Imbas Tuai Kontroversi, Lagu Lalaki Langit Bupati Purwakarta Disomasi Lembaga Non Pemerintah di Jabar
- Instagram/@ataliapr
Lagu Lalaki Langit juga pertama kali diperkenalkan dalam sebuah acara Hajat Bumi di Lingga Mukti. Hal itu sebagai upaya Bupati Purwakarta dalam menunjukkan kebebasan berekspresinya.
Ketua Jabar Bantuan Hukum memahami maksud tersebut. Akan tetapi, kebebasan berekspresi juga mempunyai batasan, terutama hal yang mengandung unsur negatif bermakna bias gender.
"Ketika sebuah karya atau pernyataan di ruang publik diduga mengandung muatan yang merendahkan harkat, martabat, dan kehormatan perempuan, maka kritik dan langkah hukum merupakan bagian dari mekanisme negara hukum," katanya.
Klarifikasi Bupati Purwakarta
- Antara
Sementara, Om Zein mengklarifikasi karya lagunya yang kian menuai kontroversi. Ia secara tegas menepis anggapan lagunya sengaja diciptakan menyudutkan atau menyinggung kaum perempuan.
Om Zein menegaskan, karya yang dinilai mengandung puisi tersebut sebenarnya telah ditulis sejak 2020 lalu. Hal itu merupakan bagian dari cerminan diri sendiri sekaligus refleksi kenakalan di masa lalunya.
"Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal," ungkap Om Zein dalam keterangan tertulisnya.
Walau murni lahir dan refleksi bersifat personalnya, Om Zein menyadari persepsi yang muncul dari ruang publik berbeda dengan pandangannya. Oleh karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas viralnya lagu Lalaki Langit.
"Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri," ucapnya.
Ia berharap klarifikasi ini meredam amarah publik. Ia menginginkan masyarakat melihat karyanya dari sudut pandang yang lebih jauh dan bijak.
(hap)
Load more