Terbongkar! Jaringan Vape Narkoba Etomidate di Sumut Digulung, 114 Cartridge Disita dan Pemasok Masih Diburu
- Gambar ilustrasi AI
Sekitar pukul 23.00 WIB, polisi langsung melakukan penindakan dan menangkap Wiwik bersama Husni Ismail alias Wak Midun.
"Tim melakukan penggeledahan terhadap mobil dan orang," kata Eko dalam keterangannya.
114 Cartridge Vape dan Sabu Diamankan
Dari hasil penggeledahan kendaraan, penyidik menemukan 11 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan alat isap sabu, dua plastik klip berisi kristal putih yang diduga sabu, uang tunai sebesar Rp18,39 juta, serta tiga unit telepon seluler yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas transaksi narkotika.
Pemeriksaan terhadap kedua tersangka kemudian mengungkap fakta baru. Polisi memperoleh informasi bahwa masih terdapat puluhan cartridge vape lain yang dibawa oleh seorang karyawan Wiwik bernama Fauzan.
Tim bergerak cepat melakukan pengejaran. Sekitar pukul 01.00 WIB, aparat berhasil menemukan Fauzan bersama seorang pria bernama Erwin di Jalan Bakaran Batu, Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Deli Serdang.
Saat menggeledah sepeda motor Honda Vario yang mereka gunakan, polisi menemukan 103 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate tersimpan di dalam jok kendaraan.
Dengan temuan tersebut, total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 114 cartridge vape mengandung etomidate.
Selain itu, penyidik juga menemukan indikasi bahwa jaringan tersebut telah menjalankan bisnis ilegal ini lebih dari satu kali.
Menurut hasil pemeriksaan, transaksi yang berhasil digagalkan merupakan pemesanan kedua. Sebelumnya, sebanyak 10 cartridge vape disebut telah habis terjual kepada konsumen.
Dalam praktiknya, para pelaku memperoleh keuntungan sekitar Rp200 ribu untuk setiap cartridge yang berhasil dijual. Barang tersebut dibeli dengan harga Rp1,5 juta per unit dan dipasarkan kembali seharga Rp1,7 juta.
Bareskrim memperkirakan total nilai ekonomi barang bukti yang berhasil disita mencapai sekitar Rp285 juta.
Pemasok Utama Masuk DPO, Jaringan Masih Dikembangkan
Dari hasil pemeriksaan lanjutan, penyidik menemukan bahwa pemesanan vape mengandung etomidate dilakukan oleh Wak Midun atas permintaan Wiwik.
Selanjutnya tim melakukan interogasi terkait asal barang bukti dan diketahui jika yang melakukan pemesan adalah saudara Wak Midun atas permintaan Wiwik.
Polisi kemudian mengidentifikasi sosok yang diduga menjadi pemasok utama dalam jaringan tersebut, yakni seorang pria bernama Hendrich.
Load more