News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 Sosok Dokter dan Nakes yang Hujat Curhatan Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS yang Meninggal Dunia

Siapa saja dokter dan nakes yang menghujat Yurizal Tri Chaerawan? Simak daftar 5 sosok viral usai mengomentari pasien BPJS yang meninggal dunia itu.
Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:41 WIB
5 Sosok Dokter dan Nakes yang Hujat Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS yang Meninggal Dunia
Sumber :
  • Instagram/@yurizaltrich/@rumpi_gosip - X @neVerAl0nely___/@cenblubaik

tvOnenews.com - Kisah Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang sempat mengeluhkan lamanya menunggu kamar rawat inap di rumah sakit, masih menjadi perhatian publik.

Bukan hanya karena unggahannya yang viral di Threads, tetapi juga karena sejumlah komentar bernada sinis dari oknum tenaga kesehatan (nakes) yang kemudian memicu gelombang kecaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yurizal sebelumnya mengaku telah menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan.

Meski mengeluhkan pengalamannya, ia memilih tidak mengungkap identitas rumah sakit tempat dirinya dirawat.

Namun, unggahan tersebut justru dibalas dengan komentar yang dinilai tidak menunjukkan empati.

Setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026, komentar-komentar itu kembali menjadi sorotan dan membuat para pemilik akun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Berikut lima sosok tenaga kesehatan yang menjadi perhatian publik dalam polemik tersebut.

1. dr. Benny Christian Sihombing

dr. Benny Christian Sihombing yang menghujat curhatan Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang meninggal dunia
dr. Benny Christian Sihombing yang menghujat curhatan Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang meninggal dunia
Sumber :
  • Instagram @rsud_ruteng @rumpi_gosip

Nama pertama yang menjadi sorotan adalah dr. Benny Christian Sihombing.

Komentarnya di Threads menuai kritik karena dianggap tidak sensitif terhadap kondisi pasien.

Dalam unggahannya, ia menulis:

"Kalau full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Gak ada hubungannya sama BPJS atau nggak. BPJS yang pakai banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, nggak cuma kamu sendiri. Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong."

Kalimat mengenai "ruang jenazah" menjadi bagian yang paling banyak menuai kecaman karena dinilai tidak pantas disampaikan kepada seseorang yang sedang menjalani perawatan.

Setelah kabar meninggalnya Yurizal viral, Benny mengunggah video permintaan maaf. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan mengaku bertanggung jawab penuh atas komentarnya.

Ia juga menyatakan siap menerima konsekuensi dari rumah sakit, organisasi profesi, maupun pihak berwenang atas tindakannya di media sosial.

2. Widhiyarini Pangestika

Widhiyarini Pangestika, nakes yang hujat Yurizal Tri Chaerawan
Widhiyarini Pangestika, nakes yang hujat Yurizal Tri Chaerawan
Sumber :
  • X @neVerAl0nely___

Nama berikutnya adalah Widhiyarini Pangestika, tenaga kesehatan yang juga ikut memberikan komentar di unggahan Yurizal.

Komentarnya berbunyi:

"Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan."

Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat karena dianggap tidak mencerminkan profesionalisme maupun empati terhadap pasien.

Setelah menuai kecaman, Widhiyarini menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Ia mengaku komentarnya telah menambah beban emosional bagi keluarga Yurizal dan mengakui telah bersikap tidak profesional sebagai tenaga kesehatan.

3. dr. Elda Putri Rahadini

dr. Elda Putri Rahadini, dokter yang hujat curhatan Yurizal Tri Chaerawan
dr. Elda Putri Rahadini, dokter yang hujat curhatan Yurizal Tri Chaerawan
Sumber :
  • X @cenblubaik

Dokter Elda Putri Rahadini juga menjadi salah satu sosok yang disorot publik.

Ia sempat menuliskan komentar yang berbunyi:

"PP-nya kayak orang have tapi aslinya haven't kah? haven't some brain cell."

Komentar tersebut dianggap sebagai bentuk ejekan kepada Yurizal.

Setelah polemik berkembang dan kabar meninggalnya Yurizal tersebar luas, Elda menyampaikan permohonan maaf melalui pernyataan tertulis.

Dalam unggahannya, ia mengakui bahwa komentarnya tidak pantas, tidak etis, serta menunjukkan kurangnya empati terhadap pasien yang sedang menghadapi kondisi sulit.

Ia juga meminta maaf kepada keluarga almarhum dan masyarakat luas atas dampak yang ditimbulkan.

4. Hilda Clarissa Theopilus

Hilda Clarissa Theopilus, nakes yang ikut hujat Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang meninggal dunia
Hilda Clarissa Theopilus, nakes yang ikut hujat Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang meninggal dunia
Sumber :
  • X @cenblubaik

Nama Hilda Clarissa Theopilus turut menjadi perhatian setelah komentarnya ikut viral.

Dalam Threads, Hilda menulis bahwa jika ruang perawatan penuh, "yang selalu kosong ada noh, kamar jenazah."

Komentar tersebut kemudian menyebar luas dan memancing kritik dari warganet.

Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Hilda merupakan lulusan Program Studi Perekam dan Informasi Kesehatan Universitas Dhyana Pura.

Ia diketahui bekerja sebagai tenaga kesehatan di RSUD Umbu Rara Meha, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Setelah ramai diperbincangkan, Hilda menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial.

Ia mengakui ucapannya keliru dan menegaskan bahwa komentar tersebut merupakan pendapat pribadi yang tidak mewakili institusi tempatnya bekerja.

Pihak RSUD Umbu Rara Meha juga mengeluarkan klarifikasi resmi yang menegaskan bahwa unggahan Hilda merupakan pandangan pribadi dan bertentangan dengan nilai serta kode etik rumah sakit.

5. Norma Zahara

Norma Zahara, nakes yang hujat Yurizal Tri Chaerawan
Norma Zahara, nakes yang hujat Yurizal Tri Chaerawan
Sumber :
  • X @zoelfick

Sosok kelima adalah Norma Zahara, yang disebut sebagai staf RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Norma menjadi sorotan setelah komentar yang diduga ditulisnya tersebar luas di media sosial.

Dalam unggahan yang beredar, ia menyebut Yurizal sebagai:

"orang miskin harta, miskin ilmu, miskin akal, tapi pengen diistimewakan."

Komentar tersebut memicu gelombang kritik karena dinilai merendahkan pasien yang sedang mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Melalui pernyataan terbuka, Norma akhirnya meminta maaf kepada masyarakat dan keluarga Yurizal.

Ia mengaku tidak berhati-hati menggunakan media sosial dan baru mengetahui kabar meninggalnya Yurizal beberapa hari setelah perdebatan tersebut berlangsung.

Norma juga menyatakan siap menerima kritik serta berkomitmen untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial.

Kasus yang menimpa Yurizal tidak hanya memunculkan diskusi mengenai antrean layanan kesehatan, tetapi juga menyoroti pentingnya etika komunikasi tenaga kesehatan di ruang digital.

Perlu dicatat bahwa hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menyatakan meninggalnya Yurizal disebabkan oleh lamanya menunggu kamar rawat inap ataupun akibat komentar di media sosial.

Yang telah terkonfirmasi adalah Yurizal memang sempat mengeluhkan harus menunggu ruang perawatan dan kemudian meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

(tsy)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda se-Tanah Papua Pastikan Penyaluran Dana Otsus Tahap II Tepat Waktu dan Tepat Sasaran

Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda se-Tanah Papua Pastikan Penyaluran Dana Otsus Tahap II Tepat Waktu dan Tepat Sasaran

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk meminta seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Tanah Papua untuk segera menyelesaikan penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahap II Tahun Anggaran 2026.
Selebgram Claire Alfons Bagikan Pesan Menyentuh untuk Perempuan: Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Selebgram Claire Alfons Bagikan Pesan Menyentuh untuk Perempuan: Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Claire Alfons memilih menjadikan berbagi sebagai bagian dari kehidupan sehari-harinya. Kegiatan yang ia lakukan bukan berupa program besar berskala korporasi.
Orang Tua Pelaku Video Viral Banyuwangi: “Ini Ujian Bagi Kami”

Orang Tua Pelaku Video Viral Banyuwangi: “Ini Ujian Bagi Kami”

Dengan adanya kesepakatan tersebut, kedua keluarga menyatakan akan memprioritaskan pendampingan serta masa depan anak-anak yang masih berada di bawah umur.
Investasi SDM Jadi Strategi Utama Hadapai Persaingan Global dan AI

Investasi SDM Jadi Strategi Utama Hadapai Persaingan Global dan AI

Di tengah persaingan global yang semakin ditentukan oleh teknologi dan artificial intelligence (AI), keunggulan suatu negara tidak lagi semata bergantung pada
Viral Jenazah Bocah 8 Tahun Dibawa Pakai Motor di Pandeglang, Lewati Jalan Rusak

Viral Jenazah Bocah 8 Tahun Dibawa Pakai Motor di Pandeglang, Lewati Jalan Rusak

Video jenazah bocah laki-laki 8 tahun dibawa menggunakan motor di Pandeglang, Banten viral di media sosial. Ia meninggal dunia di tengah melewati jalan rusak.
Kasad Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir TNI AL

Kasad Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir TNI AL

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Trending

Jasaraharja Putera Salurkan Santunan ke Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Jasaraharja Putera Salurkan Santunan ke Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat lima orang meninggal dunia dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar di perairan Utara Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu (2/8/2026).
Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istri pada 25 Juli 2026

Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istri pada 25 Juli 2026

Identitas korban mutilasi di Depok akhirnya terungkap. Ternyata dia sempat dilaporkan hilang oleh istrinya pada 25 Juli 2026.
5 Sosok Dokter dan Nakes yang Hujat Curhatan Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS yang Meninggal Dunia

5 Sosok Dokter dan Nakes yang Hujat Curhatan Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS yang Meninggal Dunia

Siapa saja dokter dan nakes yang menghujat Yurizal Tri Chaerawan? Simak daftar 5 sosok viral usai mengomentari pasien BPJS yang meninggal dunia itu.
Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ditangkap atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial mengakui perbuatannya.
Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Berbagai pihak turut serta mendorong kemajuan UMKM di tanah air termasuk transformasi pembayaran digital.
Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK menyebut  ada tiga surat perintah penyidikan (sprindik) terkait pengembangan kasus tersebut. 
Polda Babel Terus Kembangkan Upaya Penyelundupan 53 Ton Pasir Timah Ilegal, Kini 4 Orang Ditetapkan Tersangka

Polda Babel Terus Kembangkan Upaya Penyelundupan 53 Ton Pasir Timah Ilegal, Kini 4 Orang Ditetapkan Tersangka

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung terus mengembangkan kasus dugaan penyelundupan 53 ton pasir timah ilegal yang berhasil diungkap di Kabupaten Belitung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT