Ruben Onsu Lebih Pilih Mengalah, Ini Alasan Sebenarnya Tak Pernah Langsung Datangi Kedua Putrinya di Sekolah
- YouTube Deddy Corbuzier - Insragram @nadeowinataa
tvOnenews.com - Konflik antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, masih terus menjadi perhatian publik.
Di tengah proses gugatan hak asuh anak yang sedang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ruben akhirnya mengungkap alasan yang selama ini jarang diketahui banyak orang.
Presenter berusia 43 tahun itu mengaku sebenarnya memiliki kesempatan untuk menemui kedua putrinya, Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu, di sekolah. Namun, ia memilih untuk tidak melakukannya.
Keputusan tersebut bukan karena ia kehilangan keinginan untuk bertemu anak-anaknya.
Justru sebaliknya, Ruben mengaku sangat merindukan kedua buah hatinya.
Baginya, kondisi psikologis anak jauh lebih penting daripada memenuhi kerinduannya sebagai seorang ayah.
Pengakuan itu disampaikan Ruben saat berbincang bersama Deddy Corbuzier dalam podcast yang tayang pada Selasa (4/8/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Ruben menjelaskan bahwa tidak ada pihak yang melarang dirinya datang ke sekolah anak-anak.
Secara hukum maupun sebagai ayah kandung, kesempatan itu tetap ada.
Namun menurut Ruben, kehadirannya secara tiba-tiba justru bisa membuat kedua putrinya berada dalam situasi yang membingungkan.
"Bisa gue datang ke sekolahnya," ujar Ruben.
Namun, ia langsung menjelaskan alasan mengapa hal itu tidak pernah ia lakukan.
"(Kenapa enggak), nanti si anak akan bingung."
Bagi Ruben, keputusan apa pun yang ia ambil harus selalu mempertimbangkan kondisi emosional anak-anak.
"Jadi kalo gue nggak mikir ke anak, gue susah."
Ia menegaskan bahwa dirinya sebenarnya mampu mendatangi sekolah kapan saja.
"Tapi gue bisa dateng ke sekolahnya langsung."
Ruben mengatakan, yang ia cari bukanlah pertemuan singkat beberapa menit di lingkungan sekolah.
Ia merasa momen seperti itu tidak akan menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi keluarganya.
"Terus mau ngapain? Cuma peluk cium doang? Selama ini gue kayak gitu."
Menurut Ruben, yang ia perjuangkan bukan sekadar melepas rindu, melainkan hak sebagai seorang ayah untuk memiliki waktu berkualitas bersama kedua putrinya.
"Haknya, jadi jangan kewajibannya doang yang gue harus lakukan. Haknya."
Selama ini, Ruben merasa publik lebih banyak membahas kewajibannya sebagai ayah, sementara haknya untuk bertemu anak justru luput dari perhatian.
Di tengah konflik yang semakin meluas, Ruben menegaskan dirinya akan selalu menempatkan anak-anak sebagai prioritas utama.
Ia mengaku rela menekan keinginan pribadinya demi menghindari kebingungan atau tekanan psikologis pada Thalia dan Thania.
"Udah, sekalipun gue mah mau ada di titik terendah pun, gue mah anak pasti gue duluin."
Meski demikian, Ruben mengaku kondisi yang dialaminya saat ini sudah melewati batas yang menurutnya wajar.
"Tapi kalo gue udah sampai begini, ini udah fatal menurut gue."
Dalam podcast yang sama, Ruben juga mengungkap perubahan besar yang ia rasakan sejak konflik dengan Sarwendah terus menjadi konsumsi publik.
Ia mengaku kini sering merasa kehilangan rasa percaya diri ketika berhadapan dengan kedua putrinya.
Menurut Ruben, anak-anaknya kini sudah cukup besar untuk memahami berbagai pemberitaan maupun informasi yang beredar di media sosial.
Hal itu membuatnya khawatir cara pandang anak terhadap dirinya ikut berubah.
"Tapi kalau lu tanya gue nih, sekarang gue ada rasa nggak percaya diri gitu di mata anak gue tuh ada ngerasa nggak percaya diri."
Ia pun mempertanyakan bagaimana anak-anak menilai dirinya setelah melihat berbagai pemberitaan yang terus bermunculan.
"Kalau dia bisa tahu apa yang gue lakukan dari tontonan, dia nonton juga nggak tingkah laku?"
Ruben juga menceritakan salah satu pengalaman yang paling membekas baginya.
Ia mengungkap pernah berbicara melalui telepon dengan salah satu putrinya ketika situasi di sekitar anaknya sedang dipenuhi teriakan.
Menurut Ruben, momen tersebut membuat anaknya mengetahui secara langsung ketegangan yang terjadi.
Setelah telepon berakhir, Ruben mengaku langsung menyalahkan dirinya sendiri.
"Iya maksudnya ada satu anak gue itu dia tahu bagaimana suasana itu. Oke. Teriak-teriak di dalam mobil terima telepon wah ngatain gue gitu. Ketika tutup telepon itu rasa gue cuma gini 'Gagal gue'."
Pengalaman itu membuat Ruben semakin yakin bahwa anak-anaknya sudah memahami situasi yang sedang terjadi.
"Jadi bukan anak nggak tahu, anak udah tahu. Mau ngomong gimana."
Karena itulah, ia terus berusaha mencari jalan terbaik tanpa harus menambah beban psikologis kedua putrinya.
Di sisi lain, proses gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Sidang telah memasuki tahap mediasi dengan agenda lanjutan pada 6 Agustus 2026.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, sebelumnya menegaskan bahwa gugatan tersebut bukan bertujuan memisahkan anak-anak dari Sarwendah.
Menurutnya, apa pun hasil putusan nanti, baik gugatan dikabulkan maupun ditolak, hak anak untuk tetap bersama kedua orang tuanya harus tetap dijaga.
Minola juga menegaskan Ruben tidak mempermasalahkan jika nantinya anak-anak tetap berada dalam pengasuhan Sarwendah, selama dirinya memperoleh hak bertemu secara layak sebagai seorang ayah.
(tsy)
Load more