Warga Ternate Mengeluh Soal Utang dan Pinjol, Sherly Tjoanda Langsung Jawab Tegas: Saya Tidak Bisa Bantu
- YouTube GubSherly - AI
tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, kembali menjadi sorotan publik usai memberikan respons tegas kepada warga terkait persoalan utang dan pinjaman online (pinjol) saat menghadiri kegiatan bantuan nelayan di Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyerahkan bantuan mesin kapal gratis kepada para nelayan sebagai bentuk dukungan terhadap sektor perikanan dan ekonomi masyarakat pesisir.
Usai acara pembukaan, Sherly Tjoanda memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Salah satu warga kemudian mengungkapkan beberapa masalah administrasi yang selama ini dialami para nelayan.
"Ada tiga masalah, Ibu. Pertama masalah kependudukan terkait dengan KTP dan KK."
"Masalahnya begini Bu, kebanyakan nelayan kita ini sudah beranak pinak di sini tapi KTP-nya bukan KTP Ternate."
"Dan yang ada satu lagi, di KTP-nya itu tertulis menikah, di KK-nya juga menikah, tapi tidak ada kutipan akta nikahnya. Karena kawinnya itu rata-rata ini perkawinanya kawin siri," ujar warga tersebut dikutip dari kanal YouTube GubSherly.
Mendengar penjelasan itu, Sherly langsung memberikan solusi.
Ia meminta agar warga yang belum memiliki dokumen pernikahan resmi segera didata untuk mengikuti program kawin massal melalui Pengadilan Agama. Seluruh biaya disebut akan ditanggung oleh pemerintah provinsi.
"Koordinasikan, semua dikumpulkan, kawin massal di pengadilan agama, ditanggung oleh Pemprov ya," kata Sherly Tjoanda.
Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan warga yang hadir dalam acara itu.
Namun suasana berubah ketika warga kembali menyampaikan persoalan lain, yakni terkait utang di bank, leasing, hingga pinjaman online.
"Terus yang kedua ini terkait masalah hutang piutang, hutang di bank BRI maupun di bank-bank yang lain, di leasing maupun di kredit place atau apa bahkan di pinjol," kata warga.
Berbeda dengan persoalan administrasi sebelumnya, kali ini Sherly Tjoanda dengan tegas menyatakan pemerintah tidak bisa membantu menyelesaikan utang pribadi warga.
Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati menjaga data pribadi dan mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum mengambil pinjaman.
"Sebentar yang kedua itu tidak bisa saya bantu, itu belajar bagi yang masih bersih namanya, pertama jangan pernah pinjamkan KTP kepada siapapun yang nanti memanfaatkannya untuk pinjol."
"Yang kedua, dalam hidup itu yang termahal adalah integritas dan nama baik. Jadi jika sudah diberikan kepercayaan, yang sudah cairnya juga kurnya hari ini 35 sampai 50 juta, dijaga nama baik. satu-satunya yang dimiliki yang tidak bisa, kalau sudah rusak itu gak bisa lagi (diperbaiki) adalah nama baik."
"Jadi yang punya banyak tanggungan belum bisa kami bantu. Yang namanya masih bersih dijaga untuk tetap bersih," pungkasnya.
Sikap tegas Sherly Tjoanda tersebut menuai banyak perhatian publik di media sosial.
Sebagian warganet menilai langkah itu sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar tidak bergantung pada bantuan pemerintah untuk menyelesaikan masalah utang pribadi.
(tsy)
Load more