News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terpopuler: Profil Fabiola Elizabeth Tersangka Love Scamming, Doa untuk Dedi Mulyadi, KDM Respons Pernyataan Abu Janda

Profil Fabiola Elizabeth, tersangka sindikat love scamming internasional hingga Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) didoakan masyarakat Papua dan respons Abu Janda terpopuler di kanal tvOnenews.com.
Rabu, 3 Juni 2026 - 10:55 WIB
Fabiola Elizabeth & Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Kolase TikTok/@mysteriumofficial & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Jakarta, tvOnenews.com - Kabar Fabiola Elizabeth, tersangka kasus love scamming internasional hingga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) terpilih dalam berita terpopuler di tvOnenews.com pada Selasa, 2 Juni 2026.

Terkait Fabiola Elizabeth, mantan istri Reza Anugrah alias Reza SMASH terlibat dalam sindikat love scamming atau penipuan online berskala internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara, Dedi Mulyadi belakangan ini mendapat doa dari masyarakat Papua. KDM juga memberikan reaksi pernyataan viral pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda.

1. Profil Fabiola Elizabeth dan Perannya dalam Sindikat Love Scamming Internasional

Mantan Artis Fabiola Elizabeth Jadi Tersangka Kasus Love Scamming Internasional
Mantan Artis Fabiola Elizabeth Jadi Tersangka Kasus Love Scamming Internasional
Sumber :
  • Tim tvOne - Didiet Cordiaz

Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah sebelumnya menangkap 39 orang diduga terlibat penipuan online internasional. Mereka menggunakan modus pig butchering bermarkas di Solo Raya.

39 orang yang ditangkap polisi di antaranya 28 Warga Negara Indonesia (WNI), 7 warga negara Nepal, dan 4 warga negara Myanmar. Mereka diduga melakukan love scamming meraup nilai transaksi sekitar Rp41,1 miliar.

Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih membocorkan salah satu di antara para pelaku terdapat mantan artis perempuan berinisial F.

"Hari ini kami menggelar ungkap kasus penipuan online dengan modus pig butchering," ujar Himawan dalam keterangan resminya dikutip, Rabu (3/6/2026).

Awal mula kasus ini terendus usai polisi melakukan patroli siber. Ditressiber Polda Jawa Tengah menggelar penyelidikan ke sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta.

Petugas menemukan tujuh tempat kejadian perkara (TKP), di antaranya 6 rumah kos di Surakarta dan Sukoharjo dan satu kantor perusahaan bernama PT Digi Global Konsultan berlokasi di kawasan Solo Baru, Sukoharjo.

Himawan menjelaskan para pelaku menggunakan modus pig butchering. Skema penipuan tersebut berlangsung secara terstruktur dengan membangun hubungan emosional kepada calon korban.

Adapun peran Fabiola sebagai pihak mengeksekusi yang terakhir. Ia melakukan video call guna membangun kepercayaan dari calon korban.

Nantinya, korban diarahkan menanamkan dana di platform investasi crypto ilegal yang dikendalikan pelaku. Aksi ini setidaknya memakan sekitar 133 warga negara Amerika Serikat (AS) yang menjadi korban.

Sejak beroperasi pada Juli 2025 bermarkas di sebuah ruko di Solo Baru, Sukoharjo, sindikat penipuan online melibatkan Fabiola Elizabeth telah meraup sekitar USD 2,3 juta atau setara sekitar Rp41,1 miliar.

Keterlibatan Fabiola membuat publik penasaran dengan profil dan rekam jejaknya. Pasalnya, ia dikenal sebagai mantan istri Reza SMASH.

Diketahui, Fabiola Elizabeth merupakan mantan artis berkebangsaan Jerman kelahiran 1995. Ia pernah lama tinggal di Bandung sejak 2021 sebelum berpindah ke Bali.

Keputusan tinggal di Bandung mengarahkan Fabiola sangat dekat dengan budaya lokal. Meski berstatus warga negara asing (WNA), ia cukup mahir berbicara bahasa Sunda.

Melalui kanal YouTube Sundaliwood, ia memperlihatkan kemahiran berbahasa Sunda. Selain itu, Fabi sapaan akrabnya juga memiliki hobi memelihara domba garut.

Terkait urusan pribadinya, Fabiola pernah menikah dengan Reza SMASH pada 2018. Hasil pernikahan itu membuat ia dikaruniai seorang anak laki-laki dan berujung bercerai pada 2020.

2. Masyarakat Papua Doakan Dedi Mulyadi usai Serahkan Replika Pohon Korowai

Momen Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) mendapat replika rumah pohon Korowai
Momen Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) mendapat replika rumah pohon Korowai
Sumber :
  • Humas Jabar

Masyarakat Papua dari Kabupaten Boven Digoel memberikan doa untuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Hal itu diungkap oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Franky.

Franky mengatakan ada makna doa dari penyerahan replika pohon Korowai. Hal itu terjadi setelah Dedi Mulyadi menghadiri Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026).

Franky menambahkan, replika pohon Korowai yang diserahkan sebagai bentuk penghargaan kepada Dedi Mulyadi. Sebab, KDM dikenal sebagai pemimpin memperhatikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

"Mereka berdoa mudah-mudahan ada pemimpin yang amanah, yang baik, yang menghargai pemberian alam yang Tuhan kasih. Tuhan menciptakan tanah, air, pohon, dan semua kekayaan alam yang hari ini masih dijaga oleh masyarakat Papua," ujar Franky dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6/2026).

Kata Franky, masyarakat Korowai memaknai pohon dan hutan tidak sekadar menjadi sumber daya alam, namun juga sudah memiliki keterikatan dalam kehidupan mereka.

Melalui replika pohon Korowai, masyarakat adat Papua berharap getaran doanya bisa sampai kepada Gubernur Jabar tersebut hingga para pemimpin di Indonesia.

"Mereka masih tinggal di pohon, hidup dari hutan, dan hutan adalah rumah sekaligus sumber makanan bagi mereka," jelasnya.

Lebih lanjut, masyarakat adat Papua hanya ingin menyampaikan satu pesan penting. Para pemimpin di Indonesia diharapkan peduli kelestarian lingkungan dan alam.

Kelestarian kedua aspek ini menunjukkan cara menghargai masyarakat adat terdahulu. Para leluhur berjuang menjaga hutan selama ratusan tahun agar generasi berikutnya bisa menikmati kekayaan alam di Papua.

"Mereka juga berdoa agar Kang Dedi diberikan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara," terang Franky.

3. Reaksi Keras KDM soal Pernyataan Abu Janda Sebut Jawa Barat Provinsi Barbar

Permadi Arya alias Abu Janda & Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)
Permadi Arya alias Abu Janda & Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Kolase ANTARA/Livia Kristianti & YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

KDM merespons pernyataan viral Permadi Arya alias Abu Janda. Ia mengetahui pegiat media sosial itu menyinggung Jawa Barat sebagai provinsi barbar dalam acara di sebuah gereja di Amerika Serikat.

Sebelumnya, Abu Janda berbicara isu toleransi. Ia menyoroti masyarakat Jawa Barat dan Sumatera Barat diisi banyak orang-orang barbar.

Abu Janda menyebut provinsi berakhir kata "bar" diisi kelompok Islam lebih keras. Banyak persekusi melarang dan membubarkan peribadatan agama tertentu.

"Nah itu satu di Jabar, yang satu di Sumbar. Saya juga aneh gitu, yang ada bar-bar ini kok banyak orang barbar," ujar Abu Janda.

KDM menjelaskan bahwa, pandangan tersebut tidak sesuai realita kondisi sosial di Jawa Barat. Masyarakat Jabar selalu menjunjung tinggi suasana sikap toleransi.

Dedi Mulyadi mengatakan, masyarakat Jabar selalu hidup berdampingan, keterbukaan, serta keberagaman. Ia menegaskan, warganya berpegang teguh pada sikap toleran.

"Saya sih selalu melihat segala sesuatu yang berkembang itu kita menanggapi secara dewasa, bahwa hari ini saya menegaskan orang Jawa Barat itu sudah sejak lama toleran, orang Jawa Barat itu dari dulu toleran," ujar KDM, Selasa (2/6/2026).

Mantan anggota DPR ini tak menampik terdapat sejumlah konflik dikategorikan masuk isu intoleransi. Kendati demikian, konflik tersebut akibat faktor kesalahpahaman dalam komunikasi.

"Kalau ada konflik-konflik intoleransi lebih disebabkan karena missed komunikasi. Kedua, biasanya juga para pelaku intolerannya bukan warga Jawa Barat yang asli biasanya," jelas Dedi Mulyadi.

Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Melalui Program Poe Ibu, ASN Jabar Sukses Renovasi 18 Rumah Tidak Layak Huni

Melalui Program Poe Ibu, ASN Jabar Sukses Renovasi 18 Rumah Tidak Layak Huni

Melalui Program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu, aparatur sipil negara (ASN) Jawa Barat sukses merenovasi 18 unit rumah tidak layak huni di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.
Begini Pesan Mendalam Ayah Willy Mboik Korban dari Kekejaman KKB, Sempat Video Call dengan Terduga Pelaku

Begini Pesan Mendalam Ayah Willy Mboik Korban dari Kekejaman KKB, Sempat Video Call dengan Terduga Pelaku

Diketahui, Willy Mboik bersama rombongan dalam perjalanan menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat setempat ketika rombongan dihadang KKB
Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Kolaborasi Polsek Bantan bersama Satresnarkoba Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkotika membuahkan hasil. Sebanyak 65 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam operasi di wilayah hukum Polsek Bantan, Rabu(9/9/2026).
Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027

Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menargetkan masyarakat di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat telah terdaftar dalam sistem perlindungan sosial digital pada awal 2027.
Nasib Finansial Gemini 12 September 2026: Rekening Kebanjiran Cuan Melimpah atau Malah Buntung karena Impulsif?

Nasib Finansial Gemini 12 September 2026: Rekening Kebanjiran Cuan Melimpah atau Malah Buntung karena Impulsif?

Peluang emas meraup cuan dari jejaring sosial terbuka lebar. Namun, bahaya kerugian juga siap mengintai di balik layar. Bagaimana nasib keuangan Gemini besok?
Pesan Ibas di Momentum 25 Tahun Demokrat: Kita Harus Dekat dengan Rakyat dan Kerja Lebih Konkret

Pesan Ibas di Momentum 25 Tahun Demokrat: Kita Harus Dekat dengan Rakyat dan Kerja Lebih Konkret

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyerukan seluruh kader Partai Demokrat untuk memperkuat konsolidasi, memperluas kedekatan dengan rakyat, serta bekerja lebih konkret dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Trending

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

Upaya diplomatik untuk mendesak sekutu-sekutu NATO agar membantu membubarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menarik diri dari Statuta Roma yang menjadi dasar pendiriannya, sedang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Tepat pada Kamis, 10 September 2026 seharusnya menjadi hari ulang tahun Fajar Sahrudin yang ke-31 tahun. Unggahan terbaru FS muncul dan mengundang perhatian
Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Kolaborasi Polsek Bantan bersama Satresnarkoba Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkotika membuahkan hasil. Sebanyak 65 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam operasi di wilayah hukum Polsek Bantan, Rabu(9/9/2026).
Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan penyidik masih mengusut kasus tersebut dan melakukan pencarian terhadap keempat pelaku.
Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic.
Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, anggaran untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum final karena penghitungannya belum rampung.
Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Yulius, Kamis (10/9/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT