News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kimpul Mendadak Viral, Ternyata Umbi Lokal Ini Punya Banyak Kandungan Gizi

Perbincangan kimpul dipicu oleh konten TikTok dari akun @black.sheep8208, kreator asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Senin, 3 Agustus 2026 - 20:52 WIB
Ilustrasi Umbi Kimpul
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, tvOnenews.com – Belakangan ini, kimpul mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Umbi lokal yang dulu identik dengan makanan tradisional itu kini kembali menjadi sorotan setelah diolah menjadi berbagai hidangan kekinian, mulai dari donat, mi, brownies, dessert, hingga camilan yang tampil tak kalah menarik dari makanan berbahan tepung terigu.

Perbincangan tersebut dipicu oleh konten TikTok dari akun @black.sheep8208, kreator asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui video-videonya, ia kerap bereksperimen membuat ulang berbagai makanan viral dengan mengganti bahan utama menggunakan kimpul. Kreativitasnya mengolah umbi lokal itu berhasil menarik jutaan penonton dan menuai ribuan komentar.

Tak sedikit warganet yang mengaku baru mengetahui bahwa kimpul bisa diolah menjadi beragam makanan modern. Bahkan, banyak netizen menjuluki kreator tersebut sebagai "Duta Ketahanan Pangan", karena dinilai berhasil mempopulerkan kembali pangan lokal sekaligus menunjukkan bahwa bahan pangan tradisional bisa menjadi alternatif yang kreatif dan bernilai ekonomi.

Apa itu kimpul?
Kimpul merupakan tanaman umbi-umbian dari famili Araceae dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium. Tanaman ini berasal dari kawasan Amerika tropis, tetapi telah lama dibudidayakan di Indonesia dan banyak ditemukan di pekarangan rumah maupun lahan pertanian.

Di berbagai daerah, kimpul sering disamakan dengan talas karena bentuk umbinya mirip. Padahal keduanya merupakan spesies yang berbeda, meski masih berada dalam keluarga tanaman yang sama.

Umbi kimpul dapat direbus, dikukus, digoreng, diolah menjadi tepung, atau dijadikan bahan aneka makanan. Sementara daun mudanya juga dapat dimanfaatkan sebagai sayuran setelah dimasak hingga matang.

Di balik tampilannya yang sederhana, kimpul menyimpan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Berdasarkan data FoodData Central milik US Department of Agriculture (USDA) serta sejumlah penelitian mengenai umbi tropis, kimpul mengandung:

  • Karbohidrat sebagai sumber energi.
  • Serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan.
  • Kalium yang berperan menjaga tekanan darah dan fungsi otot.
  • Vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan.
  • Vitamin B6 untuk mendukung metabolisme tubuh.
  • Magnesium dan mangan yang berperan dalam berbagai proses metabolisme.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa kimpul mengandung pati resisten (resistant starch) dan senyawa antioksidan seperti polifenol. Pati resisten dicerna lebih lambat dibanding pati biasa sehingga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama serta mendukung kesehatan mikrobiota usus.

Benarkah kimpul lebih sehat?
Meskipu kimpul disebut sebagai alternatif yang lebih sehat dibanding singkong atau kentang. Para ahli gizi menyebut klaim tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak bisa digeneralisasi.

Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa umbi-umbian seperti kimpul memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah jika dikonsumsi dalam bentuk rebus dibanding makanan olahan berbasis tepung. Kandungan serat dan pati resistennya juga membantu memperlambat proses pencernaan karbohidrat.

Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada cara pengolahan. Kimpul yang diolah menjadi makanan tinggi gula, mentega, atau digoreng dalam jumlah banyak tentu memiliki nilai gizi yang berbeda dibanding kimpul rebus atau kukus.

Karena itu, ahli mengingatkan bahwa tidak ada satu jenis makanan yang bisa disebut sebagai superfood. Pola makan yang beragam dan seimbang tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan.

Hati-hati makan kimpul!
Sebagian orang mungkin pernah merasakan sensasi gatal setelah mengonsumsi kimpul atau talas.

Menurut Kementerian Pertanian RI, rasa gatal tersebut berasal dari kristal kalsium oksalat yang terdapat secara alami pada jaringan tanaman.

Kristal ini dapat menyebabkan iritasi ringan di mulut dan tenggorokan apabila umbi tidak diolah dengan benar. Untuk menguranginya, kimpul sebaiknya direndam terlebih dahulu lalu dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

Popularitas kimpul menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya melahirkan tren makanan baru, tetapi juga mampu menghidupkan kembali bahan pangan lokal yang mulai terlupakan.

Melalui konten-konten kreatif, umbi yang selama ini identik dengan makanan tradisional kini diperkenalkan dalam bentuk yang lebih modern dan menarik, terutama bagi generasi muda.

Fenomena ini juga sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap isu ketahanan pangan dan diversifikasi sumber karbohidrat. 

Meski demikian, para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada klaim kesehatan yang beredar di media sosial tanpa dasar ilmiah dan harus diolah dengan benar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramai Soal 'Duta Ketahanan Pangan' dan Kimpul di Media Sosial, Kenapa Bisa Sampai Viral?

Ramai Soal 'Duta Ketahanan Pangan' dan Kimpul di Media Sosial, Kenapa Bisa Sampai Viral?

Pembahasan mengenai salah satu bahan pangan lokal bernama kimpul mendadak jadi perbincangan di media sosial. Bahkan sampai ada julukan "Duta Ketahanan Pangan".
Kodam Tanjungpura Kerahkan Pemadam Kebakaran dan Tangki Air Untuk Bantu Kekeringan

Kodam Tanjungpura Kerahkan Pemadam Kebakaran dan Tangki Air Untuk Bantu Kekeringan

Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, telah menyebabkan masyarakat di berbagai daerah mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Raih Penghargaan, Jasa Raharja Tekankan Keselamatan Pengguna Jasa Transportasi

Raih Penghargaan, Jasa Raharja Tekankan Keselamatan Pengguna Jasa Transportasi

Berbagai pihak terus berkontribusi dalam meningkatkan perlindungan bagi masyarakat pengguna transportasi, kualitas keselamatan dan pelayanan transportasi nasional diantaranya oleh PT Jasa Raharja (Persero).
Pemerintah, Dunia Usaha, dan Mitra Internasional Bersinergi Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah

Pemerintah, Dunia Usaha, dan Mitra Internasional Bersinergi Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah

Pengembangan ekosistem ekonomi Haji dan Umrah membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan mitra internasional.
Klasemen Pekan Keempat Grup A Piala AFF 2026 Berubah: Vietnam Kudeta Puncak, Timnas Indonesia Di Ujung Tanduk

Klasemen Pekan Keempat Grup A Piala AFF 2026 Berubah: Vietnam Kudeta Puncak, Timnas Indonesia Di Ujung Tanduk

Kemenangan Vietnam di hadapan ribuan suporter Timnas Indonesia di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026) memastikan posisi Skuad Garuda turun di klasemen. 
Uang Rp476 Miliar dan Emas 74 Kilogram Kasus Eks Jampidsus Masih Misteri, Tim 9 Kejagung Didesak Bongkar Sosok Pemilik

Uang Rp476 Miliar dan Emas 74 Kilogram Kasus Eks Jampidsus Masih Misteri, Tim 9 Kejagung Didesak Bongkar Sosok Pemilik

Penanganan dan pengungkapan dugaan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret eks Jampidsus, Febrie Adriansyah terus menyita perhatian publik.

Trending

Link Video Viral “Yang Wes Yang” Tersebar Luas: Polisi Telusuri Penyebar

Link Video Viral “Yang Wes Yang” Tersebar Luas: Polisi Telusuri Penyebar

Link video viral “Yank Wes Yank” ramai diperbincangkan di media sosial. Seorang pelajar SMK muncul memberi klarifikasi dan meminta maaf tersebarnya
Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Timnas Indonesia abroad memang berkurang jauh setelah masifnya pemain yang bergabung dengan klub Super League seperti Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen ke Persib Bandung serta Tim Geypens ke Bali United. 
Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Sarwendah sedang marah kepada Ruben Onsu masih menjadi perbincangan setelah cuplikan tersebut diungkap oleh pihak mantan suaminya.
Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak tahan lagi, Sarwendah akhirnya bongkar kejadian sebenarnya di balik rekaman CCTV marah besar ke Ruben Onsu yang jadi penyebab keretakan rumah tangganya.
Motif Nenek di Cakung Dirampok Tetangganya Sendiri Diungkap Polisi

Motif Nenek di Cakung Dirampok Tetangganya Sendiri Diungkap Polisi

Sebelumnya diberitakan, Seorang wanita paruh baya berinisial H (61) mendatangi Polsek Cakung dengan kondisi mulut dilakban dan masih memakai mukena.
Kronologi Nelayan Batang Dua Ternate yang Menghilang Hampir Sebulan dan Ditemukan Selamat, Videonya Viral di Medsos

Kronologi Nelayan Batang Dua Ternate yang Menghilang Hampir Sebulan dan Ditemukan Selamat, Videonya Viral di Medsos

Viral di medsos X, ada nelayan itu dari Desa Bido, Kec. Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. Ia diselematkan oleh Kapal LNG Berbendera Prancis.
Pemerintah Didesak Membuka Kembali Penempatan PMI ke Negara-negara Timur Tengah

Pemerintah Didesak Membuka Kembali Penempatan PMI ke Negara-negara Timur Tengah

Para peserta menilai moratorium yang diberlakukan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 260 Tahun 2015 telah kehilangan makna. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT