Bukan Tanpa Sebab, Ini Alasan Sarwendah Nekat Undang Resmi Ruben Onsu
- Instagram @sarwendah29
tvOnenews.com - Sarwendah resmi mengundang Ruben Onsu untuk bertemu secara langsung membahas hak asuh anak. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tanpa harus melibatkan opini publik yang semakin meluas.
Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, S.H., LL.M., menegaskan keyakinannya bahwa pertemuan antara anak-anak dengan kedua orang tua, baik dengan Sarwendah maupun Ruben Onsu, pasti akan terlaksana. Menurutnya, persoalan ini hanya soal menyesuaikan jadwal dan komunikasi antar kedua belah pihak.
"Tapi kami percaya bahwa pertemuan itu dengan anak-anak antara klien kami ataupun dengan RO dengan anak-anak itu pasti akan terlaksana. Tinggal nanti kesesuaian waktu saja dan komunikasi," ucap Simon dalam tayangan YouTube Intens Investigasi pada 20 Juni 2026.
Terkait jadwal, pertemuan rencananya akan dilaksanakan pada 11 Juli mendatang, sesuai dengan permintaan dari pihak Ruben Onsu dan kuasa hukumnya, Minola Sebayang. Meski begitu, pihak Sarwendah tetap memberikan fleksibilitas apabila waktu tersebut perlu disesuaikan kembali.
"Dan untuk pertemuan akan dilaksanakan, saya sedikit menambahkan tadi apa yang disampaikan Bang Kris, pertemuan akan dilaksanakan bulan Juli sesuai permintaan dari RO dan Bang Minola begitu ya. Nanti akan dilaksanakan kira-kira tanggal 11 Juli," lanjut Simon.
Pihak Sarwendah pun menyatakan tetap memberikan keleluasaan kepada Ruben Onsu dan kuasa hukumnya jika tanggal tersebut dirasa kurang pas. "Namun kami juga kembali memberikan keleluasaan bagi RO dan kuasa hukumnya untuk menyesuaikan waktu. Jadi nanti seandainya waktu tersebut kurang pas begitu dengan jadwalnya, nanti bisa dikomunikasikan, nanti tinggal diinformasikan saja dalam suratnya," ujar Simon.
Selain soal jadwal pertemuan, Abraham Simon turut menyampaikan imbauan penting terkait ruang digital. Ia meminta seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ruang digital agar tetap kondusif demi kebaikan anak-anak yang kini sudah mulai tumbuh besar.
"Dan terakhir yang mau saya sampaikan juga, pada intinya klien kami dalam menghadapi masalah ini cukup berbesar hati untuk menerima setiap kritikan apa pun," ucap Simon. Pernyataan ini menegaskan sikap terbuka Sarwendah terhadap berbagai tanggapan yang muncul dari publik.
Lebih lanjut, Simon menekankan pentingnya menjaga suasana digital yang kondusif mengingat anak-anak kini sudah mulai aktif bersosialisasi. "Namun kami menghimbau kepada seluruh pihak untuk ayo bersama-sama kita menjaga ruang digital yang kondusif. Kenapa? Karena kasihan anak-anak. Anak-anak ini kan sudah tumbuh besar, sudah bersosialisasi dengan teman-temannya di tempat les, di sekolah. Dan mereka semua ini bisa membaca berita," tegas Simon.
Ia juga menjelaskan dampak yang bisa timbul jika pemberitaan terus berlanjut tanpa kendali. "Sehingga apa? Sehingga situasi yang demikian kurang baik bagi kehidupan sosial anak-anak dan juga dapat menimbulkan dampak psikis yang kurang baik juga. Sehingga mari kita dukung suasana yang damai demi tumbuh kembang mereka," lanjutnya.
Tak hanya soal ruang digital, pihak Sarwendah turut menegaskan kembali keinginannya untuk menyelesaikan persoalan ini secara tertutup, bijaksana, dan kekeluargaan. Hal inilah yang menjadi alasan utama di balik undangan resmi pertemuan kepada Ruben Onsu.
"Dan yang terakhir saya mau sampaikan juga bahwa klien kami pada dasarnya, sesuai yang tadi Bang Chris sampaikan, ingin menyelesaikan permasalahan ini secara tertutup, dengan bijaksana, dengan kekeluargaan. Itu kenapa kami mengundang untuk suatu pertemuan tanpa harus melibatkan opini publik yang luas dan semakin luas," ujar Simon.
Simon menutup pernyataannya dengan menjelaskan fokus utama Sarwendah saat ini, yakni tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu sekaligus pencari nafkah bagi anak-anaknya. "Dan untuk saat ini juga klien kami lebih memilih untuk fokus bekerja keras mencari nafkah dan memastikan bahwa les serta sekolah anak-anak itu tetap berjalan dengan normal. Itu saja yang mau saya tambahkan," tutup Simon.
Pernyataan resmi dari kuasa hukum Sarwendah ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik mengenai alasan di balik undangan pertemuan dengan Ruben Onsu. Langkah ini menunjukkan bahwa fokus utama Sarwendah bukan pada perselisihan, melainkan pada kepentingan dan kenyamanan anak-anak ke depannya.
Dengan adanya rencana pertemuan pada 11 Juli mendatang, publik kini menanti bagaimana hasil pembicaraan antara Sarwendah dan Ruben Onsu terkait hak asuh anak. Kedua belah pihak diharapkan dapat menemukan jalan tengah yang terbaik demi tumbuh kembang anak-anak mereka.
Sejak awal mencuatnya persoalan ini ke publik, perhatian besar memang tertuju pada nasib anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah. Banyak warganet yang berharap kedua belah pihak bisa segera menemukan kesepakatan tanpa harus berlarut-larut di ranah hukum maupun media sosial.
Langkah Sarwendah yang memilih jalur tertutup dan kekeluargaan ini pun mendapat beragam respons dari publik. Sebagian menilai langkah tersebut sebagai itikad baik untuk menyelesaikan masalah tanpa membesar-besarkan persoalan ke ranah publik yang lebih luas.
Dengan adanya pernyataan resmi dari kuasa hukum Sarwendah ini, diharapkan proses komunikasi antara kedua belah pihak dapat berjalan lebih lancar ke depannya. Fokus utama dari pertemuan yang direncanakan pada 11 Juli mendatang tetap mengarah pada kepentingan terbaik bagi anak-anak mereka.
(anf)
Load more