Ucapan Belasungkawa Unsrat atas Meninggalnya Dokter PPDS Anestesi yang Diduga jadi Korban Bully
- Instagram Unsrat
Kemenkes melalui Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati bahwa proses penyelidikan masih berlangsung sehingga belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian maupun dugaan yang berkembang di masyarakat.
Pihaknya juga lakukan tindakan tegas, dengan penghentian sementara enghentikan sementara kegiatan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado.
Dengan menegaskan bahwa kebijakan tersebut hanya berlaku terhadap kegiatan pendidikan PPDS Anestesiologi yang berlangsung di RSUP Kandou, bukan terhadap program studi Anestesiologi secara nasional.
"Penjelasan isu kematian dokter PPDS di RS Kandou Manado, kasus ini masih dalam proses investigasi oleh tim gabungan Kemenkes, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi dan Kemendiktisaintek,” kata Widyawati, dikutip dari viva.co.id, Selasa (7/7).
Perlu diketahui, Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) adalah jenjang pendidikan lanjutan bagi dokter umum untuk meraih gelar spesialis.
Program ini berlangsung intensif selama 4 hingga 7 tahun dan menitikberatkan pada praktik klinis (menangani pasien secara nyata) di berbagai rumah sakit pendidikan.(klw)
Load more