Meski Sibuk, Dedi Mulyadi Tetap Beri Rp40 Juta ke Kuli Bangunan di Cirebon untuk Perbaiki Rumahnya yang Reyot
- Kolase tvOnenews.com / YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
Meski memiliki kesibukan tinggi sebagai kepala daerah, Dedi Mulyadi tetap menyempatkan waktu untuk membantu seorang kuli bangunan bernama Pak Suhadi yang tinggal di Desa Kemantren, Sumber, Cirebon.
Bantuan senilai Rp40 juta ini diberikan Dedi Mulyadi untuk merenovasi total rumah Pak Suhadi yang kondisinya sudah tidak layak huni.
![]()
Dedi Mulyadi dan Suhadi (Sumber: YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL)
Dalam tayangan YouTube Lembur Pakuan Channel (12/6/2026), Dedi Mulyadi menceritakan awal mula dirinya mengetahui kondisi rumah Pak Suhadi.
"Beberapa waktu yang lalu saya melihat postingan berita dari rumah yang sangat reot di Cirebon. Tapi karena saya tidak cukup waktu untuk pergi ke Cirebon, saya minta Tri, staf saya, untuk mengecek rumah tersebut, dan saya mencoba untuk menghubungi yang bersangkutan," ucap Dedi Mulyadi.
Rumah milik Pak Suhadi diketahui dalam kondisi memprihatinkan, atap bocor dan sebagian kayunya dimakan rayap.
Pak Suhadi sendiri berusia 40 tahun dan berprofesi sebagai kuli bangunan, tinggal bersama istri dan satu orang anak di atas tanah miliknya sendiri. Kondisi ekonomi keluarga ini pun semakin sulit karena sang istri sering sakit perut dan tubuhnya kerap terasa lemas.
Dedi Mulyadi kemudian memberikan bantuan tunai senilai Rp40 juta kepada Pak Suhadi untuk membangun rumah baru yang layak huni.
Rencananya, Pak Suhadi akan ikut terlibat sebagai tukang atau kenek dalam proses pembangunan agar biaya yang dikeluarkan lebih hemat.
"Iya, udah saya bantu Rp40 juta sama Bapak. Bapak harus berusaha agar uang itu bisa menyelesaikan bangunan rumah Bapak," ujar Dedi Mulyadi.
"Iya, terima kasih, Pak," jawab Suhadi dengan nada lemas.
Melihat reaksi Pak Suhadi yang terlihat melamun, Dedi Mulyadi pun menanyakan kembali kondisinya.
"Bapaknya kayak melamun," tanya Dedi Mulyadi.
"Ya udah, makasih, Pak," jawab Suhadi, masih terlihat kebingungan.
"Enggak, Bapaknya mau dibantu enggak?" tanya Dedi Mulyadi kembali.
"Ya, pengennya sih dibantu, Pak," jawab Suhadi.
"Heeh. Tapi kok Bapaknya kayak bingung ketika saya mau bantu," ucap Dedi Mulyadi.
"Enggak sih, cuman ya bingung. Ya enggak nyangka aja gitu," jawab Suhadi.
"Oh, Bapaknya ini kaget," ucap Dedi Mulyadi memahami kondisi Pak Suhadi yang masih terkejut dengan bantuan tersebut.
Selain memberikan bantuan dana, Dedi Mulyadi juga mengarahkan stafnya, Tri, untuk membantu Pak Suhadi membuka rekening bank di Bank Jabar sebagai sarana penyaluran dana bantuan.
"Oh, ya udah. Bapak punya rekening?" tanya Dedi Mulyadi.
"Belum punya," jawab Suhadi.
"Ya udah. Sekarang kan di situ ada staf saya namanya Tri, nanti sama Tri bikinin rekening Bapak di Bank Jabar ya," perintah Dedi Mulyadi.
"Siap, Pak," jawab Tri.
"Nanti uangnya masuk ke Bank Jabar ya. Jadi uangnya masuk nih, hari besok kan Bapak bikin rekening dulu hari ini kan. Nah, hari besok, eh besok Sabtu ya. Hari Senin uangnya masuk ya," jelas Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga berpesan agar pembangunan rumah Pak Suhadi dapat dimulai pada Selasa atau Rabu mendatang, sehingga rumah tersebut segera bisa menjadi hunian yang layak bagi Pak Suhadi dan keluarganya.
(anf)
Load more