Reaksi Tak Terduga KDM saat Main Bola sama Anak Papua, Gubernur Jabar itu Memuji
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membagikan satu momen manis saat berkunjung ke Papua.
Dalam kunjungan Dedi Mulyadi tersebut, tidak disangka dengan reaksi anak-anak Papua yang tidak berlebihan dengan uang.
Diketahui Kang Dedi Mulyadi atau KDM ke Papua karena agenda resmi sebagai pembicara utama dalam Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) III di Kota Jayapura.
- YouTube
Dalam sela-sela aktivitasnya. Dedi juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan masyarakat dan anak-anak di sejumlah kampung.
Dalam berbagai kesempatan selama kunjungannya, Dia menegaskan pentingnya pembangunan Papua yang berpijak pada budaya lokal, kearifan masyarakat adat, serta pelestarian alam yang menjadi kekayaan alam daerah.
Dalam YouTubenya, ia bagikan momen bermain bola, dan kondisi bola yang dimainkan anak-anak tersebut, Dedi menawarkan bantuan untuk membeli bola baru.
"Diganti bolanya, berapa harga bolanya?" tanya Dedi kepada salah seorang anak.
"harganya Rp92 ribu ini," jawab anak tersebut.
Mendengar jawaban itu, Dedi langsung memberikan sejumlah uang kepada mereka.
"jangan lupa beli bola, biar bisa main," ujarnya
KDM pun menilai secara langsung, jika anak-anak Papua yang ia temui kebanyakan tidak berlebihan dengan uang.
"Anak-anak Papua lebih bagus, dia tidak ribut urusan uang. Biasanya anak kecil pada lari minta bapak, ini tidak. Orang Papua hebat-hebat," pujinya, dilansir dari YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Bahkan dalam aktivitasnya di Papua, KDM puji orang papua adalah orang-orang dengan kepribadian yang tidak berbeda dengan orang sunda, terlebih karakternya.
"Memahami Papua harus dengan cinta, bukan dengan strategi dan taktik," katanya, dikutip Senin (1/6).
"Saya tahu orang Papua itu penyayang, hidup penuh dengan cinta, lembut, mirip orang Sunda," ucap Dedi Mulyadi.
Dengan itu ia mendorong, sifat orang Papua yang dianggap sensitif itu. Sudah seharusnya disikapi bijak.
Sebab ia lama berhadapan dan mengenal orang-orang kelahiran papua. Sejak jaman ia masih menjadi Bupati.
"Ada karakter yang mungkin di era kompetitif agak berat, pundungan. Apa itu pundungan? Kalau dia tersinggung, dia tidak mau lagi bermain bola dengan baik, dia tidak mau lagi belajar dengan baik. Anak-anak Papua banyak yang di saya, banyak, sejak saya jadi bupati," imbuh Dedi Mulyadi.
Load more