PMI asal Cianjur Jatuh Akibat Kelelahan Bekerja, Suami Ungkap Sang Istri Kerja 24 Jam di Dua Rumah
- Kolase tvOnenews.com / tvOneNews
Selama bekerja di Libya, Ai Juariah bahkan tercatat sudah sembilan kali berganti majikan karena berbagai alasan ketidakcocokan. Kondisi ini semakin memperberat beban kerja yang harus ia jalani di negeri orang.
Dalam komunikasi terakhir dengan keluarga, Ai Juariah mengeluhkan sakit lambung akibat pola makan yang selalu telat serta jam kerja yang mencapai 24 jam tanpa henti. Keluarga di kampung halaman berharap Ai Juariah segera bisa dipulangkan ke Indonesia.
Kasus ini pun menyita perhatian publik di jagat maya usai video permintaan tolong Ai Juariah tersebar luas. Banyak warganet yang turut menyoroti nasib pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri dengan kondisi kerja tidak manusiawi.
Menyusul viralnya kasus tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama KBRI Tripoli langsung bergerak menangani kasus PMI berinisial AJ ini sejak informasi beredar pada 26 Juni 2026. Kemlu memastikan kondisi AJ saat ini dalam keadaan aman, sehat, dan tidak mengalami cedera.
KBRI Tripoli bersama pihak terkait, termasuk AJ dan majikannya, masih terus mendalami kronologi kejadian secara menyeluruh. Hasil penelusuran sementara bersama agensi setempat menunjukkan bahwa AJ telah bekerja di Benghazi, Libya Timur, sejak Maret 2025 melalui jalur penempatan yang tidak sesuai prosedur oleh pihak sponsor.
Kemlu menegaskan akan terus mengawal penyelesaian kasus ini melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait serta otoritas Libya. Pemerintah juga kembali mengimbau masyarakat yang berencana bekerja ke luar negeri agar menggunakan jalur prosedural resmi demi memastikan perlindungan hukum dan keselamatan selama bekerja di negara tujuan.
(anf)
Load more