Kenapa Lagu Bupati Purwakarta Tuai Kontroversi? Atalia Praratya Heran dengan Lirik yang Rendahkan Gender Perempuan
- Kolase tangkapan layar YouTube Najwa Shihab & Instagram Om Zein
Bahasa Sunda, kata dia, sebagai salah satu anugerah terindah lantaran memiliki kekayaan kosakata yang indah. Selain itu, bahasa ini juga mempunyai sarat pesan moral.
Anggota Komisi VIII DPR RI ini bertanya narasi tersebut dipilih dan dibawa oleh seorang kepala daerah. Pasalnya, hal ini dianggap mengandung penyimpangan terhadap perempuan.
"Dari begitu banyak pilihan kata dalam Bahasa Sunda yang indah, dari begitu banyak pesan yang bisa mengangkat nilai kehidupan, mengapa justru narasi seperti ini yang dipilih?," gemas dia.
Filosofi Sunda Bagi Atalia Praratya
Ia juga berbagi pandangan terkait filosofi Sunda. Menurutnya, hal ini mengutamakan nilai saling menyayangi, saling mencerdaskan, saling membimbing, serta saling menghargai.
Dalam lirik tersebut, Atalia menilai adanya unsur bahan candaan terhadap persoalan biologis perempuan. Menurutnya, hal itu tidak memberikan cerminan terkait semangat budaya Sunda.
"Sebodoh apa pun saya memahami Budaya Sunda, saya mengetahui bahwa Budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, slih asuh, silih wawangi. Dan saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan," paparnya.
Persoalan patriarki juga menjadi sorotan Atalia. Aspek ini terus menjadi tantangan guna menciptakan adanya kesetaraan gender.
Ia merasa heran narasi tersebut seperti mengandung unsur patriarkal. Ironisnya, hal ini muncul hingga dilahirkan oleh seorang pejabat publik dianggap mempunyai pengaruh besar khususnya di wilayahnya.
"Mengapa narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?," tanya Atalia.
Belakangan ini, beberapa bagian lirik lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat semakin menuai sorotan publik. Bagian ini dianggap kontroversi hingga problematik.
Lirik menuai sorotan memiliki bunyi "Makasih Tuhan sudah menciptakan aku sebagai laki-laki, aku jadi enggak usah beli k*tang yang busanya lebih besar daripadad payudara".
Kandungan dalam kalimat lirik tersebut dinilai mengandung seksualisasi terutama mengarah pada tubuh perempuan. Selain itu, bagian ini juga memicu pandangan negatif terhadap kalangan perempuan.
Tidak hanya bagian tersebut. Lirik lain juga memicu kontroversi yang berbunyi "Sebab, kalau aku jadi perempuan, SMP kelas 3, aku udah keguguran 7 kali".
Load more