat diancam hingga dipaksa mengaku menerima bocoran soal. Unggahan itu pun memicu gelombang dukungan untuk Kades Hoho di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab dikenal sebagai Kades Hoho Alkaf, tengah menjadi sorotan setelah menolak perintah Bupati Banjarnegara untuk mengulang seleksi perangkat desa.

kades hoho
Kades Hoho. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / Instagram @hoho_alkaff)

Kades Hoho tetap bersikeras melantik tiga Kepala Dusun (Kadus) hasil ujian Februari 2026 meski rekomendasi dari bupati belum diberikan karena adanya dugaan kecurangan berdasarkan temuan Inspektorat.

Kasus tersebut bahkan sempat memicu demonstrasi warga, dugaan pengeroyokan terhadap Kades Hoho, hingga ancaman gugatan hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Baru-baru ini, Kades Hoho mengunggah video berisi klarifikasi dari Adi Setiawan, peserta seleksi perangkat desa asal Purwasaba RT 3 RW 4, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.

“Saya adalah peserta yang mengikuti penjaringan perangkat desa di Purwasaba Dusun Empat dan saya mendapatkan nilai tertinggi di garis empat,” ujar Adi Setiawan.

Adi kemudian mengaku dirinya sebenarnya telah memperoleh rekomendasi resmi pada 18 Februari 2026. Namun, ia merasa keberatan dengan proses pemeriksaan yang dilakukan.

“Sudah mendapatkan rekomendasi pada tanggal 18 Februari 2026 secara sah. Saya keberatan proses PAP Inspektorat Banjarnegara yang menekan saya agar memberikan keterangan adanya kebocoran 70 soal dan saya diancam diberhentikan dari pekerjaan PPPK paruh waktu dan dilaporkan ke inspektorat provinsi, disuruh membayar denda yang saya sendiri tidak paham masalah denda yang dimaksud,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pengakuannya, Adi juga menyebut dirinya sempat berada dalam tekanan hingga akhirnya memberikan pengakuan yang menurutnya tidak sesuai fakta sebenarnya.

“Pada saat itu staf memaksa sambil memukul atau menggebrak meja yang membuat pikiran saya blank. Saya mengakui bahwa saya diberikan soal bocoran dan mengambil di rumah Pak Kades, tetapi yang sebenar-benarnya sama sekali tidak pernah ke rumah Pak Kades apalagi diberikan soal. Demikian klarifikasi ini saya buat tanpa ada paksaan dari pihak mana pun, terima kasih,” ujar Adi Setiawan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kemendagri Turun Tangan Percepat Penegasan Batas Desa, Minta Kepala Daerah Segera Lapor

Kemendagri Turun Tangan Percepat Penegasan Batas Desa, Minta Kepala Daerah Segera Lapor

Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Bina Pemdes Kemendagri) menggenjot percepatan penegasan batas desa di sejumlah daerah. 
Mahkamah Agung Batalkan Aturan Usia Pensiun 65 Tahun bagi Buruh

Mahkamah Agung Batalkan Aturan Usia Pensiun 65 Tahun bagi Buruh

Putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan ketentuan kenaikan bertahap usia pensiun hingga 65 tahun menjadi momentum penting bagi reformasi Jaminan Pensiun Nasional.
Soal Herri Pras Viral Digeruduk OTK, Habib Bahar bin Smith: Kalau Mau Kritik, Pakai Cara yang Baik

Soal Herri Pras Viral Digeruduk OTK, Habib Bahar bin Smith: Kalau Mau Kritik, Pakai Cara yang Baik

Habib Bahar bin Smith menilai konten kreator Herri Pras tidak memiliki kapasitas mengkritik tokoh agama, terutama ulama terutama melalui konten media sosial.
Gerindra Tegaskan Sudah Pecat 3 Anggota DPRD Jatim Imbas Kasus Narkoba

Gerindra Tegaskan Sudah Pecat 3 Anggota DPRD Jatim Imbas Kasus Narkoba

Ketua Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan mereka telah dipecat sebagai legislator dalam sidang yang dilaksanakan 8 Oktober 2026 lalu.
Gebrakan Inovasi Daerah di IGA 2026: Dari Patin Jadi Lumbung Pangan hingga Batang Sawit Jadi Gula

Gebrakan Inovasi Daerah di IGA 2026: Dari Patin Jadi Lumbung Pangan hingga Batang Sawit Jadi Gula

Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (BSKDN Kemendagri) menggelar rangkaian kegiatan Innovative Government Award (IGA) 2026.
Dayung, Bulu Tangkis Hingga Panjat Tebing Tak Masuk SEA Games 2027 Malaysia, NOC Indonesia Soroti Keputusan SEAGF

Dayung, Bulu Tangkis Hingga Panjat Tebing Tak Masuk SEA Games 2027 Malaysia, NOC Indonesia Soroti Keputusan SEAGF

Southeast Asian Games Federation (SEAGF) secara mengejutkan tak memasukan sejumlah cabang olahraga populer pada daftar final cabor untuk SEA Games 2027 Malaysia

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Platform media sosial TikTok dan Instagram belakangan dihebohkan oleh perburuan masif warganet terhadap pasangan asal Banyuwangi, Jawa Timur, yakni Egar - Fina
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT