Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun
Niat melakukan kejahatan muncul setelah pelaku mendengar cerita dari ayah tiri korban bahwa Bilqis baru saja dibelikan sepeda motor Honda Vario. Informasi itu memicu keinginan pelaku untuk mencuri kendaraan tersebut.
Tak ingin gagal, Suparman bahkan melakukan survei sekitar satu bulan sebelum kejadian. Dengan berpura-pura bertamu, ia mempelajari kondisi rumah, lingkungan sekitar, serta kebiasaan keluarga korban.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka datang ke rumah korban sekitar satu bulan sebelum kejadian untuk mempelajari situasi. Dari situlah muncul rencana untuk mengambil sepeda motor korban," jelas Kapolres.
Kronologi Pembunuhan Bilqis, Pelaku Habisi Korban demi Menghilangkan Saksi
Pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, Suparman berangkat menggunakan sepeda motor menuju perbukitan di belakang rumah korban. Kendaraan tersebut ditinggalkan di lokasi yang dianggap aman sebelum ia berjalan kaki menuju rumah Bilqis.
Saat tiba di lokasi, pelaku melihat sepeda motor incarannya masih terparkir di halaman. Ketika mengintip melalui celah pintu, ia mengetahui korban sedang sendirian di dalam rumah.
Karena khawatir dikenali dan aksinya gagal, pelaku memutuskan membunuh korban terlebih dahulu.
Dengan dalih meminjam sabit jenis bendo, Suparman mengetuk pintu rumah. Korban yang tidak menaruh curiga mengambilkan alat tersebut.
Sesaat setelah Bilqis kembali masuk dan berbaring di atas kasur, pelaku langsung mengikuti dari belakang lalu mengayunkan sabit ke arah wajah korban.
- Humas Polri
Korban sempat berteriak dan menangkis serangan menggunakan kedua tangannya. Namun pelaku terus menyerang hingga korban tidak sadarkan diri.
"Korban sempat melakukan perlawanan dan menutup wajah menggunakan tangan. Namun tersangka terus mengayunkan senjata tajam hingga korban tidak berdaya," terang AKBP Dewiana.
Pelaku kemudian kembali menyerang wajah korban berkali-kali hingga menyebabkan luka yang sangat berat.
Hasil autopsi Tim Biddokkes Polda Jawa Tengah menyatakan korban meninggal akibat putusnya pembuluh darah besar di area wajah yang mengakibatkan kehilangan darah dalam jumlah masif.
Sebelumnya, Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengungkap kondisi jenazah korban saat ditemukan oleh ibunya yang baru pulang bekerja.
"Kondisi jenazah banyak bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya sudah tidak berbentuk," ujar Aris.
Load more