GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Berterima Kasih ke Warga Jawa Barat soal Pembongkaran PKL di Cidadas: Trotoar Bukan untuk Pedagang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyikapi badai kritik soal pembongkaran PKL di trotoar Cicadas hingga sampaikan rasa terima kasihnya kepada warga Jawa Barat
Selasa, 26 Mei 2026 - 19:17 WIB
Dedi Mulyadi merespons soal kritik soal pembongkaran PKL di Trotoar Bandung
Sumber :
  • TikTok/dedimulyadiofficial

tvOnenews.com - Ketegangan klasik baru-baru ini terjadi di Bandung. Kebijakan tegas pemerintah daerah dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang merajai trotoar di kawasan Pasar Cicadas memicu gelombang kritik pedas, hingga kemarahan dari sebagian masyarakat dan pedagang yang terdampak.

Menariknya, alih-alih membalas dengan defensif atau ikut meradang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyikapi badai kritik tersebut dengan lapang dada, bahkan menyampaikan rasa terima kasih atas kemarahan warga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam perjalanannya menuju Kota Bekasi, pria yang akrab disapa Kang Dedi ini menegaskan bahwa pro dan kontra adalah paket lengkap dari sebuah dinamika kepemimpinan yang mustahil dihindari.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kemarahannya. Kalau jadi pemimpin itu memang tidak pernah berada dalam posisi yang disukai semua,” ujar Dedi dalam video yang diunggahnya di TikTok, dikutip via laman resmi Bapenda Jawa Barat, Sabtu (23/5/2026).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bongkar kios-kios PKL yang berdiri di atas trotoar di kawasan Pasar Cicadas Kota Bandung, Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bongkar kios-kios PKL yang berdiri di atas trotoar di kawasan Pasar Cicadas Kota Bandung, Jawa Barat.
Sumber :
  • YouTube Kang Dedi Mulyadi

Kang Dedi mengonfirmasi bahwa pembongkaran lapak PKL ini murni dilakukan untuk mengembalikan fungsi esensial trotoar sebagai hak mutlak pejalan kaki, bukan untuk memutus rezeki atau menyengsarakan rakyat kecil.

Menurutnya, pembiaran trotoar sebagai tempat berjualan selama ini telah merampas hak kenyamanan serta keselamatan publik yang berjalan kaki. 

Mengembalikan jalur pedestrian agar aman dan ramah bagi masyarakat. Lapak PKL yang tidak tertata kerap menutupi visibilitas toko-toko resmi di belakangnya, padahal pemilik toko tersebut patuh membayar pajak daerah.

“Pedagang kaki lima memang mencari nafkah untuk keluarga, tetapi trotoar bukan untuk pedagang kaki lima. Hak pejalan kaki harus diberikan, hak yang punya toko juga harus terlihat dari depan,” katanya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bongkar kios-kios PKL yang berdiri di atas trotoar di kawasan Pasar Cicadas Kota Bandung, Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bongkar kios-kios PKL yang berdiri di atas trotoar di kawasan Pasar Cicadas Kota Bandung, Jawa Barat.
Sumber :
  • YouTube Kang Dedi Mulyadi

Terkait desakan dari para pedagang yang menuntut adanya ganti rugi atau kompensasi besar akibat pembongkaran tersebut, KDM (Kang Dedi Mulyadi) memberikan jawaban yang realistis.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memiliki batas yang nyata, sehingga pemerintah tidak bisa asal menggelontorkan uang miliaran rupiah.

"Kalau saya harus memberi miliaran rupiah tentu tidak mungkin juga, karena kemampuan keuangan kita terbatas," pungkasnya.

Dedi Mulyadi merespons soal kritik soal pembongkaran PKL di Trotoar Bandung
Dedi Mulyadi merespons soal kritik soal pembongkaran PKL di Trotoar Bandung
Sumber :
  • TikTok/dedimulyadiofficial

Pada akhirnya, langkah tegas ini diambil demi masa depan Kota Bandung agar tumbuh menjadi lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang datang berkunjung.

Meski penegakan aturan berjalan secara konsisten, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan tidak akan melepas tangan begitu saja dari nasib para pedagang.

"Kendati demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak serta-merta menutup mata. Aspek kemanusiaan dan pertimbangan ekonomi tetap menjadi perhatian penting, agar roda ekonomi para pedagang tidak langsung terhenti sebelum mereka menemukan alternatif pekerjaan lain yang legal," ujarnya. (ism)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban dari Pati untuk Warga Pelosok Pucakwangi, Bobot Tembus 1 Ton

Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban dari Pati untuk Warga Pelosok Pucakwangi, Bobot Tembus 1 Ton

Seekor sapi asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk kurban Hari Raya Idul Adha 2026.
Rekap Hasil Singapore Open 2026, Selasa 26 Mei: Alwi Farhan Beri Kejutan, 2 Wakil Indonesia ke 16 Besar

Rekap Hasil Singapore Open 2026, Selasa 26 Mei: Alwi Farhan Beri Kejutan, 2 Wakil Indonesia ke 16 Besar

Rekap hasil Singapore Open 2026, di mana pada hari pertama terdapat dua wakil Indonesia yang berhasil melaju ke babak 16 besar.
Usai Dijadikan Tersangka oleh Polda Metro Jaya, Dua Terlapor Pemalsuan Ajukan Permohonan ke LPSK

Usai Dijadikan Tersangka oleh Polda Metro Jaya, Dua Terlapor Pemalsuan Ajukan Permohonan ke LPSK

Pelapor kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah yakni ICS dan SR kini berstatus tersangka oleh Polda Metro Jaya dengan kasus serupa.
KPK Telusuri Rumah Rp4 Miliar Milik Fadia Arafiq di Cibubur, Dibeli Tunai Saat Menjabat Bupati

KPK Telusuri Rumah Rp4 Miliar Milik Fadia Arafiq di Cibubur, Dibeli Tunai Saat Menjabat Bupati

KPK menelusuri pembelian rumah Rp4 miliar milik Fadia Arafiq di Kota Wisata Cibubur. Rumah disebut dibeli tunai saat menjabat Bupati Pekalongan.
Wacana Penyeragaman Kemasan Rokok, Asosiasi Sebut Ancaman Maraknya Produk Ilegal

Wacana Penyeragaman Kemasan Rokok, Asosiasi Sebut Ancaman Maraknya Produk Ilegal

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar konsultasi publik pembahasan terkait peringatan kesehatan pada Selasa (26/5/2026).
Periksa Saksi Untuk Dalami Aset Fadia Arafiq, KPK: Optimalisasi Pemulihan Keuangan Negara

Periksa Saksi Untuk Dalami Aset Fadia Arafiq, KPK: Optimalisasi Pemulihan Keuangan Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa dua orang saksi kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa yang menyeret nama Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.

Trending

Jadwal Lengkap AVC Womens's Cup 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Voli Putri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Jadwal Lengkap AVC Womens's Cup 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Voli Putri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Jadwal lengkap AVC Womens's Cup 2026, di mana Timnas Voli Putri Indonesia siap unjuk gigi meski tak diperkuat oleh Megawati Hangestri.
Megawati Hangestri Berpotensi Reuni dengan Lee So-young, Sahabat Megatron Resmi Jadi Pemain Bebas di Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berpotensi Reuni dengan Lee So-young, Sahabat Megatron Resmi Jadi Pemain Bebas di Liga Voli Korea

Lee So-young bisa saja kembali reuni dengan Megawati Hangestri, karena outside hitter berusia 31 tahun itu kini resmi menjadi pemain bebas di Liga Voli Korea.
Viral, Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul, Sultan HB X Lontarkan Komentar Menohok

Viral, Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul, Sultan HB X Lontarkan Komentar Menohok

Viral di medsos soal narasi adanya pembubaran ibadah di salah satu gereja di Sewon Bantul oleh sekelompok orang. Sontak, hal itu membuat Sultan HB X berkomentar
Jordan Wilson Cadangan, Pelatih Hyundai Hillstate Ungkap Ingin Pasangkan Megawati Hangestri dengan Pevoli Asing Lain

Jordan Wilson Cadangan, Pelatih Hyundai Hillstate Ungkap Ingin Pasangkan Megawati Hangestri dengan Pevoli Asing Lain

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengatakan bahwa Jordan Wilson sebenarnya bukan target utama untuk dipasangkan dengan Megawati Hangestri selain Vanja Bukilic.
Hotman Paris Kritik Keras Pernyataan Pigai soal Begal Tak Boleh Ditembak: Mikir, Apa Cocok Jadi Menteri HAM?

Hotman Paris Kritik Keras Pernyataan Pigai soal Begal Tak Boleh Ditembak: Mikir, Apa Cocok Jadi Menteri HAM?

Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai terkait begal tidak boleh ditembak mati di tempat. Ternyata mencuri perhatian dan menuai kritik dari Hotman Paris di media
Viral! Pria WNA Diduga Tewas Usai Dipukul Botol oleh Selebgram di Blok M, Ini Kata Polisi

Viral! Pria WNA Diduga Tewas Usai Dipukul Botol oleh Selebgram di Blok M, Ini Kata Polisi

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pria yang merupakan WNA diduga tewas usai dipukul botol oleh seorang selebgram di kawasan Blok M.
Penuhi Panggilan KPK Sebagai Saksi, Pengusaha Asal Pacitan Diperiksa 1,5 Jam

Penuhi Panggilan KPK Sebagai Saksi, Pengusaha Asal Pacitan Diperiksa 1,5 Jam

Pengusaha asal Pacitan, Citra Yulia Mergareta, menjalani pemeriksaan selama sekitar 1,5 jam di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Surabaya, Senin.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT