Terungkap Alasan Sedih Ayah Lamine Yamal Tidak Hadir Langsung di Final Piala Dunia 2026
- Instagram @@hustle_hard_304
tvOnenews.com – Di balik kegemilangan luar biasa Lamine Yamal mengantarkan Timnas Spanyol menembus partai puncak Piala Dunia 2026, terselip kisah emosional yang menyayat hati dari keluarganya.
Mounir Nasraoui, ayah kandung dari sang wonderkid, secara terbuka membeberkan alasan pilu di balik keputusannya absen menyaksikan langsung aksi sang anak di Amerika Serikat.
Yamal, yang sukses membawa Spanyol menjuarai Euro dua tahun lalu, menjadi pilar utama La Furia Roja saat menantang Lionel Messi dan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat.
- REUTERS/Hannah Mckay
Di saat sang adik, Keyne, terus mencuri perhatian kamera di tribun penonton sepanjang turnamen, sosok Mounir Nasraoui justru tak pernah menampakkan batang hidungnya sejak laga awal hingga partai final.
Nasraoui mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya yang mengidap penyakit epilepsi parah menjadi penghalang utama.
Ia diwajibkan mengonsumsi lima pil obat setiap hari untuk mengontrol kejang, sehingga penerbangan jarak jauh antarbenua sangat berbahaya bagi nyawanya.
"Saya seorang penderita epilepsi. Saya harus minum banyak obat setiap hari, dan saya bisa mengalami kejang kapan saja," ungkap Nasraoui seperti dikutip dari media Inggris, The Mirror.
"Saya bisa saja berada di sana saat ini, namun di bawah pengaruh stres atau emosi yang tinggi, saya bisa kejang tanpa disadari. Sebelum bepergian, Anda harus memikirkan kondisi saya, kondisi Lamine, dan semua orang. Saya tidak ingin menyusahkan orang lain, jadi lebih baik tinggal di rumah dan menonton dari sini," bebernya legawa.
- REUTERS/Albert Gea
Sempat Jadi Korban Penusukan hingga Dimanfaatkan Orang
Nasraoui memang dikenal cukup terbuka mengenai riwayat penyakitnya di media sosial. Sayangnya, kondisi fisik yang rentan itu kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab hingga menjadikannya sasaran kejahatan.
Bahkan, sebulan setelah pesta perayaan juara Euro 2024 lalu, ayah Yamal sempat menjadi korban penusukan brutally di sebuah area parkir mobil.
Belajar dari rentetan kejadian kelam tersebut, ia kini memilih menetap di kediamannya di Katalunya sambil memberikan doa terbaik untuk Yamal.
- Instagram @hustle_hard_304
Keberhasilan dahsyat Yamal menembus panggung elite sepak bola dunia di usia 19 tahun ini sejatinya tidak lepas dari pengorbanan berdarah-darah para pendahulunya.
Sang nenek, Fatima, dahulu nekat meninggalkan Maroko dan menyelinap ke dalam bus tanpa dokumen resmi demi mengadu nasib ke Negeri Matador.
Fatima bekerja keras dari pagi hingga malam di Mataro, Katalunya. Seluruh uang hasil keringatnya dikumpulkan hanya demi membayar seseorang untuk menyelundupkan anaknya (Nasraoui yang kala itu berusia 3 tahun) beserta saudaranya keluar dari Maroko.
"Nenek saya datang sendiri naik bus. Dia menyelinap, berhenti di Algeciras, lalu Granada, hingga akhirnya berhasil mencapai Mataro," kenang Lamine Yamal dalam sebuah siniar.
"Dia bekerja pagi, siang, dan malam, melakukan semuanya agar ayah saya bisa datang. Setelah uangnya cukup, dia membayar seorang wanita untuk membawa ayah dan bibi saya ke Spanyol," tambahnya.
Kendati kini telah menjelma sebagai salah satu megabintang sepak bola terkaya dan paling dipuja di planet bumi, Yamal dikenal sebagai sosok yang sangat rendah hati dan tidak pernah melupakan asal-usulnya.
Sebagai bentuk penghormatan tinggi atas garis keturunan Maroko dari sang ayah serta Guinea Khatulistiwa dari sang ibu, Yamal secara khusus mengukir bendera kedua negara Afrika tersebut di sepatu bola (boots) yang ia kenakan sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.
Load more