Deretan Jabatan Mentereng Dipegang Hercules, Terbaru Jadi Dewan Kehormatan yang Bikin Penghasilannya Semakin Melejit
- Tangkapan layar YouTube GRIB TV
Hercules juga memiliki jabatan lain. Pria kelahiran asal Timor Leste itu menjabat sebagai Tenaga Ahli atau staf ahli untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Ia tepatnya menjadi staf ahli di Perumda Pasar Jaya. BUMD ini bergerak di bidang pengelolaan pasar, properti, dan pengembangan bisnis.
Menariknya, perusahaan tersebut mengelola lebih dari 150 pasar tradisional dan modern yang tersebar di DKI Jakarta. Peran utama Perumda Pasar Jaya adalah menjaga stabilitas harga pangan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.
Dilansir dari Antara, Kamis (16/7/2026), Hercules mengemban jabatan tersebut sejak Februari 2022. Ia berhasil lolos fit and proper test sehingga membuat dirinya bersyukur atas pencapaian tersebut.
"Ini suatu penghargaan, terima kasih. Namun, kita bukan cari makan di situ," kata Hercules.
Adapun tugasnya menjadi Staf Ahli yakni memberikan saran hingga masukan. Upayanya berkaitan dengan perencanaan, kebijakan, dan pelaksanaan tugas yang disampaikan kepada jajaran direksi Perumda Pasar Jaya.
3. Pejabat di CV Timor Ramelau
Pada 2022, Hercules memperoleh kepercayaan menjalankan CV Timor Ramelau. Menariknya, perusahaan ini dikabarkan sebagai salah satu mitra kerja (rekanan) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Timah.
CV Timor Ramelau mengoperasikan sebanyak 20 Ponton Isap Produksi (PIP). Ibaratnya benda ini semacam alat tambang timah yang beraktivitas di perairan Laut Merbau, Temayang Kelurahan Tanjung Ketapang dan Desa Rias, Toboali, Bangka Selatan.
Hercules pernah mendatangi acara sosialisasi rencana penambangan. Lokasinya digelar di aula Kantor Pengawasan Produksi (Wasprod) PT Timah Bangka Selatan.
4. Komisaris Utama PT Tita Harmoni
Jabatan strategis Hercules terletak di perusahaan jasa keamanan. Ia mengemban tugas sebagai komisaris utama sehingga menjadi salah satu penghasilan terbesar dalam hidupnya.
Berdasarkan laporan dari Tempo pada 13 Desember 2013 lalu, Hercules mendirikan perusahaan tersebut pada awal 2000-an. Lewat perusahaan itu, ia sempat mengakuisisi Lembaga Pendidikan Kejuruan Saint Mary di Petojo Utara sebelum dieksekusi pengadilan pada 2014.
Meski menjadi pendiri, Hercules justru senang dalam jabatan Komisaris Utama. Di perusahaan tersebut, ia mempekerjakan 200 orang yang sebagian besarnya bekas mantan anak buahnya di Tanah Abang.
Load more