WASPADA! Jangan Terkecoh Logo dan Jadwal Asli: Modus Penipuan Tiket Whoosh Ini Bisa Kuras Rekening Korban
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Niat membeli tiket Kereta Cepat Whoosh dengan mudah bisa berubah menjadi kerugian jika calon penumpang lengah.
Pelaku penipuan kini tidak lagi hanya mengirim pesan mencurigakan dengan tampilan seadanya. Mereka memakai logo resmi, nama layanan, jadwal keberangkatan, hingga materi visual yang dibuat menyerupai informasi asli untuk meyakinkan korban.
Setelah kepercayaan terbentuk, korban diarahkan berkomunikasi melalui WhatsApp, diminta memberikan data pribadi, lalu mengirim pembayaran ke rekening perorangan.
Modus tersebut berpotensi membuat uang korban hilang dan data pribadinya disalahgunakan. Karena itu, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengingatkan masyarakat agar tidak hanya percaya pada tampilan akun atau materi promosi yang terlihat resmi.
Berawal dari Iklan, Korban Diarahkan ke WhatsApp Palsu
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa pelaku kerap memanfaatkan identitas visual Whoosh untuk membuat penawaran palsu terlihat meyakinkan.
Logo perusahaan, nama layanan, jadwal perjalanan, gambar kereta, hingga desain promosi dapat digunakan untuk menciptakan kesan seolah-olah informasi tersebut berasal dari pihak resmi. Padahal, nomor WhatsApp yang digunakan tidak terhubung dengan layanan Whoosh.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya melihat logo, nama, atau jadwal yang diberikan, tetapi selalu memastikan nomor yang dihubungi dan kanal transaksi yang digunakan merupakan kanal resmi Whoosh,” kata Eva di Bandung, Rabu (29/7/2026).
Menurut KCIC, salah satu pola penipuan bermula dari iklan di media sosial yang mengatasnamakan layanan Kereta Cepat Whoosh. Iklan tersebut kemudian mengarahkan pengguna untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu.
Setelah calon korban menghubungi nomor tersebut, pelaku memberikan informasi jadwal perjalanan yang dibuat menyerupai layanan resmi. Korban kemudian dapat diminta mengirim data pribadi, memilih paket perjalanan, atau segera membayar tiket.
Untuk mempercepat keputusan korban, pelaku juga dapat menawarkan harga murah, diskon besar, promo terbatas, maupun fasilitas khusus yang sebenarnya tidak tersedia dalam layanan resmi.
Penawaran yang terkesan mendesak perlu diwaspadai. Masyarakat sebaiknya tidak langsung mengirim uang hanya karena mendapat informasi bahwa promo akan segera berakhir atau jumlah tiket terbatas.
Load more