News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Pertimbangan Dedi Mulyadi Beri Bantuan yang Berbeda pada Keluarga Satpam dan Korban Pengeroyokan di Bali

Viral video penemuan jasad Satpam di Waduk Jatiluhur dan anak dari korban terduga pencuri ayam di Bali. Kasus yang diperhatikan Dedi Mulyadi dan diberi bantuan
Kamis, 30 Juli 2026 - 16:51 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvonenews.com= Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan respons tegas perihal bantuan yang diberikannya di dua kasus yang berbeda. Menuai perhatian netizen.

Dedi Mulyadi - anak yang ayahnya meninggal karena dikeroyok massa di Bali
Dedi Mulyadi - anak yang ayahnya meninggal karena dikeroyok massa di Bali
Sumber :
  • Instagram/dedimulyadi71 - istimewa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kasus pertama, Dedi Mulyadi yang disapa KDM itu memberikan bantuan membiayai pendidikan anak dari Satpam yang ditemukan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat.

Dalam kasus kedua, KDM memberikan bantuan berupa deposito sebesar Rp50 juta untuk anak dari terduga pelaku pencuri Ayam yang tewas di Bali.

Melihat perbedaan bantuan pada keluarga dari kedua kasus berbeda tersebut. Gubernur Jawa Barat ini, mendapatkan kritikan dari netizen di media sosial.

Ia pun memahami kritikan tersebut, karena banyak yang tidak tahu kalau kondisi dari keluarga masing-masing korban pada kedua kasus ini memang berbeda.

"ayo sedang apa sekarang, sedang ngomongin perbedaan bantuan pada korban pembunuhan security dan bantuan keroyokan pencuri ayam di Bali ya. Saya dianggap membeda-bedakan ya, perlu saya jelaskan bahwa waktu itu, saya tidak menyerahkan uang berbeda dengan yang di bali karena ada beberapa pertimbangan," katanya dalam Tiktok pribadinya @kangdedimulyadi, Kamis (30/7).

Viral di Medos Penemuan Jasad Satpam di Waduk Jatiluhur
Viral di Medos Penemuan Jasad Satpam di Waduk Jatiluhur
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com / medsos @infoseputarplatH

Lebih lanjut, kata KDM kalau dirinya memiliki beberapa pertimbangan yang disesuaikan dengan kondisi keluarga korban. Pastinya, Dedi berharap segala bantuan yang diberikan bentuk kepedulian dan melihat dalam jangka panjang.

Seperti diketahui, pada kasus satpam yang tewas, keluarga diberikan bantuan uang tunai dan menanggung biaya sekolah dua anak almarhum.

Sementara pada kasus terduga pelaku pencurian ayam yang tewas karena diamuk massa di Bali itu, mendapatkan bantuan biaya pendidikan dalam bentuk deposito Rp50 juta.

"Pertimbangan yang pertama, saya paham almarhum itu ada beberapa pertimbangan, pertimbangan yang pertama, almarhum itu ada beberapa kewajiban yang harus diselesaikan dengan pihak lain. Jadi saya pilih menyerahkan ke pihak lain, dibandingkan langsung menyerahkan langsung semua uang tunai semuanya ke keluarga korban," jelas KDM.

"Yang kedua, saya berfokus pada pendidikan anak ke depannya,yang besar bisa diselesaikan sekolahnya dia SMK dan dibantu dapat pekerjaan di perusahaan sekitar rumah. Sehingga menjamin kesejahteraan ibu dan adiknya," kata Gubernur Jabar itu.

Sementara sang adik, diklaimnya diangkat jadi anak. "saya jadikan anak asuh saya, unutk menempuh pendidikan hingga dewasa nanti," sambungnya.

Kemudian pertimbangan ketiga, katanya almarhum ini, merupakan security yang punya asuransi ketenagakerjaan dan dapat hak asuransi ketenagakerjaan sebesar Rp418 juta rupiah.

Sehingga keluarga almarhum memiliki keuangan yang cukup yang harus pikirkan itu soal masa depannya.

"beberapa uang yang dimiliki hari ini kalau tidak digunakan tepat, kedepan bisa alami kesulitan, kita berfokus menjadi orang yang peduli sesama," pesan Dedi Mulyadi.(klw)

 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di depan FIFA, Thom Haye menyebut langkah Timnas Indonesia untuk mengalahkan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak berjalan mudah. Laga melawan Malaysia jadi fokus berikutnya.
Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Asri Welas mengenang Guruh Soekarnoputra yang meninggal dunia. Selama 11 tahun belajar seni, ia menyimpan banyak ilmu dan pesan dari sang maestro.
Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul kembali menegaskan somasi bukan langkah akhir. Namun, jika tidak ada klarifikasi atau dinilai tidak sesuai fakta, PBNU akan meneruskan perkara ke proses hukum.
Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo mengakui bahwa PSI mulai mendapat perhatian dari pihak lain walapun masih tergolong baru
Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Wakil Indonesia di cabang olahraga Skateboard nomor Street Putra Asian Games 2026, Basral Graito, sukses mengunci satu tempat di babak final.
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Thailand mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 4-0 atas Pakistan. Teerasak Poeiphimai tampil gemilang dengan mencetak dua gol untuk Gajah Perang.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT