GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Gerah dengan Calo Tambang Subang, Langsung Fasilitasi Pengelola dan Pembeli Bertransaksi Resmi

Dedi Mulyadi gerah dengan calo tambang ilegal Subang. Ia langsung fasilitasi pengelola dan pembeli bertransaksi resmi lewat MOU tanpa perantara. Baca beritanya!
Minggu, 24 Mei 2026 - 12:53 WIB
Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Calo untung besar, jalan rusak, kas daerah kosong, tulah potret penambangan ilegal di Subang yang membuat Dedi Mulyadi angkat bicara. Gubernur Jawa Barat itu tak sekadar marah, ia langsung turun tangan menawarkan solusi.

Dalam lanjutan sidak aktivitas penambangan tanah ilegal di wilayah Subang yang tayang di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Dedi Mulyadi menyoroti maraknya penambangan tanpa izin di beberapa titik seperti Margahayu, Bendungan, dan Munjul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aktivitas ini tidak hanya ilegal, tetapi juga merugikan daerah karena pajak yang seharusnya masuk ke kas daerah tidak terbayarkan. Di sisi lain, lalu lalang truk pengangkut tanah turut memperparah kerusakan infrastruktur jalan di Subang.

Untuk menertibkan sekaligus melegalkan aktivitas tersebut, Dedi Mulyadi mengusulkan skema MOU program pembangunan sawah baru sebagai payung hukum yang memberikan kontribusi pajak jelas ke daerah.

"Kalau semuanya sawah sudah saja, Pak. Kan istilahnya bikin MOU aja. Ya kan bikin MOU antara Bapak dengan Dinas Pertanian Subang. MOU-nya adalah program pembangunan sawah baru. Begitu, Pak," ucap Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube pribadinya pada 23 Mei 2026.

"Kami tuh dataran tinggi, pas satu kali tanam," sela pengelola tambang.

Dedi Mulyadi melanjutkan penjelasannya soal manfaat program tersebut bagi Subang yang terus kehilangan lahan sawah.

"Pembangunan sawah baru nanti kan dibuat MOU aja. Ini saya juga kan di sini suka bikin sawah gitu loh, di Subang saya beberapa hektar, senang sawah," ujarnya.

"Nah, kemudian yang menjadi objek kan bukan pembangunan sawahnya, karena kita menginginkan itu legal formal dan membantu. Lumayan kan nambah 11 hektar sawah dari sekian puluh hektar sawah di Subang yang hilang, dipakai perumahan, dipakai pabrik, dipakai tol," lanjut Dedi Mulyadi.

Ia kemudian menjelaskan mekanisme ekonomi di balik skema tersebut, di mana tanah yang dipindahkan memiliki nilai yang bisa langsung masuk ke kas daerah.

"Nah, kemudian kan ada konsekuensi. Konsekuensinya adalah ada tanah yang dipindahkan. Tanah yang dipindahkan ini memiliki nilai ekonomi, yaitu dibeli oleh pihak ketiga yang bangun jalan tol. Apa saja jalan tolnya? Yang penting di wilayah Subang karena lagi butuh tanah di Subang. Nah, tinggal nanti dinilai saja oleh Bapenda potensi tanah yang dipindahkannya. Berapa harganya, bayar ke kas daerah, selesai gitu loh, Pak," jelas Dedi Mulyadi.

Di sela diskusi, Dedi Mulyadi juga menegaskan agar Sekda dan dinas terkait segera mendata dan menertibkan seluruh lokasi tambang ilegal di Kabupaten Subang.

Mereka pun terlihat berdiskusi dan menghitung berapa banyak titik serta luas tanah yang sudah digali secara ilegal.

"Ya udah, tinggal instruksikan camat mendata seluruh galian ilegal di Kabupaten Subang," tegasnya.

Dedi Mulyadi memberikan ultimatum tegas: seluruh galian ilegal yang tidak mau mematuhi aturan legalitas akan ditutup paksa.

Persoalan kian pelik ketika pihak pengelola tambang mengajak negosiasi soal sulitnya mengurus proses perizinan akibat banyaknya calo yang bermain. Hal ini membuat Dedi Mulyadi gerah dan langsung menawarkan solusi konkret.

"Ya sudah, begini saja. Nanti hari Senin besok, Pak, sekalian. Tapi memang besok saya ada rapat di Purwakarta, sama Pemda Karawang. Sekalian undang saja pihak Patimban, undang agar mereka ber-MOU," kata Dedi Mulyadi.

"Jadi di-MOU antara pembeli dengan penjual, tidak lagi lewat calo," tegasnya.

Pengelola tambang pun membenarkan betapa mengguritanya peran calo selama ini.

"Banyak calo yang untung di tol, Pak, gitu," ujar pengelola tambang.

Dedi Mulyadi langsung merespons dengan gambaran nyata bagaimana uang yang seharusnya mengalir ke masyarakat justru tersedot oleh para perantara.

"Ya udah, panggil mereka. Tidak boleh lagi agar bisa membeli harga kompetitif dan bayar pajak. Akhirnya kan tol mengeluarkan uang banyak, pengembang Patimban mengeluarkan uang banyak, uangnya lari ke calo, lari ke oknum, jalan rusak, yang memproduksi tanah juga rugi," tegas Dedi Mulyadi.

Pengelola tambang pun mengamini gambaran tersebut.

"Calo mah banyak untungnya, mobil kagak punya, galian enggak punya, tapi dia bisa ngatur semuanya. Tapi kalau kami dipertemukan dengan pembeli, itu tadi kata Bapak, ya itu lebih bagus," ujar pengelola tambang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya sudah, pembeli di-MOU-kan, kan Bapak yang punya areal tanah," tutup Dedi Mulyadi.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gara-gara Layvin Kurzawa, Persib Bandung Dapat Pesan Khusus dari Ligue 1

Gara-gara Layvin Kurzawa, Persib Bandung Dapat Pesan Khusus dari Ligue 1

Persib Bandung mendapat ucapan selamat khusus dari Ligue 1 usai juara Super League 2025/2026. Kehadiran eks PSG, Layvin Kurzawa, membuat kiprah Maung Bandung jadi sorotan.
Momen Bahagia Persib Bandung Juara Super League Tercoreng, HP Pemain Timnas Hilang saat Konvoi di Bandung

Momen Bahagia Persib Bandung Juara Super League Tercoreng, HP Pemain Timnas Hilang saat Konvoi di Bandung

Pemain Persib Bandung, Frans Putros, mengalami kejadian tak menyenangkan saat konvoi juara Super League 2025-2026 setelah ponselnya dikabarkan hilang.
Terduga Pembunuh Pasutri Lansia di Raberas Sumbawa Ditangkap Polisi

Terduga Pembunuh Pasutri Lansia di Raberas Sumbawa Ditangkap Polisi

Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, menjelaskan, penangkapan pelaku bermula dari laporan warga terkait dugaan pencurian di wilayah itu.
Belanja Rokok Disebut Picu Kemiskinan Rumah Tangga, Bahkan Didalilkan Ancam Kualitas SDM

Belanja Rokok Disebut Picu Kemiskinan Rumah Tangga, Bahkan Didalilkan Ancam Kualitas SDM

Data menunjukkan pengeluaran rumah tangga di wilayah perkotaan untuk rokok kretek filter mencapai 11,30 persen dari total belanja per kapita, lebih besar dari telur ayam.
Bandung Lautan Bobotoh, Rayakan Tiga Tahun Berturut-turut Gelar Juara Persib

Bandung Lautan Bobotoh, Rayakan Tiga Tahun Berturut-turut Gelar Juara Persib

Ratusan ribu supporter Persib Bandung, Bobotoh memadati sejumlah titik keramaian di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026).
Media Prancis Tak Habis Pikir Lihat Layvin Kurzawa Raih Juara Bareng Persib Bandung: Si Hantu PSG

Media Prancis Tak Habis Pikir Lihat Layvin Kurzawa Raih Juara Bareng Persib Bandung: Si Hantu PSG

Media Prancis dibuat tak habis pikir setelah Layvin Kurzawa sukses membawa Persib Bandung juara di musim debutnya di Indonesia. Meski cedera, eks PSG itu disebut....

Trending

Hasil Tinju Dunia: Ngamuk Hantam Rico Verhoeven Sampai TKO, Oleksandr Usyk Pertahankan Gelar Juara Kelas Berat

Hasil Tinju Dunia: Ngamuk Hantam Rico Verhoeven Sampai TKO, Oleksandr Usyk Pertahankan Gelar Juara Kelas Berat

Hasil tinju dunia, di mana Oleksandr Usyk meraih kemenangan atas Rico Verhoeven lewat TKO di detik-detik akhir pertarungan.
Rekan Setim Megawati Hangestri Tiba-tiba Curhat soal Musim Baru di Hyundai Hillstate, Sempat Ingin Tinggalkan Korea

Rekan Setim Megawati Hangestri Tiba-tiba Curhat soal Musim Baru di Hyundai Hillstate, Sempat Ingin Tinggalkan Korea

Rekan setim Megawati Hangestri di Hyundai E&C Hillstate, Kim Da-in, ungkap cerita di balik keputusannya bertahan untuk musim baru 2026 meski sempat ingin abroad
John Herdman Wajib Dengar, Penyerang Keturunan Bandung Bikin Sensasi di Belanda dan Bantu Pemain Timnas Indonesia

John Herdman Wajib Dengar, Penyerang Keturunan Bandung Bikin Sensasi di Belanda dan Bantu Pemain Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tampaknya perlu memantau satu pemain keturunan di Belanda. Sebab, salah seorang pemain memperlihatkan performa gemilang.
Rombongan Anggota DPR RI Kecelakaan di Tol Probolinggo, Dua Staf Pendamping Tewas

Rombongan Anggota DPR RI Kecelakaan di Tol Probolinggo, Dua Staf Pendamping Tewas

Akibat benturan keras tersebut, Alex Anwaruh dan Adinda Najwa meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Muhammad Hilman Mufida dan sopir kendaraan mengalami luka-luka.
Kronologi Kecelakaan Maut yang Tewaskan Dua Staf Pendamping Anggota DPR RI di Tol Pasuruan, Gus Hilman Selamat

Kronologi Kecelakaan Maut yang Tewaskan Dua Staf Pendamping Anggota DPR RI di Tol Pasuruan, Gus Hilman Selamat

Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo KM 834 tepatnya di wilayah Wonomerto, pada Sabtu (23/5/26) sore. Dua staf pendamping anggota DPR tewas.
Jadwal Lengkap Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026: Megawati Hangestri Absen Bela Hyundai Hillstate

Jadwal Lengkap Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026: Megawati Hangestri Absen Bela Hyundai Hillstate

Jadwal lengkap Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026, di mana Hyundai Hillstate tak akan diperkuat oleh Megawati Hangestri.
Detik-detik Polisi Kejar-kejaran Ringkus Pelaku Pembunuhan Wanita yang Tewas Jatuh dari Atas Tol di Yasmin Bogor

Detik-detik Polisi Kejar-kejaran Ringkus Pelaku Pembunuhan Wanita yang Tewas Jatuh dari Atas Tol di Yasmin Bogor

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota mengungkap aksi viral polisi mengejar pelaku pembunuhan wanita yang tewas jatuh dari atas tol di Simpang Yasmin, Kota Bogor.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT