News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar hukum menilai peluang Ruben Onsu untuk mengambil alih hak asuh anak cukup besar, terutama jika terbukti ada penelantaran atau eksploitasi terhadap sang anak.
Kamis, 18 Juni 2026 - 10:21 WIB
Kolase Foto Pakar Hukum Irjen Pol (Purn) Ricky Sitohang dan Keluarga Ruben Onsu
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Rasis Infotainment / Instagram @sarwendah29 @ruben_onsu

tvOnenews.com - Polemik hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah turut mendapat sorotan dari pakar hukum, di tengah kabar bahwa Ruben Onsu merasa dipersulit untuk bertemu dengan anaknya. Persoalan ini kini tidak hanya disikapi oleh KPAI dan psikolog, tetapi juga dibahas dari sisi hukum.

Pakar hukum, Irjen Pol Ricky, memberikan pandangannya terkait polemik Sarwendah dan Ruben Onsu dalam tayangan Intens Investigasi, Rabu (17/6/2026). Ia menjelaskan secara rinci posisi hukum kedua belah pihak terkait hak asuh anak tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Irjen Pol Ricky, persoalan rumah tangga seperti yang terjadi antara Ruben Onsu dan Sarwendah memang rentan menimbulkan klaim sepihak mengenai siapa yang lebih berhak atas anak. Ia juga menyinggung soal aturan pengampuan anak di bawah umur yang umumnya berada di bawah asuhan ibu.

pakar hukum
Pakar hukum, Irjen Pol Ricky. (Sumber: YouTube Intens Investigasi)

"Memang kalau polemik dalam rumah tangga ini memang rentan, ya. Jadi, antara mantan suami dan istri, merasa, ya, merasa saya lebih berhak daripada kamu. Apalagi kan ada sekarang ini, memang untuk di bawah umur itu ada pengampuan, ya. Pengampuan itu di bawah asuh daripada seorang ibu," ucap Irjen Pol Ricky.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hak pengampuan tersebut bukan tanpa syarat. Hak asuh hanya layak dipegang ibu apabila benar-benar menunjukkan itikad baik dalam mengasuh anak hingga dewasa.

"Tetapi, ada tetapinya, apabila ibu yang dikatakan pengampuan ini menunjukkan itikadnya sebagai seorang ibu rumah tangga yang baik dalam mengasuh anaknya sampai dia akil balik, gitu. Tapi, kalau tidak menunjukkan itikad baiknya untuk mengasuh anaknya, bahkan mencederai, atau menyiksa, atau menelantarkan, ya, tidak pantas," jelasnya.

Irjen Pol Ricky menambahkan, dalam banyak kasus, anak justru lebih baik diasuh oleh ayahnya apabila pengasuhan oleh ibu tidak memberikan arah yang jelas bagi tumbuh kembang anak. Pernyataan ini menjadi salah satu poin penting dalam penjelasannya.

"Banyak, tuh, yang diasuh oleh ayahnya. Daripada anaknya nanti jadi tumbuh besar, tidak ada arahnya, ya, mendingan diasuh oleh ayah. Itu yang pertama dulu, ya," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa meskipun Undang-Undang Pengampuan Anak menempatkan kuasa pengasuhan di tangan ibu, hal itu tidak berarti ayah kehilangan haknya. Sang ayah tetap memiliki kesempatan untuk menjenguk dan memberikan kehidupan yang layak bagi anaknya.

"Yang kedua, yang perlu dicermati di sini, walaupun ada dalam Undang-Undang Pengampuan Anak, ya, itu dibawa kuasa daripada ibu, ya, bukan berarti yang namanya ayahnya tidak diperbolehkan, ataupun tidak mempunyai kesempatan untuk menjenguk, bahkan memberikan kehidupan kepada anaknya tersebut," tegas Irjen Pol Ricky.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa anak tetaplah darah daging dari kedua orang tuanya, sehingga tidak dibenarkan jika salah satu pihak menghalangi hak pihak lain untuk melihat tumbuh kembang anak tersebut. Menurutnya, tindakan menghalangi seperti itu jelas melanggar aturan.

"Karena, bagaimanapun, itu darah dagingnya. Sangat disesalkan, kalau seandainya seorang ibu yang diberikan hak pengampuan anak itu mengkebiri dan tidak memperbolehkan sang ayah untuk melihat pertumbuhan daripada sang anak, itu tidak diperbolehkan," katanya.

Irjen Pol Ricky menegaskan bahwa hak hukum antara ayah dan ibu pada dasarnya setara, hanya saja pengasuhan diberikan kepada ibu selama dinilai layak. Ia menggarisbawahi pentingnya syarat kelayakan tersebut.

"Dan itu dilindungi oleh undang-undang. Ada hak hukum yang mengatur itu. Kedua belah pihak itu mempunyai hak yang sama. Cuma, pengasuhannya diberikan kepada ibu, kalaupun itu layak. Ingat, lho, ya, ada tanda kalaupun itu layak, dia mempunyai kapasitas sebagai ibu yang baik," ungkapnya.

Ia pun menyoroti pentingnya evaluasi terhadap proses pengasuhan, terutama jika pihak ayah mencurigai adanya kejanggalan dalam tumbuh kembang anak. Menurutnya, klaim hak asuh semata tidak cukup apabila kondisi anak di lapangan justru memburuk.

"Nah, mentang-mentang ada pengampuan, terus dia bilang, 'wah, ini hak asuh saya', tapi pada saat di tangan saya malah berantakan. Tentunya, kan, perlu diverifikasi dan disenter oleh orang tuanya, yaitu ayahnya. Apa benar enggak anak saya ini dihasuh dengan benar? Jangan-jangan, seperti yang sudah saya monitor, bahkan ada yang mengatakan bahwa anaknya ini untuk mencari uang, bahkan dieksploitasi," ungkap Irjen Pol Ricky.

Ia menegaskan bahwa eksploitasi anak untuk kepentingan ekonomi pihak tertentu jelas dilarang oleh undang-undang dan dapat dikenai sanksi hukum. Hal ini menjadi salah satu dasar kuat apabila pihak ayah ingin mengajukan gugatan hak asuh.

"Ini undang-undang mengatur, tidak diperbolehkan. Ada sanksi hukumnya. Enggak boleh anak-anak dieksploitasi untuk mencari keuntungan sang orang tua. Kan, berbagai macam-macam cara nanti dilakukan, itu dengan diperbolehkan," tuturnya.

Menurut Irjen Pol Ricky, jalan terbaik tetap mengutamakan musyawarah antara kedua belah pihak sebelum menempuh jalur hukum. Ia berharap ibu dapat memberi kesempatan kepada ayah, sementara ayah pun bersedia menerima pengasuhan tetap berada di tangan ibu selama anak belum dewasa.

"Nah, makanya, yang saya katakan, ini harus duduk betul-betul bersama-sama memecahkan permasalahan ini. Si ibu harus betul-betul memberikan kesempatan kepada sang ayah. Sang ayah harus rela untuk diberi pengampuan, ataupun dibawa pengasuhan ibu, selama dia belum akil balik. Tapi, kalau tidak ada kesepakatan ini, kita bisa mengajukan gugatan," paparnya.

Saat ditanya awak media mengenai seberapa besar peluang gugatan hak asuh yang disebut-sebut sedang disiapkan pihak Ruben Onsu, Irjen Pol Ricky menjelaskan bahwa hal itu sangat bergantung pada materi gugatan dan fakta di lapangan. Menurutnya, peluang akan semakin besar apabila kondisi anak terbukti memburuk selama berada dalam pengasuhan ibu.

"Kalau masalah peluang, itu, kan, tinggal nanti dilihat materi gugatannya apa, fakta lapangannya apa. Kalau seandainya seperti yang sudah saya sampaikan tadi, bahwa keberadaan sang anak ini bukannya menjadi bagus, malah hancur, itu peluangnya besar untuk diambil alih hak asuhnya," jelasnya.

Ia menambahkan, peluang tersebut akan semakin kuat apabila ditemukan bukti bahwa anak dieksploitasi untuk kepentingan pribadi pihak tertentu, atau diasuh oleh orang yang sebenarnya tidak layak melakukannya.

"Apalagi, kalau sempat anak-anak ini dieksploitasi untuk kepentingan pribadi. Bahkan, orang-orang yang tidak layak untuk mengasuh dia, entah siapa pun itu, apakah pacarnya atau siapa, ikut-ikutan merasa turut terhadap anak, itu tidak boleh," pungkas Irjen Pol Ricky.

Dengan penjelasan tersebut, publik kini menanti bagaimana kelanjutan polemik hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah, terutama jika langkah hukum benar-benar ditempuh oleh pihak Ruben Onsu.

(anf)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Legenda Tinju Floyd Mayweather Jr Terancam 20 Tahun Penjara, Didakwa Kasus Penipuan dan Pencurian

Legenda Tinju Floyd Mayweather Jr Terancam 20 Tahun Penjara, Didakwa Kasus Penipuan dan Pencurian

Legenda tinju, Floyd Mayweather terancam mendapatkan hukuman berat yakni 20 tahun penjara usai didakwa kasus penipuan dan pencurian sebuah jam tangan mewah.
Cristiano Ronaldo Egois

Cristiano Ronaldo Egois

Perjalanan Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 tidak dimulai sesuai harapan karena mereka bermain imbang 1-1 dengan Republik Demokratik atau RD Kongo. Andalan Portugal, Cristiano Ronaldo, tampak frustrasi di beberapa kesempatan lantaran gagal mencetak gol.
KPK Hentikan Penyelidikan Kasus Korupsi MBG Usai Kejagung Tetapkan Dadan Cs Tersangka

KPK Hentikan Penyelidikan Kasus Korupsi MBG Usai Kejagung Tetapkan Dadan Cs Tersangka

KPK menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tersangka.
Ribuan Mahasiswa Demo di Grahadi Surabaya, Tuntut Evaluasi MBG dan Turunkan Harga BBM

Ribuan Mahasiswa Demo di Grahadi Surabaya, Tuntut Evaluasi MBG dan Turunkan Harga BBM

Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan di Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Rabu (17/6).
29 Anggota Polri-TNI Alami Luka-Luka Akibat Massa Ricuh saat Proses Eksekusi Hotel Sultan

29 Anggota Polri-TNI Alami Luka-Luka Akibat Massa Ricuh saat Proses Eksekusi Hotel Sultan

Sebanyak 29 anggota Polri hingga TNI mengalami luka-luka akibat massa yang ricuh saat proses eksekusi pengosongan Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026).
Pengosongan Hotel Sultan Dimulai! Sarapan Masih Utuh, Tamu yang Masih Ada Dikawal Keluar

Pengosongan Hotel Sultan Dimulai! Sarapan Masih Utuh, Tamu yang Masih Ada Dikawal Keluar

Proses pengosongan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai dilakukan setelah aparat gabungan TNI-Polri berhasil menguasai situasi dan membuka akses masuk ke dalam hotel, Kamis, 18 Juni 2026.

Trending

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor mentereng milik Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Seorang pria berpakaian sipil yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). 
Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar hukum menilai peluang Ruben Onsu untuk mengambil alih hak asuh anak cukup besar, terutama jika terbukti ada penelantaran atau eksploitasi terhadap sang anak.
Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar bahagia datang dari bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. Pemain Port FC itu melamar sang kekasih, Yuriska Patricia, yang diketahui sebagai aktris.
Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tamu Hotel Panik Terpaksa Check Out Sebelum Waktunya

Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tamu Hotel Panik Terpaksa Check Out Sebelum Waktunya

Proses eksekusi pengosongan Hotel Sultan diwarnai aksi kepanikan para tamu hotel yang menginap pada Kamis (18/6/2026).
Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempar Botol-Batu

Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempar Botol-Batu

Aksi ricuh simpatisan sempat mewarnai proses eksekusi Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT