Kronologi Aldi Taher Geram dengan Baskara Putra, Tantang Debat hingga Desak Minta maaf ke Kameramen Imbas Hal ini
- Kolase Instagram/@wordfangs/@alditaher.official
Jakarta, tvOnenews.com - Artis Aldi Taher kembali menggegerkan publik. Kali ini bukan karena berbagai gebrakan dan tingkah lucunya, tetapi menyoroti musisi Baskara Putra (Hindia).
Aldi Taher bahkan dengan tegas menantang Baskara Putra untuk debat secara terbuka. Ia bahkan mendesak sang musisi agar segera minta maaf kepada kameramen di sebuah konser.
Perselisihan antara Aldi Taher dan Baskara Putra pun mengundang komentar dari warganet. Begini kronologi lengkapnya yang dirangkum oleh tvOnenews.com pada Jumat (3/7/2026).
Kronologi Aldi Taher Vs Baskara Putra Hindia
- Twitter - Aldi Taher
1. Berawal dari Tulisan Penonton Disorot Kameramen di Sebuah Konser
Perseteruan ini bermula dari Baskara Putra. Sang musisi menyoroti sebuah tayangan kamera ketika dirinya konser bersama Feast dan Hindia.
Baskara Putra baru menyadari terdapat tayangan yang menyoroti sebuah tulisan dari ponsel salah satu penonton. Tulisannya membicarakan tentang penolakan keras terhadap "boti".
"Jadi apapun asal jangan jadi boti," demikian tulisan dalam sebuah ponsel salah satu penonton konser.
Baskara Putra baru menyadari tulisan tersebut tersorot dalam layar kamera yang terpasang di panggung konser. Hal ini menimbulkan amarah bagi vokalis Hindia dan Feast tersebut.
"T*l*l, kameramen juga ngapain nyorot ginian, katro," tulis Baskara Putra melalui unggahan X pribadinya.
Sorotan dari Baskara Putra langsung menggegerkan publik. Warganet memberikan beragam respons, termasuk Aldi Taher yang turut mengecam komentar sang musisi.
2. Aldi Taher Membela Kameramen
Secara terbuka, Aldi Taher memberikan dukungan kepada kameramen. Ia bahkan mengecam keras terhadap komentar yang dilontarkan oleh Baskara Putra.
Aldi bahkan mengunggah cuitan dari Baskara Putra. Ia turut mendukung agar tidak menormalisasikan boti yang identik dengan aktivitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
"Lu yang katro dan t*l*l. Gua di sisi kameramen, boleh jadi apa aja asal jangan menjadi boti (true)," kata Aldi Taher.
Merujuk dari Hello Sehat, LGBT mulanya digunakan untuk kelompok homoseksual dan transgender. Seiringnya waktu, konsep ini mencakup lebih luas yang menyangkut pada orientasi seksual dan beragam identitas gender yang berkembang menjadi LGBTQIA atau LGBTQ+.
3. Desak Baskara Putra Minta Maaf kepada Kameramen
Aldi Taher pun secara terbuka mendesak Baskara Putra. Vokalis Hindia tersebut diharapkan untuk meminta maaf lantaran telah mempermalukan atau menyudutkan kameramen di jagat maya.
"Bismillah lawan, harus minta maaf lo woi ke kameramen, ingin tahu semetal apa nyali lo?," sentil dia.
Menurut Aldi, komentar tersebut tidak seharusnya dituangkan di ruang media sosial. Jagat maya dinilai tidak pantas untuk ruang merendahkan profesi, terutama kameramen yang bekerja di balik layar di industri hiburan.
Baskara sendiri dikenal sebagai publik figur. Komentar tersebut tentu berdampak besar mengundang berbagai penilaian negatif khususnya kepada kameramen.
"Jangan sok artis lu, kameramen juga artis, jangan semena-mena mulut lo," kesalnya.
4. Tantang Debat Terbuka
Ia mengaku tidak bisa menandai akun media sosial Baskara Putra. Ia pun mendesak agar grup band Hindia, Feast, Lomba Sihir menginformasikan bahwa vokalisnya ditantang debat terbuka.
"Bismillah debat intelek lu sama gua, kalau enggak berani, lu harus minta maaf kepada kameramen," tantang Aldi.
5. Terus Berkoar jika Baskara Putra Tidak Minta Maaf
Dalam unggahan video lainnya, Aldi Taher mengaku tidak memiliki masalah pribadi kepada Baskara Putra. Akan tetapi, ia tetap terus bersuara apabila musisi tersebut belum menunjukkan itikad baik dan meminta maaf kepada kameramen.
Bagi Aldi, Baskara Putra telah membungkam kameramen. Setiap orang tentu mempunyai hak kebebasan bersuara, terutama mengenai penolakan pada pihak mendukung gerakan LGBT.
Ia menegaskan bahwa, dirinya akan berhenti berkoar setelah Baskara meminta maaf. Menurutnya, musisi tersebut tidak memiliki hak membungkam kebebasan ekspresi setiap orang.
"Gua enggak ada masalah pribadi apa-apa sama Baskara, gua kecewa dia membungkam hak kameraman untuk bersuara. Gua cuma pengin dia minta maaf, baru gua akan stop. Kalau lu belum minta maaf juga, baru gua stop, minimal gua telah bersuara. Lu enggak ada hak membungkam suara kameramen," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Baskara Putra belum memberikan reaksi apa pun. Berbagai spekulasi dari publik terus bermunculan dan mendukung langkah dari Aldi Taher.
(hap)
Load more