Buntut Polemik Jadi Pria Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran Viral, Rahadian: Keputusan Saya Ambil Sadar
- Instagram/@paola.serena
Pria Berkabaya Minta Maaf
Rahadian selaku pria berkebaya yang viral di media sosial itu pun menyampaikan permintaan maafnya. Tindakannya menimbulkan kekecewaan hingga menyinggung berbagai pihak.
"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga Mangkunegaran, para budayawan, masyarakat Jawa, dan masyarakat Indonesia yang merasa kecewa dan tersinggung terhadap tindakan saya," ucapnya.
Ia mengaku langsung merefleksikan diri sejak polemik dirinya menghebohkan publik. Ia pun berjanji tidak akan mengulangi pelanggaran tersebut dan bisa lebih menghargai nilai budaya dan adat yang ada.
Di sisi lain, Rahadian memberikan apresiasi kepada sejumlah pihak. Selain mendapatkan kritik, ia juga memperoleh pasukan yang mengarahkan dirinya agar lebih bijak ke depannya.
"Saya ingin berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengingatkan dan memberikan saya kesempatan untuk belajar dari kesalahan ini," katanya.
Sebelumnya, dalam sebuah unggahan viral, publik mendadak dibuat terkejut setelah mengetahui seorang pria mengenakan kebaya di Kirab Pusaka Malam 1 Suro.
Rahadian saat itu berpose dengan teman-temannya dan diunggah melalui akun Threads @paola.serena. Namun, penampilannya yang berbeda langsung menuai reaksi dari seorang warganet.
"Maaf kak, itu temannya cowok kok pakai kebaya?," tanya akun @diandrapriscilla.
Pemilik akun mengaku hal tersebut telah mendapatkan izin dari pemilik acara. Sementara, Rahadian menjawab, "karena pakaian tidak punya jenis kelamini, kawan."
Pihak Mangkunegaran langsung buka suara menyikapi polemik tersebut. Pihaknya membantah pernah mengizinkan pria menggunakan pakaian kebaya.
Pengageng Kawedanan Panti Budaya GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan dispensasi. Cara berpakaian yang sopan tetap sesuai aturan yang berlaku.
"Mangkunegaran telah mengeluarkan panduan ageman untuk ritual adat 1 Sura, panitia penyelenggara 1 Sura Be 1960 tidak pernah memberikan izin, dispensasi, ataupun perlakuan khusus kepada pihak mana pun," katanya.
(hap)
Load more