Keluarga Ungkap Kondisi Terbaru Yuvita, Masih Bertanya-tanya Mengapa Taufik Hidayat Tega Menyiksa Korban
- Kolase tvOnenews.com / YouTube CYRHAT BANG Denny Sumargo / tvOneNews
tvOnenews.com - Yuvita perlahan menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan intensif akibat dugaan penyiksaan yang dialaminya. Di balik kabar tersebut, keluarga mengaku masih dihantui pertanyaan yang belum terjawab, yakni mengapa Taufik Hidayat tega melakukan tindakan yang dinilai telah menghancurkan kehidupan korban.
Meski kondisi fisik Yuvita mulai membaik, luka batin keluarga belum juga pulih. Mereka mengaku masih sering mengingat berbagai peristiwa sebelum kasus ini terungkap, termasuk momen-momen yang saat itu dianggap biasa, tetapi belakangan disadari sebagai tanda bahwa Yuvita sedang berada dalam tekanan.
Kakak korban, Afif, mengaku menyimpan penyesalan karena terlalu percaya bahwa adiknya mampu menjaga diri sendiri. Ia baru menyadari setelah semuanya terungkap bahwa sejumlah sikap Yuvita saat itu diduga terjadi karena berada di bawah ancaman pelaku.
"Kenapa gitu ya? Dulu saya nyari-nyari, kenapa saya enggak ngeh bahwa dia waktu bilang ke saya, 'Sudah, jangan cari saya.' Itu tuh dia dalam tekanan. Kenapa saya enggak mikir ya, enggak ngeh gitu," ungkap Afif dalam tayangan Intens Investigasi.
Afif mengaku selama ini menganggap keluarganya sudah memberikan kebebasan kepada Yuvita karena usianya yang dinilai cukup dewasa. Pemikiran itulah yang kini justru terus menghantuinya.
"Saya selalu mikirnya tuh ya mungkin kita juga terlalu over kalau enggak terlalu ngebebasin dia gitu," tutur Afif.
Ia juga masih mengingat saat Yuvita sempat memarahinya. Kala itu, Afif sama sekali tidak menduga bahwa kemarahan sang adik diduga terjadi karena berada dalam situasi yang penuh tekanan.
"Kenapa enggak ngeh gitu waktu dia teriak ke saya, marah-marahin saya. Padahal itu dalam ancaman pelaku, kondisi tertekan juga kayak gitu," lanjut Afif.
Pengakuan serupa datang dari kakak ipar korban, Melani. Sebelum kasus ini terungkap, ia sempat berupaya mencari keberadaan Yuvita dengan mengunggah informasi di media sosial karena menduga adik iparnya dibawa kabur oleh pelaku.
Namun, upaya tersebut justru mendapat respons tak terduga. Melani mengungkapkan bahwa Yuvita meneleponnya pada hari yang sama dan meminta agar dirinya tidak lagi dicari.
"Di media sosial sempat diviralkan dengan narasi bahwa pelaku membawa kabur adik kami. Lalu sorenya dia menelepon sambil marah-marah bahwa dia enggak mau dicari, katanya dia enggak hilang. Intinya dia tidak mau ada hubungan lagi dengan kami," tutur Melani.
Kini, di tengah proses pemulihan yang masih panjang, keluarga akhirnya membawa kabar baik mengenai kondisi Yuvita. Afif menyebut sang adik mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan setelah menjalani perawatan intensif.
"Alhamdulillah buat sekarang adik saya sudah berangsur-angsur membaik. Sekarang kebetulan lagi terapi untuk bisa duduk, berjalan juga buat persiapan ke depannya. Cuma belum dapat jadwal untuk operasi selanjutnya," jelas Afif.
Selain menjalani terapi, Yuvita juga masih harus menghadapi tahapan pengobatan berikutnya. Menurut Afif, dokter telah merencanakan operasi lanjutan pada area wajah meski jadwal pelaksanaannya belum ditentukan.
"Rencana itu ada operasi di area muka, cuma belum tahu yang mananya ya," ujar Afif.
Afif juga mengungkapkan rasa syukur karena keluarga tidak lagi terbebani persoalan biaya pengobatan. Seluruh proses perawatan disebut telah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk bantuan dana awal sebesar Rp1 miliar.
"Alhamdulillah buat sekarang sudah enggak perlu mikirin soal biaya. Sudah ditanggung semua sama Pak KDM dan Pemprov Jabar. Kemarin untuk deposit tahap awal di rumah sakit sudah masuk Rp1 miliar," kata Afif.
Ia menambahkan bahwa perhatian dari masyarakat juga menjadi penyemangat bagi keluarga selama mendampingi proses pemulihan Yuvita. Banyak pihak disebut turut memberikan bantuan maupun dukungan moral.
"Tentu merasa terbantu ya, alhamdulillah. Banyak yang peduli, banyak yang bantuin juga, sahabat-sahabat semuanya. Alhamdulillah banyak yang bantu dan peduli juga," imbuh Afif.
Sementara itu, proses hukum terhadap Taufik Hidayat masih terus berjalan. Menurut keluarga, pihak kepolisian dalam waktu dekat berencana menggelar rekonstruksi untuk mengungkap secara rinci rangkaian peristiwa yang dialami korban.
"Nanti ada rekonstruksi rencananya. Tapi belum tahu tanggal kapan. Untuk kondisi kaki itu sekarang masih bolong di dalam. Kemarin sempat dijahit, cuma sobek lagi," ungkap Afif.
Ia menjelaskan bahwa kondisi kaki Yuvita masih membutuhkan alat bantu agar proses pemulihan tulang dan sendi dapat berjalan dengan baik.
"Jadi sekarang itu masih dibantu alat buat ngangkat tulang sendi ke atas biar enggak bolong ke bawah kayak gitu," lanjut Afif.
Melani juga membenarkan bahwa rekonstruksi menjadi salah satu agenda yang akan dilakukan penyidik. Menurutnya, keluarga masih menunggu kepastian jadwal dari pihak kepolisian.
"Kaki juga sampai ada rekonstruksi ke kaki. Belum ada keterangan kapan-kapannya. Belum ada, tapi rencananya ada dalam waktu dekat," ujar Melani.
Di sisi lain, keluarga turut menyoroti video yang memperlihatkan Taufik Hidayat mendatangi Kantor Dinas Gubernur Jawa Barat sebelum akhirnya ditangkap. Afif menduga langkah tersebut dilakukan pelaku untuk mencari pembelaan atas perbuatannya.
"Kalau itu sih dari segi kita keluarga, mungkin dia pengin dapat pembelaan, memutarbalikkan fakta, nyari pembelaan dari POV-nya dia, keterangan dari dia," tutur Afif.
Bagi keluarga, penderitaan yang dialami Yuvita tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga menghancurkan masa depan korban yang sebelumnya dinilai memiliki banyak harapan. Mereka pun berharap proses hukum dapat berjalan hingga pelaku mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.
"Kami dari pihak keluarga tentu saja merasa apa yang dilakukan pelaku ke adik saya sudah enggak manusiawi," tegas Afif.
"Adik yang saya bangga-banggain, masa depannya lagi cerah-cerahnya. Sekarang sudah hancur semuanya. Fisiknya dihancurkan, mentalnya dihancurkan, dan masa depannya juga dihancurkan sama dia," lanjut Afif.
Melani mengaku hingga kini masih belum mampu memahami alasan di balik dugaan penyiksaan yang dialami Yuvita. Baginya, sekalipun tindakan pelaku telah berhenti, penderitaan yang harus dijalani korban akan berlangsung sangat lama.
"Jadi seperti apa? Meskipun penyiksaannya sudah selesai, tapi penderitaannya selamanya," ucap Melani.
"Sampai sekarang saya masih mempertanyakan. Saya belum dapat jawabannya sampai sekarang kenapa dia seperti itu. Si pelaku maksudnya, kenapa tega seperti itu ke adik saya," pungkas Melani.
(anf)
Load more