Siapa Steven Lyons? Jejak Kelam Raja Narkoba dan Pencucian Uang yang Diburu Interpol Berhasil Dibekuk di Bali
- Humas Polri
"SL terdaftar dalam Red Notice Interpol bernomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret dari Spanyol," ujar Daniel dalam konferensi pers di Denpasar.
- Humas Polri
Ditangkap di Bali Setelah Jadi Buronan Internasional
Penangkapan Steven Lyons berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Menurut Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Untung Widiyatmoko, aparat memperoleh informasi dari NCB Abu Dhabi bahwa Lyons sedang melakukan perjalanan menuju Indonesia.
Tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian dan imigrasi kemudian melakukan pengawasan sejak kedatangan pesawat Singapore Airlines SQ-938 dari Singapura.
Saat tiba di Bali sekitar pukul 11.58 WITA, Lyons langsung diamankan tanpa perlawanan.
"Tim gabungan langsung mengamankan tersangka di lokasi tanpa ada perlawanan dari yang bersangkutan," kata Untung.
Setelah ditangkap, Lyons diserahkan kepada Interpol dan dipersiapkan untuk proses ekstradisi ke Spanyol.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali saat itu, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa keberhasilan penangkapan tersebut menunjukkan Bali tidak akan menjadi tempat aman bagi buronan internasional.
Sementara Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menyebut operasi itu sebagai bukti efektivitas sistem pengawasan keimigrasian Indonesia terhadap ancaman kejahatan lintas negara.
Jejak Narkoba, Pencucian Uang, dan Hubungan dengan Kartel Internasional
Investigasi aparat Eropa menunjukkan aktivitas Steven Lyons tidak hanya berlangsung di Skotlandia atau Spanyol.
Menurut Brigjen Untung Widiyatmoko, jaringan Lyons diduga beroperasi di berbagai negara seperti Inggris, Spanyol, Dubai, Qatar, Bahrain, Turki, hingga kawasan Timur Tengah lainnya.
"Tidak hanya di Spanyol, Skotlandia, Inggris, tapi juga beroperasi di Dubai, Qatar, Bahrain, dan Turki untuk perdagangan narkobanya," jelas Untung.
Sejumlah laporan media Inggris menyebut Lyons pernah tinggal di Costa del Sol, Spanyol, sebelum berpindah ke Dubai.
Di wilayah tersebut, ia disebut menjalin hubungan dengan jaringan kriminal Kinahan, salah satu kartel narkoba paling berpengaruh di Eropa yang berbasis di Uni Emirat Arab.
Produser dokumenter *Kinahan: The True Story of Ireland's Mafia*, Stephen Dempster, pernah mengungkap bahwa kelompok Lyons berkembang pesat pada pertengahan 2010-an dengan memanfaatkan koneksi global kartel tersebut.
Load more