Dedi Mulyadi Beberkan Kondisi Terkini Korban Penganiayaan Taufik Hidayat, Satu Keinginannya Jadi Sorotan
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71 / tvOnenews
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi mengungkap perkembangan terbaru kondisi YTR (29), korban dugaan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat.
Di tengah proses pemulihan, Gubernur Jawa Barat itu juga membagikan kisah mengharukan tentang satu harapan terbesar yang terus dipegang korban.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada 28 Juni 2026, Dedi menyempatkan diri menemui keluarga YTR untuk mengetahui secara langsung perkembangan kondisi korban yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
- Kolase istimewa & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dalam perbincangan tersebut, Dedi menanyakan perkembangan kesehatan YTR kepada ayah dan kakak korban.
Keluarga menyampaikan bahwa kondisi YTR perlahan mulai menunjukkan kemajuan dibanding sebelumnya.
Korban kini sudah mampu menjalani terapi berjalan dan latihan duduk sebagai bagian dari proses rehabilitasi.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah luka lama yang belum sepenuhnya pulih akibat infeksi yang sempat tidak mendapatkan penanganan.
"Gimana perkembangannya?" tanya Dedi Mulyadi.
"Alhamdulillah sehat, tadi udah terapi duduk sama jalan, tapi ada bekas luka yang bolong," jawab ayah YTR.
Dedi kemudian menanyakan kondisi luka tersebut serta perkembangan daya ingat korban.
"Bekas luka bolong karena luka lama infeksi tidak diobati jadi bolong, kalo ingatan?" tanya Dedi.
Kakak korban menjelaskan bahwa ingatan YTR mulai kembali, tetapi ia masih sering mengeluhkan sakit kepala akibat benturan keras yang pernah dialaminya.
"Udah, tapi masih suka pusing katanya," ujar kakak korban.
- Istimewa
"Iya, karena itu benturan dan itu traumanya panjang," kata Dedi.
Di balik proses pemulihan fisik yang mulai menunjukkan hasil positif, keluarga mengungkapkan bahwa YTR memiliki satu keinginan yang hingga kini terus menjadi harapannya.
Menurut sang kakak, YTR sangat ingin bisa melihat kembali. Keinginan itu muncul bukan hanya demi dirinya sendiri, tetapi juga agar ia dapat kembali bekerja dan membantu perekonomian keluarganya.
"Iya, karena keinginan adik saya pengen lihat lagi, pengen bantu orang tua katanya, pengen dagang, keinginannya tinggi, keadaan gini pun masih mikirin kepentingan keluarga. Dia pekerja keras mandiri berubahnya ya setelah ketemu Taufik," ungkap kakak korban.
Saat ini, keluarga tengah berupaya mencari donor mata sebagai salah satu langkah untuk memulihkan penglihatan YTR. Mereka berharap ada jalan terbaik agar harapan tersebut dapat terwujud.
"Kalau rekonstruksi wajah masih bisa dilakukan yang masih berat itu penglihatan," ujar Dedi.
Kakak korban menambahkan bahwa berdasarkan penjelasan dokter, peluang donor mata masih terbuka apabila tersedia donor yang memenuhi persyaratan medis.
"Kata dokter bisa donor mata dari keluarga yang anggota keluarganya meninggal," jelasnya.
Dedi Mulyadi sebelumnya juga memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membantu biaya pengobatan YTR hingga proses pemulihannya selesai.
Ia berharap korban dapat memperoleh penanganan medis terbaik, sehingga perlahan bisa kembali menjalani kehidupan normal dan mewujudkan keinginannya untuk melihat lagi serta kembali bekerja membantu kedua orang tuanya. (asl)
Load more