IHSG Ditutup Ambles 1,85 Persen usai Sempat Anjlok Hampir 5 Persen, BEI Minta Investor Tak Panik
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026) di tengah tingginya ketidakpastian pasar global dan domestik.
Berdasarkan data penutupan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir turun 124,08 poin atau 1,85 persen ke level 6.599,24.
Sebelumnya, IHSG bahkan sempat mengalami tekanan lebih dalam hingga anjlok hampir 5 persen pada sesi pertama perdagangan.
IHSG Sempat Jatuh Hampir 5 Persen
Pada perdagangan sesi I sekitar pukul 11.04 WIB, IHSG sempat melemah 320,76 poin atau 4,77 persen ke posisi 6.402,56.
Tekanan besar di pasar saham membuat mayoritas saham bergerak di zona merah sepanjang perdagangan.
Data BEI mencatat:
-
Frekuensi perdagangan mencapai 2,57 juta transaksi
-
Volume perdagangan sebesar 31,99 miliar lembar saham
-
Nilai transaksi mencapai Rp20,71 triliun
Sementara itu:
-
125 saham menguat
-
616 saham melemah
-
79 saham stagnan
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar saham domestik.
BEI Sebut Ketidakpastian Pasar Masih Tinggi
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan koreksi IHSG terjadi seiring pelemahan pasar saham global dan Asia dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, gejolak geopolitik global masih menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar keuangan.
“Karena kondisi pasar sangat dinamis, ketidakpastiannya masih cukup tinggi,” ujar Jeffrey di Gedung BEI Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong kenaikan harga minyak dunia yang kemudian memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan tren suku bunga tinggi global.
Selain itu, koreksi pasar Asia selama periode libur panjang juga ikut mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini.
“Di masa kita libur itu, pasar global khususnya pasar Asia juga mengalami koreksi. Dan kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini,” jelas Jeffrey.
Investor Diminta Tetap Tenang
Di tengah tekanan pasar yang masih tinggi, BEI meminta investor tidak mengambil keputusan secara emosional.
Jeffrey mengingatkan investor untuk tetap fokus pada fundamental perusahaan dan menyesuaikan strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing.
Load more